Berita Terbaru
BTB BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Maccinibaji
‎GOWA – Di tengah duka akibat musibah kebakaran, kepedulian hadir membawa harapan bagi warga yang terdampak. BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kabupaten Gowa menyalurkan bantuan tanggap bencana kepada Irwan Dg Nombong, mustahik yang menjadi korban kebakaran di Bontorea, Dusun Parangberua, Desa Maccini Baji, Kecamatan Bajeng, Selasa (20/10/2026).
‎Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Gowa, Munawir, bersama Komandan BTB BAZNAS Gowa, Syamsul Anwar. Penyerahan tersebut turut disaksikan Kepala Desa Maccini Baji, Syamsuddin, serta warga sekitar yang hadir memberikan dukungan kepada korban.
‎Musibah kebakaran yang terjadi pada Senin (19/10/2026) itu menyisakan duka bagi korban. Di tengah situasi sulit yang harus dihadapi, bantuan yang disalurkan BAZNAS Gowa menjadi bentuk kepedulian dan upaya meringankan beban mustahik yang tengah tertimpa musibah.
‎BTB BAZNAS Kabupaten Gowa menerima laporan kejadian kebakaran tersebut pada Selasa (20/10/2026). Setelah menerima informasi, tim segera bergerak menuju lokasi untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan situasi yang dihadapi korban.
‎Langkah cepat ini merupakan bagian dari respons tanggap bencana BAZNAS Gowa dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Kehadiran tim di lokasi tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian agar warga yang tertimpa musibah tidak merasa menghadapi masa sulit seorang diri.
‎Bagi korban bencana, bantuan yang datang bukan sekadar dukungan secara materi, melainkan juga penguat semangat untuk perlahan bangkit dan menata kembali kehidupan setelah musibah. Di balik setiap bantuan, ada pesan kemanusiaan bahwa kepedulian dan kebersamaan tetap hadir, bahkan di tengah keadaan yang paling sulit.
‎Melalui aksi tanggap bencana ini, BAZNAS Kabupaten Gowa terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang sedang menghadapi keadaan darurat. Semangat gotong royong dan kepedulian bersama diharapkan dapat menjadi kekuatan bagi Irwan Dg Nombong dan keluarga untuk melewati masa sulit ini.
‎BAZNAS Gowa berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban korban sekaligus menjadi penyemangat untuk kembali menata kehidupan. Sebab, dalam setiap musibah, uluran tangan dan kepedulian sesama menjadi pengingat bahwa harapan selalu memiliki ruang untuk tumbuh kembali.
‎#BaznasMenguatkanIndonesia #CahayZakat #BAZNASGowa #BTBBaznasGowa
BERITA20/10/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan Biaya Rumah Sakit Bagi Warga Jambu Kaccia di RS Wahidin Sudirohusodo
GOWA — Di tengah perjuangan melawan sakit dan beban biaya pengobatan pasca operasi yang tidak ringan, uluran tangan dan kepedulian sesama menjadi kekuatan yang menghadirkan harapan. Kepedulian itulah yang kembali diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa melalui penyaluran bantuan kesehatan berupa biaya rumah sakit kepada Fitri Ramadani, seorang mustahik asal Jambu Kaccia, Dusun Lemoa, Desa Bontolempangan, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa.
‎Bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Gowa, Syamsul Anwar, kepada ibu pasien, Suada, di Ruang Perawatan RS Wahidin Sudirohusodo, Senin (19 Oktober 2026). Penyerahan bantuan berlangsung dengan didampingi oleh teman-teman kuliah Fitri Ramadani yang turut hadir memberikan dukungan dan semangat bagi pasien serta keluarganya.
‎Di balik bantuan yang disalurkan, tersimpan harapan agar Fitri dapat menjalani proses pengobatan dengan lebih tenang. Bagi keluarga yang sedang menghadapi ujian kesehatan, biaya rumah sakit sering kali menjadi beban tersendiri. Kehadiran bantuan ini bukan sekadar meringankan beban finansial, tetapi juga menjadi tanda bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masa sulit.
‎Bagi Suada, sebagai ibu yang mendampingi putrinya menjalani perawatan, dukungan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian yang hadir di saat keluarga membutuhkan. Di tengah kecemasan dan harapan akan kesembuhan anaknya, bantuan dari BAZNAS Kabupaten Gowa menjadi pengingat bahwa masih ada tangan-tangan kebaikan yang bersedia membantu dan menguatkan.
‎Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Gowa kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan uluran tangan, tanpa memandang jauh atau dekatnya tempat tinggal mereka. Kepedulian tidak berhenti di pusat kota, tetapi terus diupayakan menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa, termasuk warga di Kecamatan Bontolempangan.
‎Bagi BAZNAS Kabupaten Gowa, setiap bantuan yang disalurkan bukan semata-mata tentang nominal yang diberikan, melainkan tentang harapan yang dijaga, beban yang diringankan, dan kemanusiaan yang terus dirawat. Di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi masyarakat, kehadiran lembaga pengelola zakat diharapkan mampu menjadi jembatan kebaikan antara para muzaki dan mustahik.
‎Sebagai lembaga filantropi Islam, BAZNAS Kabupaten Gowa terus berupaya menjalankan amanah umat melalui pengelolaan dan pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, tepercaya, transparan, dan tepat sasaran. Dana yang dititipkan oleh masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan, termasuk masyarakat yang sedang menghadapi persoalan kesehatan dan kesulitan ekonomi.
‎Bantuan kepada Fitri Ramadani menjadi salah satu wujud nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki kekuatan untuk menghadirkan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pengelolaan dana umat yang bertanggung jawab, BAZNAS Kabupaten Gowa berupaya memastikan bahwa kebaikan tidak hanya terkumpul, tetapi juga sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
‎BAZNAS Kabupaten Gowa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Sebab, di balik setiap zakat yang ditunaikan, infak yang diberikan, dan sedekah yang disalurkan, ada harapan yang dapat tumbuh, ada keluarga yang dapat dikuatkan, dan ada kehidupan yang dapat diringankan bebannya.
‎BAZNAS Kabupaten Gowa terus berikhtiar menjadi penghubung amanah dan kepedulian, agar manfaat dana umat dapat dirasakan oleh masyarakat hingga ke pelosok Kabupaten Gowa.
‎#BaznasMenguatkanIndonesia #CahayaZakat #BaznasGowa
BERITA19/10/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Melalui Bantuan ZChicken BAZNAS Gowa, Arfawati Raih Penghargaan Grand BAZNAS Awards 2026
JAKARTA, 15/10/2026 – Berkat ketekunannya menjalankan usaha ZChicken, Arfawati, warga Desa Tanabangka, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, meraih penghargaan kategori Mustahik Transformatif pada Grand BAZNAS Awards 2026 yang digelar di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, 15 Oktober 2026.
‎Penghargaan ini menjadi bukti bahwa bantuan pendayagunaan zakat yang dikelola secara tepat dapat menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi. Arfawati merupakan penerima manfaat program ZChicken dari BAZNAS Kabupaten Gowa pada 2024 lalu. Melalui ketekunan dan semangat berusaha, ia mampu mengembangkan peluang tersebut hingga mendapat pengakuan di tingkat nasional.
‎Dalam penganugerahan tersebut, Arfawati didampingi Wakil Ketua I BAZNAS Gowa H. Suharli, Wakil Ketua II Munawir, Wakil Ketua III Muis Fadli, Wakil Ketua IV Rudi Salam, serta Staf Amil Pendamping Program ZChicken, Rihul Jannah.
‎Grand BAZNAS Awards 2026 merupakan rangkaian Rapat Koordinasi BAZNAS Tahun 2026 yang mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”.
‎Capaian Arfawati menjadi gambaran nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bukan sekadar bantuan, tetapi juga instrumen pemberdayaan yang mampu menumbuhkan harapan dan membuka peluang usaha. Melalui pengelolaan yang amanah dan program yang produktif, BAZNAS Kabupaten Gowa terus mendorong mustahik agar berkembang, mandiri, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
‎Kisah Arfawati menegaskan bahwa ketika zakat dikelola dengan baik dan dimanfaatkan dengan tekun, bantuan hari ini dapat menjadi awal perubahan hidup dan masa depan yang lebih baik.
‎#BaznasMenguatkanIndonesia #CahayaZakat #BAZNASGowa
BERITA16/10/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Dari Mustahik Menjadi Inspiratif, Arfawati Raih Grand BAZNAS Awards 2026 Berkat Ketekunan Usaha ZChicken
JAKARTA, 15/10/2026 — Air mata haru dan kebahagiaan menjadi saksi perjalanan Arfawati, seorang ibu rumah tangga asal Desa Tanabangka, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang berhasil mengubah keterbatasan menjadi harapan. Berawal dari penerima manfaat Program ZChicken Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gowa, kini Arfawati menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dalam Grand Baznas Awards 2026 kategori Mustahik Transformatif, Kamis (15/10/2026), di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta.
‎Penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi atas keberhasilan menjalankan usaha. Lebih dari itu, penghargaan ini menjadi pengakuan atas perjuangan seorang ibu yang tak menyerah pada keadaan, bangkit demi keluarganya, dan membuktikan bahwa bantuan yang dikelola dengan baik dapat menjadi jalan menuju kemandirian.
‎Di balik penghargaan yang diterimanya, tersimpan kisah panjang tentang kesulitan ekonomi, harapan yang sempat terasa jauh, serta ketekunan yang perlahan mengubah kehidupan keluarganya.
‎Kabar membahagiakan itu datang secara tiba-tiba. Pada 13 Oktober 2026, Arfawati menerima undangan dari Baznas Republik Indonesia melalui Baznas Kabupaten Gowa dalam bentuk surat elektronik. Pada hari yang sama, Pendamping ZChicken Baznas Kabupaten Gowa, Rihul Jannah, segera mengabarkan bahwa Arfawati diundang ke Jakarta untuk menerima penghargaan, didampingi langsung oleh pendamping programnya.
‎Kabar tersebut sontak membuat Arfawati terkejut. Perasaan haru, bahagia, dan tak percaya bercampur menjadi satu. Ia yang selama ini sibuk mengurus keluarga sekaligus menjalankan usaha ayam krispi, tak pernah menyangka bahwa perjuangan kecil yang dilakukannya setiap hari akan membawanya ke panggung penghargaan tingkat nasional di Jakarta.
‎Keesokan harinya, Baznas Kabupaten Gowa mengatur keberangkatan Arfawati bersama Rihul Jannah ke Jakarta untuk menghadiri acara penganugerahan tersebut.
‎Bagi Arfawati, perjalanan ke Jakarta bukan sekadar perjalanan menghadiri sebuah acara. Perjalanan itu menjadi momen istimewa yang menandai babak baru dalam hidupnya: dari seorang ibu yang berjuang memenuhi kebutuhan keluarga, menjadi sosok yang kisahnya menginspirasi banyak orang.
‎Berawal dari Keterbatasan, Tumbuh Menjadi Harapan
‎Sebelum menerima bantuan ZChicken dari Baznas Kabupaten Gowa pada 2024 lalu, kehidupan ekonomi Arfawati dan keluarganya jauh dari kata mudah. Sebagai ibu rumah tangga dengan tiga anak yang masih bersekolah, ia harus menjalani hari-hari dengan penuh perhitungan demi memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.
‎Saat itu, penghasilan keluarga hanya bergantung pada suaminya yang bekerja sebagai buruh dengan pendapatan terbatas dan tidak menentu. Ada kalanya suaminya mendapat panggilan kerja, tetapi ada pula hari-hari ketika pekerjaan tak kunjung datang.
‎Penghasilan yang diperoleh sebagian besar habis untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Situasi semakin berat karena keluarga tersebut juga harus membayar pinjaman yang membebani keuangan rumah tangga mereka.
‎Dalam kondisi seperti itu, memenuhi kebutuhan anak-anak sekaligus memikirkan masa depan keluarga menjadi perjuangan yang tidak ringan. Keinginan untuk hidup lebih baik selalu ada, tetapi keterbatasan ekonomi membuat langkah menuju perubahan terasa sulit.
‎Namun, di tengah keadaan yang serba terbatas, harapan itu tidak pernah benar-benar padam.
‎Kesempatan mulai terbuka ketika Arfawati menjadi penerima manfaat program pendayagunaan ZChicken dari Baznas Kabupaten Gowa pada 2024. Melalui program tersebut, ia mendapatkan dukungan modal usaha, peralatan, gerai penjualan, pelatihan membuat ayam krispi, serta pendampingan dalam menjalankan usaha.
‎Bantuan tersebut bukan semata-mata memberikan sarana untuk berjualan, melainkan juga membuka kesempatan bagi Arfawati untuk membangun sumber penghasilan sendiri.
‎Dari sinilah langkah kecil menuju perubahan dimulai.
‎Ketekunan di Balik Setiap Potongan Ayam Krispi ZChicken
‎Setelah menerima bantuan, Arfawati tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan. Ia menekuni usaha ayam krispi dengan sungguh-sungguh, belajar menjalankan usaha, menjaga kualitas produk, dan konsisten melayani pelanggan.
‎Di gerainya yang berada di Jalan Poros Tanabangka, Arfawati terus berusaha membangun kepercayaan pembeli. Hari demi hari dilaluinya dengan semangat untuk mengembangkan usaha, meski pekerjaan sebagai penjual ayam krispi menuntut tenaga, waktu, dan kesabaran.
‎Perlahan, kerja kerasnya mulai menunjukkan hasil. Gerainya kini beroperasi setiap hari dan memiliki pelanggan tetap. Penjualannya mencapai sekitar 70 hingga 100 potong ayam krispi per hari.
‎Angka tersebut bukan sekadar catatan penjualan. Di balik setiap potong ayam yang terjual, ada usaha seorang ibu untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, ada harapan agar anak-anaknya dapat terus bersekolah, dan ada tekad untuk membawa keluarganya keluar dari kesulitan ekonomi.
‎Hasil usaha yang dijalankannya dengan konsisten itu membawa perubahan berarti. Arfawati berhasil melunasi seluruh utang yang sebelumnya membebani keluarganya. Beban ekonomi yang dahulu terasa berat kini berangsur berkurang, sementara kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari semakin membaik.
‎Usaha ZChicken juga memberinya ruang untuk menjadi lebih mandiri secara ekonomi. Ia tidak lagi hanya bergantung pada penghasilan suaminya yang tidak menentu, tetapi turut berkontribusi dalam menopang kehidupan keluarga melalui usaha yang dikelolanya sendiri.
‎Perubahan itu tidak terjadi dalam semalam. Ada proses, kedisiplinan, dan ketekunan yang terus dijaga. Bantuan menjadi pintu masuk, tetapi kesungguhan Arfawati dalam memanfaatkan kesempatan itulah yang mengantarkannya pada hasil yang membanggakan.
‎Penghargaan yang Mengangkat Kisah Perjuangan
‎Penganugerahan Grand Baznas Awards 2026 berlangsung sebagai bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Baznas Tahun 2026 yang mengusung tema “Konsolidasi Zakat Nasional yang Produktif & Berdampak”. Kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan Baznas Kabupaten/Provinsi dari seluruh Indonesia.
‎Dalam momentum tersebut, penghargaan kategori Mustahik Transformatif yang diterima Arfawati menjadi gambaran nyata bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang mendorong perubahan kehidupan secara berkelanjutan.
‎Kisah Arfawati memperlihatkan bagaimana seorang mustahik dapat tumbuh melalui kesempatan usaha yang tepat, dukungan yang berkesinambungan, dan kemauan kuat untuk memperbaiki keadaan.
‎Dari Desa Tanabangka, kisah perjuangannya kini mendapat pengakuan di tingkat nasional. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi Baznas Kabupaten Gowa, yang melalui program pendayagunaan ZChicken berupaya menghadirkan manfaat zakat secara produktif bagi masyarakat yang membutuhkan.
‎Bagi Arfawati, penghargaan ini tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Namun, nilai terbesarnya terletak pada perubahan nyata yang telah dirasakan keluarganya. Utang yang dahulu membebani kini telah lunas. Usaha yang awalnya dirintis dengan bantuan kini memiliki pelanggan tetap. Dan harapan yang dahulu terasa sulit dijangkau kini semakin dekat untuk diwujudkan.
‎Kisahnya juga menjadi pengingat bahwa di balik setiap penerima manfaat, ada manusia dengan mimpi, tanggung jawab, dan potensi yang menunggu kesempatan untuk berkembang.
‎Zakat yang Menguatkan, Infak dan Sedekah yang Menghidupkan Harapan
‎Perjalanan Arfawati menjadi bukti bahwa zakat yang dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran dapat menghadirkan dampak yang jauh melampaui nilai bantuan yang disalurkan. Melalui program ZChicken, Baznas Kabupaten Gowa tidak hanya membantu mustahik memulai usaha, tetapi juga memberikan bekal keterampilan, sarana berjualan, serta pendampingan agar usaha tersebut dapat berkembang.
‎Pendekatan pemberdayaan seperti ini menjadi bagian penting dalam upaya mengubah zakat dari sekadar bantuan konsumtif menjadi kekuatan ekonomi produktif. Mustahik tidak hanya dibantu untuk bertahan menghadapi kesulitan hari ini, tetapi juga didorong agar memiliki kemampuan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri pada masa mendatang.
‎Di sinilah zakat, infak, dan sedekah (ZIS) menunjukkan kebermanfaatannya yang sesungguhnya. Dana yang ditunaikan oleh para Muzaki/Munfik, ketika dihimpun serta dikelola dengan baik, dapat menjadi modal usaha, membuka peluang penghasilan, meringankan beban utang, membantu keberlangsungan pendidikan anak, dan menguatkan ketahanan ekonomi keluarga.
‎Penghargaan yang diraih Arfawati pada Grand Baznas Awards 2026 menjadi pengingat bahwa keberhasilan pengelolaan ZIS bukan hanya diukur dari jumlah dana yang terkumpul atau banyaknya program yang dilaksanakan, melainkan juga dari perubahan kehidupan yang berhasil diwujudkan bagi para penerima manfaat.
‎Bagi Baznas Kabupaten Gowa, kisah ini menjadi penyemangat untuk terus memperkuat pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan berorientasi pada pemberdayaan. Melalui pendampingan yang berkelanjutan serta program produktif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, zakat diharapkan mampu melahirkan semakin banyak kisah perubahan seperti yang dialami Arfawati.
‎Dari bantuan Z-Chicken, Arfawati membangun usaha. Dari usaha itu, ia melunasi utang dan memperkuat ekonomi keluarganya. Dan dari ketekunannya, lahirlah sebuah kisah inspiratif yang kini mengharumkan nama Kabupaten Gowa di tingkat nasional.
‎Sebab, zakat yang dikelola dengan amanah bukan hanya meringankan beban mereka yang membutuhkan, tetapi juga menyalakan kesempatan agar suatu hari mereka mampu berdiri tegak di atas kaki sendiri.
‎#BAZNASMenguatkanIndonesia #CahayaZakat #BAZNASGowa
BERITA15/10/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BTB BAZNAS Gowa Hadir Menguatkan bagi Penyintas Kebakaran di Je’nemadinging
‎GOWA – Musibah kebakaran yang menimpa Mawar, seorang ibu yang menjadi kepala keluarga dengan dua anak usia sekolah, menyisakan duka sekaligus tantangan untuk kembali menata kehidupan. Di tengah situasi yang tidak mudah itu, kepedulian dan uluran tangan menjadi harapan yang menguatkan langkahnya untuk bangkit.
‎Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kabupaten Gowa menyalurkan Bantuan Tanggap Bencana kepada mustahik Mawar di Dusun Baddo-baddo, Desa Je’nemadinging, Kecamatan Pattallassang, Selasa (14/10/2026).
‎Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Komandan BTB BAZNAS Gowa, Syamsul Anwar dan Tim BTB, bersama Sekretaris Desa Je’nemadinging, Hj. Juriati. Kehadiran tim BTB BAZNAS Gowa tidak hanya membawa bantuan berupa kebutuhan pokok dan dana tunai, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan dukungan moral bagi keluarga yang tengah berupaya melewati masa sulit pascakebakaran.
‎Respons cepat ini berawal dari laporan kejadian kebakaran yang diterima tim BTB BAZNAS Gowa dari Pemerintah Desa Je’nemadinging. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim segera melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Je’nemadinging, H. Rusmin Nuryadin, sebelum bergerak mengunjungi lokasi kejadian untuk melihat kondisi korban sekaligus menyalurkan bantuan.
‎Langkah cepat tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Gowa untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan pertolongan, terutama ketika musibah datang secara tiba-tiba dan mengganggu kehidupan sehari-hari.
‎Bagi Mawar, yang memikul tanggung jawab sebagai kepala keluarga sekaligus mendampingi tumbuh kembang dua anaknya yang masih bersekolah, musibah kebakaran bukan hanya menghadirkan kehilangan, tetapi juga menambah beban dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Dalam kondisi seperti ini, dukungan dari berbagai pihak menjadi berarti untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan dasar sembari perlahan-lahan memulihkan keadaan.
‎Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan bantuan dana tunai. Paket sembako diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, sementara bantuan dana tunai dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan mendesak selama masa pemulihan setelah musibah.
‎Lebih dari sekadar bantuan materi, kehadiran BTB BAZNAS Gowa membawa pesan bahwa Mawar dan keluarganya tidak menghadapi masa sulit ini sendirian. Kepedulian yang diberikan menjadi pengingat bahwa di tengah ujian kehidupan, masih ada tangan-tangan yang bersedia membantu dan harapan yang dapat terus dirawat.
‎Melalui aksi tanggap bencana ini, BAZNAS Gowa menegaskan pentingnya respons kemanusiaan yang cepat, tepat, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sinergi antara BAZNAS dan Pemerintah juga menjadi wujud nyata bahwa kepedulian bersama memiliki peran penting dalam meringankan beban warga yang tertimpa bencana.
‎Dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Hadirkan Harapan bagi Sesama
‎Penyaluran bantuan kepada Mawar menjadi salah satu gambaran nyata kebermanfaatan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dan disalurkan melalui BAZNAS. Dana ZIS tidak hanya menjadi bentuk ibadah dan kepedulian umat, tetapi juga menjadi instrumen solidaritas sosial yang dapat membantu masyarakat menghadapi situasi sulit, termasuk ketika bencana datang tanpa diduga.
‎Melalui pengelolaan dan penyaluran dana ZIS yang tepat sasaran, bantuan dapat menjangkau para mustahik yang membutuhkan, membantu memenuhi kebutuhan dasar, serta mendukung proses pemulihan kehidupan mereka setelah tertimpa musibah.
‎Di balik setiap bantuan yang disalurkan, ada kepedulian para Muzaki dan Munfik yang dititipkan untuk menghadirkan manfaat bagi sesama. Semoga bantuan ini menjadi penguat bagi Mawar dan kedua anaknya untuk kembali menata kehidupan, menumbuhkan harapan, dan melangkah menuju hari esok yang lebih baik.
‎BAZNAS Gowa — Menguatkan Kepedulian, Menghadirkan Harapan, dan Menebar Manfaat bagi Sesama.
‎#BaznasMenguatkanIndonesia #CahayaZakat
BERITA14/10/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Gowa Hadirkan Harapan bagi Nenek Rulli Korban Kebakaran di Buakkang
‎‎GOWA – Di usia senja, ketika seharusnya hari-hari dilalui dengan tenang dan penuh kehangatan, Nenek Rulli (76 tahun) justru harus menghadapi ujian berat. Musibah kebakaran yang menimpa rumah tinggalnya di Dusun Kaluarrang, Desa Buakkang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, telah menghadirkan duka sekaligus tantangan untuk kembali menata kehidupan.‎
‎Di tengah situasi sulit tersebut, kepedulian dan uluran tangan sesama menjadi secercah harapan. Baznas Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kabupaten Gowa hadir menyalurkan bantuan kepada Nenek Rulli pada Selasa, 13 Oktober 2026, sebagai bentuk kepedulian terhadap mustahik yang tertimpa musibah.
‎Bantuan diserahkan langsung oleh Komandan BTB BAZNAS Kabupaten Gowa, Syamsul Anwar, bersama Tim BTB, didampingi Kepala Dusun Kaluarrang Pemerintah Desa Buakkang, Syahruddin Dg Situru.
‎Adapun bantuan yang disalurkan berupa dana tunai dan paket sembako. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok Nenek Rulli sehari-hari, terutama dalam masa pemulihan pascakebakaran yang telah mengubah kehidupan dan kesehariannya.
‎Bagi sebagian orang, bantuan berupa uang tunai dan bahan kebutuhan pokok mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi seorang nenek berusia 76 tahun yang sedang berjuang bangkit setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran, bantuan tersebut memiliki arti yang jauh lebih dalam. Ada kepedulian yang menguatkan, ada perhatian yang menenangkan, dan ada harapan yang perlahan tumbuh di tengah kesulitan.
‎Kehadiran Tim BTB BAZNAS Kabupaten Gowa tidak sekadar membawa bantuan materi, tetapi juga menjadi wujud nyata bahwa Nenek Rulli tidak sendiri dalam menghadapi ujian kehidupan. Di saat musibah merenggut rasa aman dan menghadirkan ketidakpastian, kepedulian sesama menjadi pengingat bahwa masih ada tangan-tangan yang terulur untuk membantu.
‎Penyaluran bantuan ini juga mencerminkan komitmen BAZNAS Kabupaten Gowa untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, khususnya para mustahik yang mengalami kondisi darurat akibat bencana. Melalui program BAZNAS Tanggap Bencana, bantuan diupayakan dapat menjangkau mereka yang membutuhkan pertolongan, sekaligus meringankan beban dalam menghadapi masa-masa sulit.
‎Lebih dari sekadar bantuan, ada pesan kemanusiaan yang ingin disampaikan: bahwa kepedulian tidak mengenal usia, jarak, maupun keadaan. Bahwa di balik setiap musibah, selalu ada kesempatan bagi sesama untuk saling menguatkan. Dan bahwa sekecil apa pun bantuan yang diberikan dengan tulus, dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi mereka yang sedang berjuang memulai kembali kehidupannya.
‎Dari musibah yang menyisakan duka, tumbuh harapan melalui kepedulian dan kebersamaan. Semoga bantuan yang diterima dapat meringankan beban Nenek Rulli, menguatkan langkahnya dalam menjalani masa pemulihan, serta menjadi pengingat bahwa kasih sayang dan kepedulian sesama masih senantiasa hadir.
‎Pada akhirnya, inilah salah satu kebermanfaatan zakat, infak, dan sedekah: mengubah kepedulian menjadi pertolongan nyata, menghadirkan harapan bagi mereka yang tertimpa musibah, serta meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh para muzaki dan munfik serta para dermawan, kebaikan dapat menjangkau mereka yang membutuhkan uluran tangan.‎
‎Karena zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang menghadirkan harapan. Infak bukan hanya tentang berbagi, tetapi juga tentang menguatkan. Dan sedekah bukan sekadar kebaikan, melainkan bukti bahwa kepedulian mampu menyentuh hati, meringankan beban, dan menumbuhkan kembali harapan di tengah ujian kehidupan.
‎BAZNAS Kabupaten Gowa — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Menghadirkan Harapan.
‎#BaznasMenguatkanIndonesia #CahayaZakat
BERITA14/10/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Hadiri Rakornas 2026, Dukung Target Pengumpulan ZIS-DSKL Rp 70 Triliun di Tahun 2027
JAKARTA — Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 yang berlangsung di Grand Mercure Jakarta Kemayoran, Selasa (13/10/2026) dengan mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”. Pembukaan kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh nasional dan perwakilan negara sahabat, di antaranya Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani, S.Sos., M.Si., Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattar. Serta beberapa jajaran petinggi BAZNAS RI lainnya.
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Gowa yang hadir terdiri atas Wakil Ketua I H. Suharli, , Wakil Ketua II Munawir, Wakil Ketua III Muis Fadli, dan Wakil Ketua IV Rudi Salam,. Kehadiran mereka merupakan bagian partisipasi BAZNAS GOWA dalam upaya memperkuat koordinasi dan menyelaraskan kebijakan pengelolaan zakat di tingkat daerah dengan arah kebijakan nasional.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menekankan pentingnya kerja keras, profesionalisme, serta kolaborasi seluruh jajaran BAZNAS untuk meningkatkan penghimpunan dan pemanfaatan dana umat. Ia menyampaikan target penghimpunan ZIS nasional sebesar Rp70 triliun pada 2027, meningkat dari target Rp66 triliun pada 2026. Target tersebut diharapkan dapat dicapai melalui sinergi BAZNAS dengan pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serta lembaga amil zakat.
Sodik mengatakan, target tersebut sekaligus menjadi arah bagi seluruh pengelola zakat di Indonesia untuk memperkuat penghimpunan dan mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat secara produktif dan berdampak luas.
Sodik menyampaikan, target ini hanya dapat dicapai bila seluruh BAZNAS daerah bergerak bersama, didukung pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serta lembaga amil zakat mitra.
"Dengan arahan Ketua MPR tadi, serta dukungan dari Bapak Presiden RI seperti yang selama ini diberikan kepada BAZNAS, kerja keras dan kerja cerdas , kita semua yakin BAZNAS dapat menjadi kekuatan nyata dalam mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan bangsa. Setiap penerima manfaat adalah saudara kita yang sedang kita bantu bangkit, dari mustahik menjadi muzaki," kata Sodik.
Rakornas BAZNAS 2026 diikuti oleh perwakilan BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia, dengan jumlah peserta sekitar 1.300 orang. Rangkaian acara tersebut juga diisi dengan dua sesi Zakat Strategic Talks bersama para Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.Ε., Μ.Μ., Μ.Η., Wakil Ketua DPR RI Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., Μ.Η., Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Novyan Bakrie, serta Menteri Investasi dan Kepala Danantara Rosan Perkasa Roeslani, B.A., Μ.Β.Α.
Pada Kamis, 15 Oktober, Rakornas BAZNAS 2026 akan ditutup dengan pembacaan Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan Bangsa, lalu dilanjutkan dengan Grand BAZNAS Awards 2026. Resolusi tersebut, bersama strategi yang disepakati di setiap komisi, adalah hasil utama yang kami targetkan dari Rakornas ini.
Bagi BAZNAS Kabupaten Gowa, Rakornas ini diharapkan menghasilkan arahan strategis yang dapat diterapkan secara konkret dalam pengelolaan ZIS di daerah. Peningkatan efektivitas penghimpunan, ketepatan sasaran penyaluran, penguatan tata kelola, transparansi, serta peningkatan kualitas program pemberdayaan menjadi sejumlah aspek yang diharapkan memperoleh perhatian.
Para pimpinan BAZNAS Kabupaten Gowa berharap hasil Rakornas tidak berhenti pada kesepakatan dan rekomendasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah kerja yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat Kabupaten Gowa, khususnya para mustahik dan kaum yang membutuhkan uluran tangan.
Melalui partisipasi dalam Rakornas ini, BAZNAS Kabupaten Gowa berkomitmen untuk terus memperkuat pengelolaan zakat yang profesional, amanah, transparan, dan akuntabel, sekaligus memastikan dana ZIS yang dipercayakan masyarakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berdampak nyata.
BERITA14/10/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS RI Distribusikan Paket Makanan Siap Saji bagi 3.500 Warga Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendistribusikan 875 paket makanan keluarga siap saji dengan porsi besar bagi 3.500 pengungsi yang terdampak krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan masyarakat Palestina yang masih menghadapi keterbatasan akses kebutuhan dasar.
Setiap paket makanan siap saji terdiri atas satu nampan besar nasi dan satu ekor ayam utuh. Satu paket tersebut diperuntukkan bagi satu keluarga yang terdiri dari empat orang.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan, pendistribusian tersebut ditujukan untuk membantu warga Palestina memenuhi kebutuhan makanan yang hingga saat ini sulit diakses.
"Kondisi Palestina hingga saat ini masih dalam keadaan keprihatinan. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar pun masih sangat sulit, termasuk di wilayah utara Jalur Gaza. BAZNAS berharap bantuan ini bisa turut meringankan beban mereka," ujar Sodik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Lebih lanjut, Sodik mengatakan, bantuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS menyalurkan amanah masyarakat Indonesia melalui zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan makanan ini menjadi salah satu hal yang perlu diprioritaskan dalam situasi krisis kemanusiaan.
"Solidaritas masyarakat Indonesia untuk Palestina masih sangat dibutuhkan. Setiap bantuan yang dipercayakan kepada BAZNAS memiliki amanah untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi mereka yang membutuhkan. Karena itu, kami terus mengupayakan penyaluran bantuan secara tepat sasaran, termasuk untuk masyarakat yang terdampak krisis kemanusiaan di Palestina," ujarnya.
Bantuan tersebut disambut bahagia masyarakat Palestina, mulai dari anak-anak hingga warga lanjut usia. Sejumlah penerima manfaat menyampaikan rasa syukur atas makanan siap saji yang diberikan rakyat Indonesia melalui BAZNAS.
Seorang ibu yang berada di pengungsian bersama anak-anaknya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS dan masyarakat Indonesia. "Bantuan makanan ini sangat kami butuhkan. Kalian (rakyat Indonesia dan BAZNAS) telah membahagiakan anak-anak kami. Kami saat ini tidak ada pemasukan, tapi Alhamdulillah kalian masih mengingat kami," ujarnya.
Hal serupa disampaikan seorang perempuan lanjut usia yang telah lama tinggal di pengungsian. Ia berharap bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina dapat terus diberikan.
"Semoga Allah memberkahi kalian (BAZNAS dan rakyat Indonesia) yang telah menyediakan makanan hangat ini. Demi Allah, kondisi kami di sini sangat sulit. Kami berharap bantuan ini dapat terus berlanjut. Kami sudah lanjut usia dan tidak mampu mendapatkan obat-obatan, makanan maupun minuman. Tidak ada kehidupan yang layak dan kami tidak memiliki apa-apa saat ini," ucapnya.
BERITA07/10/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BTB BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan Tanggap Bencana Bagi Warga Terdampak Kebakaran di Malino
‎GOWA — Musibah kebakaran yang menghanguskan rumah warga di Jalan A. Colleng, Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong menyisakan duka dan kehilangan bagi para korban. Di tengah kondisi tersebut, kepedulian dan perhatian hadir untuk meringankan beban warga yang terdampak.
‎Jumat, 2 Oktober 2026, Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kabupaten Gowa turun langsung ke lokasi untuk menyerahkan bantuan tanggap bencana kepada tiga mustahik terdampak kebakaran, masing-masing Keluarga Ibu Mariama, Keluarga Ibu Saniasa, dan Keluarga Bapak Wiwit Agus.
‎Bantuan tersebut diserahkan oleh Komandan BTB BAZNAS Kabupaten Gowa, Syamsul Anwar, bersama tim BTB Rifyal Sabir dan Dzulkifli, didampingi Lurah Malino, Ni'ma Faradillah.
‎Kehadiran tim di lokasi bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan rasa kepedulian kepada warga yang sedang menghadapi masa sulit. Bagi para korban, musibah yang terjadi secara tiba-tiba tentu meninggalkan kesedihan, terlebih ketika tempat tinggal yang menjadi ruang untuk bernaung dan menyimpan berbagai kenangan harus terdampak oleh kobaran api.
‎Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Kamis, 1 Oktober 2026, sekitar pukul 11.00 WITA. Kobaran api menghanguskan rumah warga dan menyebabkan para penghuni harus menghadapi kehilangan serta kebutuhan mendesak pascabencana.
‎Dalam situasi seperti ini, bantuan kemanusiaan menjadi sangat berarti. Tidak hanya dari sisi materi, tetapi juga sebagai pesan bahwa para korban tidak berjalan sendiri dalam menghadapi cobaan.
‎Melalui program BTB, BAZNAS Kabupaten Gowa berupaya hadir di tengah masyarakat ketika terjadi bencana dan kondisi darurat. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan kebutuhan para mustahik serta menjadi penyemangat untuk kembali bangkit setelah musibah.
‎Kehadiran Lurah Malino bersama Tim BTB BAZNAS Gowa juga menunjukkan pentingnya sinergi antara lembaga pengelola zakat dan pemerintah di tingkat kelurahan dalam merespons kondisi masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
‎Musibah memang tidak dapat diprediksi. Namun, kepedulian dapat menjadi kekuatan bagi mereka yang sedang kehilangan. Di balik setiap bantuan yang disalurkan, terdapat amanah dari masyarakat yang menitipkan zakat, infak, dan sedekahnya untuk memberikan manfaat kepada sesama.
‎BAZNAS Kabupaten Gowa terus berkomitmen mengelola dana umat berupa zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara amanah, tepercaya, transparan, dan tepat sasaran, sehingga setiap rupiah yang dititipkan masyarakat dapat disalurkan kepada mereka yang membutuhkan dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan mustahik.
‎Dari kepedulian umat, hadir harapan. Dari zakat, infak, dan sedekah, tumbuh kekuatan untuk saling menguatkan dan bangkit bersama.
‎#ZakatMenguatkanIndonesia #CahayaZakat
BERITA05/10/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Serahkan Bantuan Pendayagunaan di HUT ke-37 Desa Bontolangkasa Selatan
Gowa, 28 September 2026 — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-37 Desa Bontolangkasa Selatan, Kecamatan Bontonompo, tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan dan kebersamaan masyarakat desa. Di tengah kemeriahan perayaan, terselip harapan baru bagi dua warga yang mendapat bantuan pendayagunaan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa.
‎Bertempat di Lapangan Bolton, Senin (28/9/2026), BAZNAS Kabupaten Gowa menyerahkan bantuan usaha kepada dua mustahik, yakni Rahmat Hidayat melalui program Z Mart dan Difani melalui program Z Chicken. Keduanya merupakan warga Desa Bontolangkasa Selatan.
‎Bagi Rahmat dan Difani, bantuan tersebut bukan sekadar bantuan berupa sarana usaha. Lebih dari itu, bantuan ini menjadi sebuah kesempatan untuk kembali menata langkah, membangun kemandirian, dan membuka harapan agar kehidupan keluarga mereka dapat bergerak ke arah yang lebih baik.
‎Penyerahan bantuan dilakukan oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Gowa, Rudi Salam, didampingi Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan Syamsul Anwar. Turut hadir Camat Bontonompo Syahrir Salam, Kepala Desa Bontolangkasa Selatan Naim Sulaiman, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
‎Suasana penyerahan bantuan menjadi salah satu bagian yang bermakna dalam rangkaian peringatan HUT desa tersebut. Di tengah masyarakat yang berkumpul merayakan bertambahnya usia desa, dua warga menerima dukungan untuk memulai atau mengembangkan usaha mereka.
‎Program Z Mart dan Z Chicken merupakan bentuk pendayagunaan zakat yang diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga mendorong mustahik agar memiliki sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan.
‎Harapannya, bantuan yang diterima Rahmat dan Difani dapat menjadi awal dari perjalanan baru. Dari sebuah bantuan, tumbuh usaha. Dari usaha, lahir penghasilan. Dan dari penghasilan, perlahan terbuka jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri.
‎Momentum HUT ke-37 Desa Bontolangkasa Selatan pun terasa semakin berarti. Perayaan usia desa tidak hanya dirayakan dengan kebersamaan, tetapi juga dengan menghadirkan kepedulian kepada warga yang membutuhkan.
‎Di Lapangan Bolton, pesan sederhana itu kembali terasa: bahwa pembangunan sebuah desa bukan hanya tentang jalan, fasilitas, atau angka-angka pertumbuhan, tetapi juga tentang bagaimana warganya saling menguatkan dan memastikan tidak ada yang berjalan sendirian.
‎Bantuan BAZNAS Kabupaten Gowa kepada Rahmat dan Difani menjadi bagian kecil dari ikhtiar tersebut—menanam harapan melalui pemberdayaan, agar para penerima manfaat kelak tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi juga dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri dan berdaya.
‎#BaznasMenguatkanIndonesia #CahayaZakat
BERITA02/10/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Respons Cepat BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Gowa Bantu Korban Kebakaran di Rappodaeng Kec. Bungaya
GOWA, 29 September 2026 — Musibah kebakaran yang terjadi pada Selasa dini hari, 29 September 2026, menyisakan duka bagi Bapak Sanai, seorang mustahik warga Rappodaeng, Kelurahan Sapaya, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa. Rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh bersama keluarga hangus terbakar dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.00 WITA.
‎Di tengah kondisi tersebut, Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) Baznas Kabupaten Gowa bergerak cepat memberikan bantuan tanggap bencana kepada Sanai. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Komandan BTB BAZNAS Gowa, Syamsul Anwar, bersama Tim BTB, dengan didampingi Pemerintah Kelurahan Sapaya, Lurah Sapaya Hidayat, serta Satpol PP setempat.
‎Kehadiran tim di lokasi bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan dukungan moral kepada korban yang sedang menghadapi masa sulit.
‎Musibah kebakaran yang terjadi ketika sebagian besar warga masih terlelap itu menghanguskan rumah Sanai. Dalam waktu singkat, tempat tinggal yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya berubah menjadi puing-puing.
‎Informasi mengenai musibah tersebut diterima Tim BTB Baznas Gowa dari Pemerintah Kelurahan Sapaya. Saat itu, Tim BTB Baznas Gowa tengah berada dalam perjalanan menjalankan tugas kemanusiaan lainnya, yakni menyalurkan bantuan tanggap bencana kepada korban kebakaran di Baturappe, Kecamatan Biringbulu.
‎Begitu menerima laporan adanya kebakaran di Rappodaeng, Tim BTB Baznas Gowa tidak menunggu lama. Tim segera merespons laporan tersebut dan bergerak menuju lokasi untuk melihat langsung kondisi korban sekaligus menyalurkan bantuan yang dibutuhkan.
‎Gerak cepat tersebut menjadi bagian dari komitmen BTB Baznas Gowa untuk hadir sedekat mungkin dengan masyarakat yang tertimpa musibah, khususnya para mustahik yang membutuhkan dukungan pada situasi darurat.
‎Bagi Sanai, bantuan yang datang di tengah kondisi sulit itu bukan hanya tentang apa yang diserahkan, tetapi juga tentang rasa bahwa dirinya tidak menghadapi musibah seorang diri. Ada kepedulian yang datang mengetuk pintu di saat tempat tinggalnya telah kehilangan bentuknya.
‎Bantuan tanggap bencana yang disalurkan BTB Baznas Gowa merupakan salah satu bentuk manfaat dari pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dipercayakan masyarakat melalui BAZNAS. Dana yang dihimpun tersebut kemudian disalurkan kembali kepada mereka yang berhak menerima manfaat, termasuk masyarakat yang mengalami musibah dan berada dalam kondisi membutuhkan.
‎Melalui aksi kemanusiaan seperti ini, zakat, infak, dan sedekah tidak hanya menjadi nilai kebaikan yang tersimpan, tetapi hadir secara nyata dalam kehidupan masyarakat—menjadi bantuan bagi mereka yang kehilangan, menjadi penguat bagi mereka yang sedang berduka, dan menjadi tanda bahwa kepedulian sesama masih terus menyala.
‎Di Rappodaeng, ketika api telah padam dan menyisakan luka, bantuan itu menjadi salah satu bentuk penguat bagi Sanai untuk menata kembali kehidupannya.
‎BTB Baznas Gowa hadir untuk kemanusiaan, karena di balik setiap dana ZIS yang ditunaikan masyarakat, ada harapan yang dapat kembali dinyalakan bagi mereka yang membutuhkan.
‎#BaznasMenguagkanIndonesia #CahayaZakat
BERITA29/09/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Dari Baturappe Menembus Pegunungan Ke Sapaya: Langkah Cepat BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Gowa untuk Korban Kebakaran
GOWA, 29/9/2026 — Kepedulian tidak mengenal jarak. Ketika musibah datang dan membutuhkan pertolongan, langkah untuk hadir di tengah warga menjadi bagian penting dari kemanusiaan.
Semangat itulah yang ditunjukkan Tim BTB (Baznas Tanggap Bencana) BAZNAS Kabupaten Gowa pada Selasa, 29 September 2026. Setelah menyalurkan bantuan tanggap bencana kepada warga korban kebakaran di Desa Baturappe, Kecamatan Biringbulu, tim kembali bergerak menuju wilayah lain setelah menerima laporan adanya kebakaran rumah warga di Rappodaeng, Kelurahan Sapaya, Kecamatan Bungaya.
Tim BTB BAZNAS Gowa yang dikomandoi Syamsul Anwar selaku Komandan BTB Baznas Gowa sebelumnya tengah menjalankan misi kemanusiaan di Desa Baturappe. Bantuan disalurkan kepada keluarga korban kebakaran, yakni keluarga Syamsuddin Dg Ngawing dan Ihsan Tahir Dg Sangka.
Namun, dalam perjalanan pulang dari Baturappe, laporan lain datang dari Pemerintah Kelurahan Sapaya, Kecamatan Bungaya. Informasi tersebut menyebutkan bahwa seorang warga di Rappodaeng juga mengalami musibah kebakaran pada dini hari.
Laporan itu segera dikonfirmasi oleh Tim BTB BAZNAS Gowa.
Tanpa menunggu lama, tim memutuskan untuk mengubah arah perjalanan. Rute pulang yang semestinya membawa mereka kembali menuju wilayah perkotaan beralih menjadi perjalanan menuju Rappodaeng.
Jarak dan kondisi medan tidak menjadi alasan untuk menunda kehadiran.
Tim harus kembali menempuh jalur pegunungan dan perbukitan yang menghubungkan wilayah Kecamatan Biringbulu dan Kecamatan Bungaya. Jalan yang berliku, menanjak, menurun, serta sejumlah ruas yang cukup curam harus dilalui demi satu tujuan: memastikan warga yang sedang tertimpa musibah tidak merasa sendirian.
Perjalanan tersebut menjadi gambaran bahwa bagi tim kebencanaan, kecepatan respons bukan hanya tentang seberapa cepat kendaraan tiba di lokasi. Lebih dari itu, respons cepat adalah tentang kemauan untuk segera bergerak ketika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Hingga sore hari, Tim BTB BAZNAS Gowa akhirnya tiba di Rappodaeng, Kelurahan Sapaya, Kecamatan Bungaya.
Di lokasi, tim mendapati warga bernama Dg Sanai yang menjadi korban kebakaran rumah. Kedatangan tim menjadi bentuk nyata perhatian dan kepedulian kepada warga yang sedang menghadapi masa sulit setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat musibah.
Di tengah suasana duka, kehadiran tim membawa pesan sederhana namun berarti: ada yang datang, ada yang peduli, dan ada yang bersedia berjalan bersama warga melewati masa sulit.
Bagi korban bencana, bantuan mungkin tidak serta-merta menghapus kesedihan atas apa yang telah hilang. Namun, uluran tangan dan kehadiran orang-orang yang datang membantu dapat menjadi penguat bahwa mereka tidak menghadapi musibah seorang diri.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan peran BTB BAZNAS Gowa dalam merespons laporan kebencanaan di wilayah Kabupaten Gowa, termasuk ketika lokasi bencana berada jauh di pelosok dan harus ditempuh melalui medan pegunungan serta jalanan yang curam.
Bagi Tim BTB BAZNAS Gowa, setiap laporan bencana adalah panggilan kemanusiaan.
Dari satu lokasi bencana menuju lokasi lainnya, dari jalan yang mudah dilalui hingga jalur pegunungan yang penuh tantangan, langkah terus bergerak. Sebab, di balik setiap laporan kebakaran, ada keluarga yang sedang kehilangan, ada warga yang membutuhkan penguatan, dan ada harapan yang perlu dijaga.
Di Rappodaeng sore itu, perjalanan panjang Tim BTB Baznas Gowa kembali bermuara pada satu hal: kepedulian yang diwujudkan dengan hadir secara langsung di tengah masyarakat.
Bukan sekadar datang membawa bantuan, tetapi datang membawa rasa bahwa di tengah musibah, kemanusiaan masih mengetuk pintu dan tangan-tangan kepedulian masih terulur.
#BAZNASMenguatkanIndonesia #CahayaZakat
BERITA29/09/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Di Tengah Puing Kebakaran, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Gowa Hadir Membawa Kepedulian untuk Warga Baturappe Biringbulu
GOWA, 29/9/2026 — Di saat sebagian orang masih terlelap dalam ketenangan, dua keluarga di Dusun Baturappe, Desa Baturappe, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, harus menghadapi kenyataan pahit. Rumah panggung yang selama ini menjadi tempat berlindung dan berkumpul bersama keluarga, habis dilalap api dalam musibah kebakaran yang terjadi pada Senin, 28 September 2026.
‎Dua rumah warga terdampak dalam peristiwa tersebut. Masing-masing merupakan rumah panggung milik keluarga Bapak Syamsuddin dan Bapak Ihsan Tahir. Dalam sekejap, tempat yang menyimpan banyak kenangan itu berubah menjadi puing dan menyisakan duka bagi keluarga yang menghuninya.
‎Namun, di tengah kesedihan tersebut, kepedulian datang. Sehari setelah musibah terjadi, Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Baznas Kabupaten Gowa bergerak menuju lokasi untuk memberikan bantuan tanggap bencana kepada kedua keluarga terdampak.
‎Pada Selasa, 29 September 2026, bantuan diserahkan langsung oleh Komandan BTB BAZNAS Gowa, Bapak Syamsul Anwar, bersama jajaran Tim BTB. Penyerahan bantuan turut didampingi oleh Pemerintah Desa Baturappe, yakni Kepala Desa Baturappe, Bapak M. Basri Rewa, bersama Sekretaris Desa Baturappe, Bapak Nursalim.
‎Kehadiran tim bukan sekadar menyerahkan bantuan. Di balik setiap bantuan yang diberikan, ada pesan bahwa para korban tidak sendiri dalam menghadapi masa sulit.
‎Bagi keluarga Syamsuddin dan keluarga Ihsan Tahir, bantuan tersebut mungkin tidak serta-merta mengembalikan rumah yang telah terbakar. Namun, kepedulian yang hadir di tengah musibah menjadi penguat bahwa masih ada tangan-tangan yang peduli dan masyarakat yang tidak membiarkan mereka menghadapi cobaan seorang diri.
‎Perjalanan menuju lokasi juga menjadi bagian dari komitmen BTB BAZNAS Gowa untuk terus hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Bahkan hingga ke pelosok desa di Kabupaten Gowa, ketika musibah datang dan warga membutuhkan pertolongan.
‎“Sigap dalam merespons bencana dan hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan” menjadi semangat yang terus dibawa oleh Tim BTB BAZNAS Gowa dalam menjalankan tugas kemanusiaannya.
‎Bantuan yang disalurkan kepada kedua keluarga tersebut juga merupakan bagian dari pemanfaatan dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) yang dikelola BAZNAS Kabupaten Gowa. Dana tersebut merupakan dana umat yang dipercayakan kepada BAZNAS untuk dikelola dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak dan membutuhkan.
‎Karena itu, setiap bantuan yang sampai kepada mustahik bukan sekadar angka atau paket bantuan. Di dalamnya terdapat amanah dari para muzaki dan masyarakat yang telah menitipkan ZIS melalui BAZNAS
‎Amanah tersebut kemudian kembali kepada umat, terutama mereka yang sedang berada dalam kondisi sulit, tertimpa musibah, dan membutuhkan uluran tangan.
‎Musibah kebakaran memang telah menghanguskan dua rumah di Dusun Baturappe. Tetapi dari tengah puing-puing itu, tumbuh sebuah pesan kemanusiaan: bahwa kepedulian tidak mengenal jarak.
‎Dari pusat Kabupaten Gowa hingga pelosok desa, BTB BAZNAS Gowa berupaya hadir ketika masyarakat membutuhkan. Sebab, dalam setiap musibah, yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan untuk meringankan beban, tetapi juga kehadiran dan keyakinan bahwa mereka tidak berjalan sendirian.
‎Dan di Baturappe, Selasa itu, kepedulian datang mengetuk pintu dua keluarga yang sedang berduka—membawa bantuan, membawa amanah umat, sekaligus membawa harapan untuk kembali bangkit.
‎#BaznasMenguatkanIndonesia #CahayaZakat
BERITA29/09/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Menjawab Keraguan Publik dan Menjaga Standarisasi WTP, BAZNAS Gowa Perkuat Transparansi Pengelolaan dan Penyaluran ZIS
GOWA — Kepercayaan publik dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tidak cukup dibangun melalui pernyataan, tetapi harus dibuktikan melalui tata kelola, pencatatan, audit, dan laporan penyaluran yang dapat dipertanggungjawabkan. Prinsip inilah yang terus dijaga BAZNAS Kabupaten Gowa dalam mengelola amanah dana umat sepanjang 2026.
Upaya ini terus diarusutamakan oleh BAZNAS Gowa guna memastikan seluruh alokasi program bantuan keumatan tetap konsisten berpijak pada standar akuntabilitas Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa, H. Abbas Alauddin, menegaskan bahwa ketepatan sasaran bagi para mustahik harus berjalan seiring dengan kepatuhan sistem pembukuan keuangan lembaga.
"Penyaluran dana ZIS tahun 2026 ini kami kawal secara ketat, mulai dari tahap verifikasi faktual penerima manfaat hingga pelaporan bukti transaksi di lapangan. Standar WTP yang telah kami capai harus terus hidup di setiap program, sehingga kepercayaan para muzaki yang menitipkan zakatnya tetap terjaga utuh," ujar Abbas di Sungguminasa, Gowa, Senin (28/9/2026).
Konsistensi tata kelola tersebut merujuk pada capaian Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 yang diaudit secara independen oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) IKHSAN.
Pada audit menyeluruh yang diserahkan Ketua Tim KAP IKHSAN, Ayu Puspitasari, pembukuan BAZNAS Gowa resmi dinyatakan Wajar Dalam Semua Hal Material.
Abbas menjelaskan, hasil audit independen tersebut menjadi standar kerja operasional bagi seluruh jajaran pimpinan dan staf amil pelaksana. Kepatuhan akuntansi diposisikan sebagai cerminan pelaksanaan prinsip 3A BAZNAS: aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI.
"Predikat WTP bukan sekadar pencapaian formalitas tahunan, melainkan pedoman harian bagi amil agar tidak lalai dalam mengelola uang umat. Baik untuk program zakat produktif, bedah rumah, maupun bantuan darurat kemanusiaan, semuanya wajib terdata dan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka," tegasnya.
Bersama para pimpinan BAZNAS Kab. Gowa yakni Wakil Ketua I Suharli, Wakil Ketua II Munawir, Wakil Ketua III Muis Fadli dan Wakil Ketua IV Rudi Salam, BAZNAS Gowa kini memprioritaskan sinkronisasi data penyaluran berbasis digital demi meminimalkan celah administrasi menjelang tutup buku akhir tahun 2026.
BERITA28/09/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Tim BAZNAS TANGGAP BENCANA (BTB) BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran di Bontoloe
GOWA, 25/9/2026 — Musibah kebakaran yang menghanguskan rumah dan seluruh harta benda milik Muh Kahir Bone di Dusun Lannara, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, menyisakan duka mendalam. Dalam sekejap, tempat tinggal yang selama ini menjadi tempat berlindung berubah menjadi puing-puing.
‎Kebakaran yang terjadi pada Kamis, 24 September 2026 itu menghanguskan seluruh bangunan rumah beserta isinya. Tidak hanya kehilangan tempat tinggal dan barang-barang berharga, sebuah sepeda motor milik Muh Kahir juga ikut terbakar dalam musibah tersebut.
‎Di tengah kesedihan itu, perhatian dan kepedulian hadir dari BAZNAS Kabupaten Gowa. Sehari setelah kejadian, Jumat, 25 September 2026, Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Gowa mendatangi langsung kediaman Muh Kahir untuk menyerahkan bantuan tanggap bencana.
‎ Bantuan tersebut diserahkan oleh Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kabupaten Gowa, Syamsul Anwar, didampingi Tim BTB. Turut hadir Camat Bontolempangan Budi Wahyudin Rachman bersama Sekretaris Desa Bontoloe Lahuddin Tayang.
‎Kehadiran tim BTB BAZNAS Gowa bukan sekadar menyerahkan bantuan. Lebih dari itu, kedatangan mereka menjadi pesan bahwa seorang mustahik yang sedang tertimpa musibah tidak sendirian menghadapi masa-masa sulit.
‎Di tengah sisa-sisa rumah yang terbakar, bantuan itu menjadi bentuk kepedulian sekaligus penguat bagi Muh Kahir dan keluarganya untuk kembali menata kehidupan. Bantuan yang diserahkan berupa Paket Sembako dan Bantuan Tunai senilai Rp.4,000,000,-
‎Musibah memang tidak dapat diputar kembali. Rumah yang telah terbakar tidak serta-merta dapat berdiri kembali dalam sehari. Namun, kepedulian yang diberikan di saat-saat sulit dapat menjadi energi untuk bangkit.
‎Bagi BAZNAS Gowa, kepedulian kepada mustahik tidak dibatasi oleh jarak. Dusun Lannara yang berada di wilayah Kecamatan Bontolempangan menjadi salah satu bukti bahwa layanan kemanusiaan BAZNAS berupaya menjangkau masyarakat hingga ke pelosok Kabupaten Gowa.
‎Melalui BAZNAS Tanggap Bencana, bantuan diupayakan hadir ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat dan membutuhkan uluran tangan. Kehadiran tersebut sekaligus menjadi wujud pengelolaan zakat yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh mereka yang membutuhkan.
‎Bagi Muh Kahir, Jumat itu mungkin bukan sekadar hari ketika bantuan datang. Di tengah puing-puing dan kehilangan yang masih begitu dekat, ada orang-orang yang memilih untuk datang, melihat langsung kondisinya, dan menunjukkan bahwa masih ada kepedulian di sekelilingnya.
‎Dari Dusun Lannara, pesan kemanusiaan itu kembali ditegaskan: BAZNAS Gowa hadir untuk mustahik, bahkan hingga ke pelosok Kabupaten Gowa.
‎Sebab, bagi mereka yang sedang tertimpa musibah, terkadang bantuan bukan hanya tentang apa yang diberikan. Kehadiran dan kepedulian di saat paling sulit juga menjadi kekuatan untuk kembali berdiri dan menatap hari esok.
‎#BaznasMenguatkanIndonesia #CahayaZakat
BERITA25/09/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan Rumah Layak Huni untuk Daeng Assa di Sapaya
GOWA, 25/9/2026 — Harapan baru hadir bagi Daeng Assa, seorang mustahik di Batu Napara, Kelurahan Sapaya, Kecamatan Bungaya. Rumah kayu yang selama ini menjadi tempatnya berteduh, dengan kondisi yang sudah lapuk dan dipenuhi tiang penyangga, sebentar lagi akan berganti menjadi hunian yang lebih layak dan aman.
‎Pada Jumat, 25 September 2026, Badan Amil Zakat Nasional (‎BAZNAS) Kabupaten Gowa menyalurkan bantuan Rumah Layak Huni ‎BAZNAS (RLHB) kepada Daeng Assa. Bantuan tersebut menjadi awal dari pembangunan rumah baru yang diharapkan dapat memberikan rasa aman, nyaman, sekaligus kehidupan yang lebih baik bagi penerimanya.
‎Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kabag Pendistribusian dan Pendayagunaan ‎BAZNAS Kabupaten Gowa, Syamsul Anwar, bersama Lurah Sapaya, Hidayat Mallewai, Pendamping Sosial Kementerian Sosial, Ashari AS, serta Tokoh Pemuda, Agussalim.
‎Bantuan RLHB ini bukan sekadar pembangunan sebuah rumah. Bagi Daeng Assa, bantuan tersebut merupakan jawaban atas harapan yang selama ini mungkin hanya tersimpan dalam doa.
‎Rumah kayu yang ditempatinya saat ini telah berada dalam kondisi memprihatinkan. Sejumlah bagian bangunan harus ditopang dengan banyak tiang agar tetap berdiri. Dinding dan struktur rumah yang telah dimakan usia membuat tempat yang seharusnya menjadi ruang untuk beristirahat dan berlindung justru menyimpan kekhawatiran, terutama ketika hujan deras dan angin kencang datang.
‎Kini, keadaan itu perlahan akan berubah.
‎Dengan diserahkannya bantuan RLHB, pembangunan rumah layak huni bagi Daeng Assa akan segera dimulai. Rumah baru tersebut diharapkan tidak hanya memiliki bangunan yang lebih kokoh, tetapi juga menghadirkan kembali rasa tenang dan martabat bagi penghuninya.
‎Kabag Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kabupaten Gowa, Syamsul Anwar, hadir langsung dalam penyerahan bantuan tersebut sebagai bagian dari komitmen Baznas Gowa dalam menyalurkan dana zakat kepada mereka yang berhak menerimanya.
‎Program RLHB menjadi salah satu bentuk nyata pendayagunaan zakat untuk membantu mustahik memenuhi kebutuhan dasar, khususnya tempat tinggal yang aman dan layak.
‎Kehadiran pemerintah kelurahan, pendamping sosial, serta tokoh pemuda dalam proses penyerahan bantuan juga menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat membutuhkan kebersamaan. Bantuan yang diberikan melalui ‎BAZNAS Gowa menjadi lebih bermakna ketika mendapat dukungan dan perhatian dari berbagai unsur di lingkungan masyarakat.
‎Bagi Daeng Assa, akan dimulainya pembangunan rumah ini tentu membawa kebahagiaan tersendiri. Setelah sekian lama hidup di bawah atap rumah kayu yang reot dan harus disangga dengan tiang-tiang penopang, kini ia memiliki kesempatan untuk menempati rumah yang lebih kokoh.
‎Rumah itu nantinya bukan hanya sekadar bangunan berdinding dan beratap. Di sanalah Daeng Assa dapat menjalani hari dengan perasaan lebih aman. Di sanalah ia bisa beristirahat tanpa terus dihantui kekhawatiran akan kondisi rumah yang sewaktu-waktu dapat mengalami kerusakan.
‎Dari sebuah rumah sederhana di Batu Napara, kisah Daeng Assa menjadi pengingat bahwa zakat tidak hanya berbicara tentang angka dan nominal. Ketika dikelola dan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, zakat dapat menjelma menjadi rumah, menjadi rasa aman, dan menjadi harapan.
‎Pembangunan RLHB Daeng Assa pun segera dimulai. Setiap batu, dan material lainnya yang nantinya tersusun menjadi rumah baru akan menjadi bagian dari cerita tentang kepedulian—bahwa masih ada tangan-tangan yang bersedia membantu dan masih ada harapan yang dapat tumbuh dari tengah keterbatasan.
‎Bagi Daeng Assa, rumah baru itu kelak mungkin sederhana. Namun di dalam kesederhanaannya, akan ada sesuatu yang jauh lebih berharga: rasa aman untuk pulang dan harapan untuk menatap hari esok dengan lebih tenang.
‎#ZakatMenguatkanIndonesia #CahayaZakat
BERITA25/09/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan Modal Usaha kepada Mustahik Penyandang Disabilitas
GOWA, 22/9/2026 — Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan terus diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa melalui penyaluran bantuan modal usaha kepada mustahik. Kali ini, bantuan diberikan kepada Suriadi, warga Dusun Kampung Parang, Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, yang merupakan penyandang disabilitas fisik sekaligus pelaku usaha rumahan.
‎Bantuan modal usaha tersebut disalurkan langsung oleh Amil BAZNAS Kabupaten Gowa, Rifyal Sabir, Irwan Zakir, dan Dzulkifli, bersama Pendamping Rehabilitasi Sosial (PRS) Kasmawati, Pj. Kepala Desa Panciro Asram Suhendra, Babinsa Desa Panciro Hasan, Bhabinkamtibmas (Bimmas) Desa Panciro Ahmad Zubair, serta Kepala Dusun Kampung Parang.
‎Suriadi diketahui memiliki usaha sederhana berupa pembuatan dan penjualan keripik emping. Produk tersebut dipasarkan ke sejumlah warung yang berada di sekitar tempat tinggalnya. Dalam menjalankan usaha sehari-hari, Suriadi mendapat dukungan dari sang istri yang turut membantu proses produksi hingga pemasaran.
‎Di tengah keterbatasan fisik yang dimilikinya, Suriadi tetap berupaya mempertahankan produktivitas dan kemandirian ekonomi keluarganya. Usaha membuat keripik emping menjadi salah satu ikhtiar yang dijalankan untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membuka peluang agar keluarganya dapat memiliki sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan.
‎Melalui bantuan modal usaha ini, BAZNAS Kabupaten Gowa berharap Suriadi dapat mengembangkan usahanya secara bertahap. Tambahan modal diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan produksi, meningkatkan jumlah produk yang dihasilkan, serta memperluas pemasaran keripik emping ke lebih banyak warung dan konsumen.
‎Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Gowa dalam memastikan zakat dapat memberikan manfaat nyata dan tepat sasaran bagi para mustahik. Bantuan diberikan berdasarkan hasil pendataan dan assessment terhadap kondisi serta kebutuhan penerima manfaat.
‎Proses tersebut dilakukan melalui rekomendasi Pendamping Rehabilitasi Sosial (PRS) Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Gowa. Pendamping melakukan pendataan serta assessment untuk mengetahui kondisi sosial dan ekonomi Suriadi, termasuk kebutuhan yang dapat mendukung keberlangsungan usaha yang telah dijalankannya.
‎Kolaborasi antara BAZNAS, Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa, Pemerintah Desa, unsur kewilayahan, dan pendamping sosial menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan tidak hanya tersalurkan, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat. Kehadiran berbagai pihak dalam penyaluran ini sekaligus mencerminkan adanya sinergi dalam mendukung masyarakat agar dapat berdaya dan menjalani kehidupan secara lebih mandiri.
‎BAZNAS Kabupaten Gowa terus mendorong agar penyaluran zakat dapat memberikan dampak pemberdayaan bagi mustahik. Bantuan modal usaha menjadi salah satu bentuk ikhtiar agar zakat tidak hanya hadir untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat mendukung penerima manfaat dalam membangun kemandirian ekonomi sesuai dengan potensi yang dimiliki.
‎BAZNAS Kabupaten Gowa melakukan pengelolaan zakat secara profesional, akuntabel, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariat Islam serta ketentuan peraturan perundang-undangan. Melalui tata kelola tersebut, zakat diharapkan dapat disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para mustahik di Kabupaten Gowa.
‎#ZakatMenguatkanIndonesia #CahayaZakat
BERITA23/09/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan untuk Abil, Seorang Anak Disabilitas di Pannujuang
GOWA, 22/9/2026 — Di sebuah rumah sederhana di Pannujuang, Desa Kalemandalle, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Selasa, 22 September 2026, sebuah kepedulian hadir membawa harapan bagi keluarga Muhammad Abil Sidiq.
Abil berusia 7 tahun dengan disabilitas fisik berupa lumpuh layu yang dialaminya sejak lahir, menjadi salah satu mustahik yang mendapat perhatian dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga yang membutuhkan, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan perawatan Abil.
Bantuan yang disalurkan berupa bantuan tunai mustahik dan paket sembako. Bantuan tersebut diserahkan oleh staf amil yang diutus BAZNAS Kabupaten Gowa, yakni Rifyal Sabir, Irwan Zakir, dan Dzulkifli, bersama Pendamping Rehabilitasi Sosial (PRS) Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Kasmawati.
Kedatangan mereka bukan sekadar membawa bantuan. Ada pesan kepedulian yang ingin disampaikan: bahwa di tengah keterbatasan yang dihadapi, Abil dan keluarganya tidak berjalan sendiri.
Abil sebelumnya telah didata dan direkomendasikan oleh Pendamping Rehabilitasi Sosial untuk mendapatkan bantuan dari BAZNAS Kabupaten Gowa. Data tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memastikan bantuan zakat dapat sampai kepada masyarakat yang memang membutuhkan.
Bantuan diterima langsung oleh kedua orang tua Abil. Bantuan tunai tersebut nantinya akan digunakan untuk memenuhi berbagai keperluan perawatan Abil, sementara paket sembako diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari keluarga.
Di balik perjuangan merawat Abil, ada sosok ayah yang terus berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya. Sang ayah bekerja membantu tetangganya berjualan ikan di tempat pelelangan ikan. Pekerjaan tersebut dijalani sebagai ikhtiar untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendampingi tumbuh kembang Abil.
Kondisi itu menggambarkan perjuangan banyak keluarga yang hidup dalam keterbatasan. Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan sehari-hari harus dibagi untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, termasuk kebutuhan perawatan anak disabilitas yang memiliki kebutuhan khusus.
Bagi keluarga Abil, bantuan yang datang mungkin tidak serta-merta menyelesaikan seluruh persoalan. Namun, bantuan tersebut menjadi tanda bahwa masih ada kepedulian yang hadir ketika keluarga sedang membutuhkan.
Setiap paket sembako dan bantuan tunai yang diterima bukan hanya memiliki nilai secara materi. Di dalamnya terdapat perhatian, empati, dan harapan agar Abil tetap mendapatkan perawatan yang layak serta keluarganya sedikit lebih ringan dalam menjalani hari-hari.
Melalui penyaluran bantuan tersebut, BAZNAS Kabupaten Gowa kembali menunjukkan peran zakat sebagai salah satu instrumen kepedulian sosial. Zakat tidak hanya berbicara tentang angka dan jumlah bantuan, tetapi juga tentang bagaimana kepedulian dapat menjangkau mereka yang membutuhkan hingga ke pelosok desa.
Di rumah sederhana itu, harapan tumbuh dari sesuatu yang sederhana pula. Sebuah bantuan mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang, tetapi bagi keluarga Abil, bantuan tersebut berarti dukungan untuk terus merawat dan mendampingi buah hati mereka.
Dan bagi Abil, perhatian yang datang hari itu menjadi pengingat bahwa di tengah keterbatasannya, masih ada tangan-tangan yang bersedia membantu dan hati yang peduli.
Sebab pada akhirnya, kepedulian bukan hanya tentang seberapa besar yang diberikan, tetapi tentang kesediaan untuk hadir bagi mereka yang sedang membutuhkan.
#ZakatMenguatkanIndonesia #CahayaZakat
BERITA23/09/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Serahkan Bantuan PEU kepada 10 Mustahik melalui Program Kampung Zakat
‎GOWA — Harapan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat terus diwujudkan melalui kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa.
‎Sebanyak 10 mustahik di Desa Bontomanai, Kecamatan Bajeng Barat, sebagai penerima Bantuan Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) dalam rangka pelaksanaan Program Kampung Zakat Tahun 2026. Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Kamis (17/9/2026).
‎Bantuan tersebut akan diberikan kepada para mustahik yang sebelumnya telah melalui proses verifikasi bersama berdasarkan rekomendasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa melalui Program Kampung Zakat.
‎Desa Bontomanai Kecamatan Bajeng Barat merupakan salah satu lokasi yang telah ditentukan oleh Kementerian Agama sebagai lokasi pelaksanaan Program Kampung Zakat Tahun 2026. Melalui program tersebut, bantuan zakat diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat penerima manfaat agar memiliki peluang untuk berkembang secara ekonomi.
‎Dalam penyerahan simbolis tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Gowa, Munawir, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, H. Jamaris, menyerahkan bantuan PEU kepada Kepala KUA Kecamatan Bajeng Barat, Aldam Rajab.
‎Selanjutnya, bantuan tersebut akan disalurkan kepada 10 mustahik yang telah diverifikasi dan ditetapkan sebagai penerima manfaat Program Kampung Zakat Tahun 2026 di Desa Bontomanai, Kecamatan Bajeng Barat.
‎Bagi para penerima, bantuan ini bukan sekadar dukungan materi. Di balik bantuan tersebut terdapat harapan agar mustahik dapat memanfaatkannya sebagai modal untuk memperkuat usaha dan perlahan membangun kemandirian ekonomi keluarga.
‎Program pemberdayaan ekonomi umat melalui zakat juga menjadi wujud nyata bahwa zakat dapat dikelola secara produktif untuk menghadirkan manfaat yang lebih berkelanjutan. Para mustahik diharapkan tidak hanya terbantu dalam memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan taraf kehidupan di masa mendatang.
‎Penyerahan bantuan PEU ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan Impact & Collaboration Forum Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia.
‎Kolaborasi antara BAZNAS dan Kementerian Agama tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan program pemberdayaan zakat berjalan tepat sasaran, mulai dari proses identifikasi, verifikasi penerima, hingga penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
‎Dengan hadirnya Program Kampung Zakat di Desa Bontomanai, zakat diharapkan dapat terus tumbuh sebagai kekuatan sosial dan ekonomi yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk bangkit, berkembang, dan menjadi lebih mandiri.
‎Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Kamis, 17 September 2026.
‎#BaznasMenguatkanIndonesia #CahayaZakat
BERITA17/09/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Terima Kunjungan Kerja Komisi III DPRD Kab. Soppeng dan BAZNAS Soppeng
GOWA, 17/9/2026— Upaya memperkuat tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) terus didorong melalui kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarlembaga. Hal tersebut tergambar dalam kunjungan kerja Komisi III DPRD Kabupaten Soppeng bersama BAZNAS Kabupaten Soppeng ke Kantor BAZNAS Kabupaten Gowa, Kamis (17/9/2026).
Rombongan diterima langsung oleh jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Gowa bersama Anggota DPRD Kabupaten Gowa di Aula Kantor BAZNAS Kabupaten Gowa.
Dari Komisi III DPRD Kabupaten Soppeng, hadir Ketua Komisi III, H. Andi Wadeng, bersama Anggota Komisi III Abdul Kadir, Rusdiaman Tahir, dan Sumarni. Sementara dari BAZNAS Kabupaten Soppeng, rombongan diwakili Ketua BAZNAS Kabupaten Soppeng, Satturi.
Kunjungan tersebut diterima Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa H. Abbas Alauddin bersama Wakil Ketua II Munawir, Wakil Ketua III Muis Fadli, dan Wakil Ketua IV Rudi Salam. Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Gowa Syaharuddin Dg Mone dan Andi Lukman Dg Naba.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi ruang untuk saling bertukar informasi mengenai pengelolaan zakat sekaligus memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan lembaga pengelola zakat.
Salah satu fokus utama kunjungan adalah membahas akselerasi dan koordinasi antara Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), khususnya dalam membangun sinergi pengelolaan zakat di Kabupaten Gowa.
Selain itu, rombongan juga menggali informasi mengenai capaian pengumpulan dan penyaluran ZIS yang telah dilakukan BAZNAS Kabupaten Gowa.
Bagi lembaga pengelola zakat, capaian penghimpunan bukan sekadar persoalan angka. Di balik dana ZIS yang terkumpul, terdapat amanah masyarakat yang harus dikelola secara transparan, tepat sasaran, dan mampu menghadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.
Karena itu, pertukaran pengalaman antardaerah menjadi bagian penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada para muzaki maupun mustahik.
Kunjungan Komisi III DPRD Kabupaten Soppeng bersama BAZNAS Kabupaten Soppeng ini juga menjadi momentum untuk melihat secara langsung praktik pengelolaan ZIS di BAZNAS Kabupaten Gowa, mulai dari aspek koordinasi kelembagaan hingga upaya memastikan penyaluran zakat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui komunikasi dan kolaborasi antarlembaga, diharapkan pengelolaan ZIS di masing-masing daerah dapat terus berkembang, sehingga potensi zakat yang bersumber dari masyarakat mampu dioptimalkan untuk mendukung kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat.
Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara BAZNAS, LAZ, DPRD, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun ekosistem pengelolaan zakat yang semakin kuat, amanah, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
#BaznasMenguatkanIndonesia #CahayaZakat
BERITA17/09/2026 | Humas BAZNAS Gowa

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Gowa.
Lihat Daftar Rekening →