WhatsApp Icon
Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama

Gowa - Dapur Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menjadi saksi semangat para relawan dan masyarakat, termasuk di antaranya Mashita, penyintas gempa yang berprofesi sebagai seorang guru di Pondok Pesantren Pancasila Reok yang memilih tetap mengulurkan tangan, meskipun masih diselimuti duka akibat gempa.

Warga Desa Salama,Kecamatan Reok (Reo), Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur itu harus menerima kenyataan pahit rumah tempatnya bernaung Bersama keluarga harus hancur akibat gempa. Kedua orang tuanya pun masih bertahan di posko pengungsian karena belum memungkinkan kembali ke rumah.

Saat gempa terjadi, Mashita sedang berada di Pondok Pesantren Pancasila Reok, tempatnya mengajar. Ketika tanah berguncang hebat, ia bersama para santri berhamburan mencari tempat aman. Dalam keadaan panik, Mashita memilih memastikan para santri selamat sebelum memikirkan keselamatan dirinya.

Setelah semua santri berkumpul di tempat terbuka, barulah pikirannya tertuju kepada kedua orang tuanya di rumah. Ia segera menghubungi mereka dan bersyukur mengetahui keduanya selamat. Bagi Mashita, rumah yang rusak masih bisa dibangun kembali, sementara keselamatan keluarga jauh lebih berharga.

Di tengah kondisi itu, Mashita tidak memilih berdiam diri. Saat BAZNAS membuka dapur umum di Pondok Pesantren Pancasila Reok, Mashita ikut menjadi relawan. Setiap pagi selepas salat Subuh, ia bersama relawan lainnya menyiapkan makanan untuk para penyintas.

Sebanyak 250 porsi makanan disiapkan setiap harinya untuk segara didistribusikan ke kampung dan posko mandiri yang belum mendapatkan bantuan atau logistiknya belum masuk. 

Bagi Mashita, seporsi makanan bukan sekadar bantuan pangan, tetapi juga bentuk kepedulian bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit.

"Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada BAZNAS yang sudah menyediakan dapur umum. Ini sangat membantu, baik bagi warga sekitar maupun bagi saya pribadi," ujar Mashita.

Sebagai penyintas, Mashita memahami betul bagaimana rasanya kehilangan rasa aman. Namun, pengalaman itu justru membuatnya semakin terdorong membantu warga lain yang mengalami kondisi serupa.

"Walaupun rumah saya terdampak dan sebagian runtuh, semangat saya tidak akan pernah runtuh untuk membantu teman-teman yang juga terdampak. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain," katanya.

Menurutnya, dapur umum BAZNAS menjadi ruang untuknya dan warga NTT bangkit. Ia tidak hanya menerima bantuan sebagai penyintas, tetapi juga ikut membantu menyiapkan dan menyalurkan bantuan bagi warga lainnya.

Rumahnya mungkin belum bisa kembali seperti semula. Kedua orang tuanya pun masih berada di posko. Namun, di tengah kehilangan itu, Mashita memilih tetap bergerak.

Dari dapur umum BAZNAS, Mashita belajar bahwa bangkit tidak selalu berarti kembali memiliki rumah yang utuh. Terkadang, bangkit berarti tetap mampu mengulurkan tangan kepada sesama, meski diri sendiri sedang berada dalam keterbatasan.

"Harapan saya ke depan ada uluran tangan dari para dermawan yang ikhlas membantu para penyintas gempa. Bantuan tersebut tidak harus sekaligus, tetapi bisa diberikan secara perlahan, bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk teman-teman lain yang rumah dan kehidupannya terdampak gempa," ucapnya.

27/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Tamalalang Timur

Gowa, 24 Agustus 2026 — Musibah kebakaran yang menghanguskan rumah seorang mustahik, Ibu H. Dg Ngagi, di Tamalalang Timur, Desa Tamannyeleng, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, mendapat perhatian dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa.

Pada Senin, 24 Agustus 2026, bantuan bagi korban kebakaran tersebut diserahkan langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Gowa. Hadir dalam penyaluran tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa, Drs. H. Abbas Alauddin, S.H., M.M., Wakil Ketua I Dr. Suharli, Lc., MA, Wakil Ketua II Munawir, S.Pdi, serta Wakil Ketua IV Rudi Salam, S.Kep., Ns., M.Kep. Penyerahan bantuan turut didampingi oleh Pj. Kepala Desa Tamannyeleng, Juriah, S.E.

Kedatangan jajaran BAZNAS bukan sekadar untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan kehadiran lembaga zakat di tengah masyarakat yang sedang menghadapi ujian.

Musibah kebakaran tersebut terjadi pada 16 Agustus 2026 sekitar pukul 19.55 WITA. Saat kejadian, Ibu H. Dg Ngagi berada di rumah bersama anak dan seorang cucunya. Kobaran api dengan cepat menghanguskan rumah hingga menyebabkan tempat tinggal tersebut mengalami kerusakan berat dan tidak dapat lagi digunakan sebagaimana mestinya.

Bagi sebuah keluarga, kehilangan rumah bukan hanya kehilangan bangunan dan harta benda. Rumah merupakan tempat berlindung, tempat berkumpul bersama keluarga, sekaligus ruang menyimpan berbagai kenangan kehidupan. Karena itu, musibah yang dialami Ibu H. Dg Ngagi menjadi beban yang tidak ringan.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan yang disalurkan BAZNAS Kabupaten Gowa diharapkan dapat sedikit meringankan beban dan memberikan kekuatan kepada keluarga korban untuk bangkit kembali.

Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa, Drs. H. Abbas Alauddin, S.H., M.M., bersama jajaran pimpinan menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari amanah umat yang dipercayakan kepada BAZNAS untuk dikelola dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

BAZNAS Kabupaten Gowa senantiasa berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari umat secara amanah, transparan, dan tepat sasaran. Setiap dana yang dihimpun dari masyarakat diupayakan memberikan manfaat nyata bagi para mustahik, termasuk masyarakat yang menghadapi kondisi darurat dan musibah.

Penyaluran bantuan kepada korban kebakaran ini menjadi salah satu wujud nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat hadir sebagai kekuatan sosial untuk membantu sesama.

Melalui dana umat yang dikelola secara bertanggung jawab, BAZNAS tidak hanya menjalankan fungsi penghimpunan dan penyaluran zakat, tetapi juga berupaya menghadirkan kepedulian di saat masyarakat membutuhkan uluran tangan.

Pj. Kepala Desa Tamannyeleng, Juriah, S.E., yang turut mendampingi penyaluran, juga menjadi bagian dari sinergi antara BAZNAS dan pemerintah desa dalam memastikan bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Bagi Ibu H. Dg Ngagi dan keluarganya, bantuan tersebut mungkin tidak serta-merta mengembalikan rumah yang telah hangus. Namun, kehadiran dan kepedulian yang diberikan menjadi pesan bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi musibah.

Semangat gotong royong dan kepedulian seperti inilah yang diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat. Zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban dan pemberian, tetapi juga dapat menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan mereka yang memiliki kemampuan dengan saudara-saudara yang sedang membutuhkan.

BAZNAS Kabupaten Gowa pun mengajak masyarakat untuk terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar dapat dikelola secara profesional, amanah, transparan, dan disalurkan kepada mustahik yang berhak.

Dari sebuah musibah, tumbuh sebuah harapan. Dari kepedulian umat, hadir kekuatan untuk membantu keluarga yang sedang berjuang. Dan dari amanah dana ZIS, BAZNAS Kabupaten Gowa terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

BAZNAS Gowa — Menguatkan Kepedulian, Menebar Manfaat, dan Menghadirkan Harapan bagi Sesama.

24/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Gowa
Dari Bantuan Modal Usaha Menjadi Kemandirian: Kisah Mustahik, Bangkit dan Tumbuh dengan Berjualan Kue

Gowa, 14 Agustus 2026 — Sebuah pesan suara sederhana datang kepada BAZNAS Kabupaten Gowa. Suara seorang perempuan terdengar penuh rasa syukur, mengabarkan bahwa bantuan yang diterimanya beberapa waktu lalu telah membawa perubahan berarti dalam kehidupan dan usahanya.

“Assalamualaikum, berkat bantuannya, Alhamdulillah tidak ada lagi pinjaman hari-hariku. Ini modalnya berguna untuk saya, terima kasih banyak,” demikian ungkapan Nurbayanti Dg Tonji melalui pesan suara yang diterima BAZNAS Kabupaten Gowa, Jumat, 14 Agustus 2026.

‎Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Namun bagi Nurbayanti, kalimat tersebut adalah gambaran dari sebuah perjuangan panjang. Bantuan modal usaha yang diterimanya pada 8 Juli 2026 kini telah membantunya menjalankan usaha tanpa harus kembali bergantung pada pinjaman untuk memenuhi kebutuhan modal dagang.

‎Nurbayanti Dg Tonji, warga Pancana, Desa Julukanaya, Kecamatan Pallangga, merupakan salah satu mustahik yang menerima Bantuan Modal Usaha dari BAZNAS Kabupaten Gowa. Ia menjalankan usaha penganan atau kue yang dijual secara berkeliling, menyusuri kompleks dan perkampungan untuk menawarkan dagangannya kepada masyarakat.

‎Bagi usaha kecil seperti yang dijalankan Nurbayanti, modal bukan sekadar angka. Modal adalah kesempatan untuk kembali berproduksi, membeli bahan baku, membuat dagangan, dan membawa pulang penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

‎Begitu bantuan diterimanya, Nurbayanti tidak menggunakannya untuk keperluan lain. Seluruh bantuan modal tersebut langsung dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku usaha yang dijalaninya.

‎Dari bahan baku itu, lahirlah penganan yang kemudian ia bawa berkeliling. Sedikit demi sedikit, modal berputar menjadi barang dagangan, barang dagangan menjadi penghasilan, dan penghasilan kembali menjadi modal untuk mempertahankan usaha.

‎Di situlah nilai sebuah bantuan modal usaha terlihat. Bantuan yang mungkin tampak sederhana bagi sebagian orang, dapat menjadi sangat berarti bagi pelaku usaha kecil yang setiap hari berjuang mempertahankan penghidupan.

‎Bagi Nurbayanti, bantuan tersebut bukan hanya membantu membeli bahan baku. Lebih jauh, bantuan itu memberinya ruang untuk bernapas—ruang untuk menjalankan usaha tanpa terus dibayangi kewajiban pinjaman.

‎Kabar bahwa kini ia tidak lagi harus bergantung pada pinjaman menjadi sebuah kabar bahagia sekaligus pengingat bahwa pemberdayaan mustahik membutuhkan proses. Ketika bantuan diberikan dalam bentuk modal yang tepat dan dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, zakat tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi dapat menjadi jalan menuju kemandirian.

‎Kisah Nurbayanti juga menjadi bukti bahwa di balik dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat, terdapat harapan yang dapat tumbuh menjadi perubahan nyata. Ada bahan baku yang terbeli, ada dagangan yang diproduksi, ada pembeli yang dilayani, ada penghasilan yang diperoleh, dan pada akhirnya ada keluarga yang dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang.

‎BAZNAS Kabupaten Gowa terus berkomitmen mengelola dana umat berupa zakat, infak, dan sedekah secara amanah, transparan, terpercaya, serta tepat sasaran, sesuai dengan ketentuan dan prinsip pengelolaan zakat. Setiap amanah yang dititipkan masyarakat diupayakan agar memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada mereka yang berhak menerimanya.

‎Pemberian bantuan kepada mustahik bukan semata tentang menyerahkan sejumlah dana. Di dalamnya terdapat tanggung jawab untuk memastikan bantuan benar-benar menyentuh kebutuhan penerima dan mampu mendorong perbaikan kehidupan.

‎Pesan suara Nurbayanti pada Jumat itu menjadi salah satu cerita kecil dari ikhtiar besar tersebut.

‎Dari Pancana, seorang perempuan menjalankan usahanya dari kompleks ke kompleks dan dari perkampungan ke perkampungan. Dengan modal yang diberikan, ia terus berjualan. Dan hari ini, ia mengabarkan sebuah pencapaian yang sangat berarti: tidak lagi bergantung pada pinjaman untuk menjalankan usahanya.

‎Semoga langkah kecil Nurbayanti menjadi inspirasi bahwa kebaikan yang ditunaikan melalui zakat, infak, dan sedekah dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi bagi mustahik.

‎Sebab, pada akhirnya, keberhasilan sebuah bantuan bukan hanya ketika bantuan itu sampai kepada penerima, tetapi ketika bantuan tersebut mampu mengantarkan penerimanya untuk berdiri lebih tegak, berusaha lebih mandiri, dan perlahan keluar dari ketergantungan.

‎#CahayaZakat #BaznasMenguatkanIndonesia

14/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Dua Kecamatan, Hadir di Tengah Warga yang Membutuhkan

GOWA, 11/08/2026 — Musibah kebakaran tidak hanya meninggalkan kerusakan pada rumah dan harta benda, tetapi juga menyisakan duka serta tantangan bagi keluarga yang menjadi korban. Di tengah kondisi tersebut, kehadiran bantuan menjadi penguat agar mereka tidak merasa menghadapi musibah seorang diri.

‎Sebagai lembaga filantropi yang menghimpun dan mengelola dana umat, BAZNAS Kabupaten Gowa kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana kebakaran di dua lokasi berbeda, yakni Kecamatan Bontonompo dan Kecamatan Somba Opu.

‎Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada para mustahik sekaligus upaya meringankan beban keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.

‎Penyaluran pertama dilakukan kepada Mustahik Dadi (Dabi Dg Ngintang), warga Kababorong, Desa Romanglasa, Kecamatan Bontonompo. Bantuan berupa dana dan paket sembako diserahkan langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Gowa, Munawir, bersama Kepala Desa Romanglasa, Murhadi Dg Ngerang, 10/08/2026.

‎Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga korban, terutama di tengah kondisi pascakebakaran yang membutuhkan banyak perhatian dan pemulihan.

‎Dari Bontonompo, kepedulian BAZNAS Gowa juga menyentuh warga terdampak kebakaran di wilayah Kecamatan Somba Opu. Bantuan disalurkan kepada Mustahik Rusli, yang berdomisili di Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kelurahan Bonto Bontoa, Kecamatan Somba Opu, 11/08/2026.

‎Bantuan diserahkan oleh Kabag Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Gowa, Syamsul Anwar, bersama pihak Pemerintah Kelurahan Bonto Bontoa, Syamsuddin dan Desi.

‎Dua penyaluran tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak berhenti pada satu wilayah. BAZNAS Gowa terus berupaya hadir di berbagai pelosok Kabupaten Gowa, menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang sedang menghadapi kondisi darurat akibat bencana.

‎Bagi korban kebakaran, bantuan yang diterima mungkin terlihat sederhana. Namun, di balik dana dan paket sembako tersebut terdapat pesan kemanusiaan yang jauh lebih besar: bahwa masih ada kepedulian, masih ada tangan yang membantu, dan mereka tidak sendirian dalam menghadapi cobaan.

‎Kehadiran BAZNAS Gowa di tengah masyarakat juga tidak terlepas dari kepercayaan para Muzaki dan masyarakat yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dana yang dititipkan tersebut dikelola untuk kemudian disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

‎Sebagai lembaga filantropi, BAZNAS Kabupaten Gowa berkomitmen menjaga amanah dana umat dengan prinsip amanah, transparan, tepercaya, dan tepat sasaran. Setiap bantuan diupayakan diberikan kepada Mustahik yang memenuhi kriteria, sehingga manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

‎Penyaluran bantuan bencana juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS untuk memastikan dana umat dapat hadir secara nyata dalam berbagai situasi kehidupan masyarakat, baik dalam kondisi normal maupun ketika warga menghadapi musibah.

‎Dari satu rumah ke rumah lainnya, dari pusat wilayah hingga pelosok desa dan kelurahan, BAZNAS Gowa terus membawa semangat bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu menghadirkan harapan bagi sesama.

‎Melalui kepedulian para muzaki dan pengelolaan yang bertanggung jawab, BAZNAS Gowa berupaya memastikan bahwa setiap amanah yang dititipkan dapat kembali kepada umat dalam bentuk manfaat yang nyata.

‎#CahayaZakat

11/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Kab.Gowa Hadiri Rapat Persiapan Tausiyah, Zikir dan Doa Kebangsaan

GOWA — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gowa menghadiri rapat persiapan kegiatan Tausiyah, Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gowa, Selasa (11/8/2026).

Rapat berlangsung di Kantor Kemenag Kabupaten Gowa dengan melibatkan berbagai unsur pimpinan, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan Islam di Kabupaten Gowa.

Sejumlah tokoh dan pejabat yang hadir di antaranya Kapolresta Gowa, Dandim 1409 Gowa, Ketua MUI Kabupaten Gowa, Ketua Baznas Kabupaten Gowa, Ketua FKUB Kabupaten Gowa, serta pimpinan ormas Islam se-Kabupaten Gowa.

Dalam rapat tersebut disepakati, kegiatan Tausiyah, Zikir dan Doa Kebangsaan akan dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, setelah salat Ashar.

Kegiatan akan dipusatkan di Masjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa dengan target kehadiran mencapai sekitar 5.000 jamaah.

Peserta yang diharapkan hadir berasal dari berbagai elemen, mulai dari aparatur sipil, TNI, Polri, majelis taklim, organisasi kemasyarakatan Islam, hingga masyarakat umum.

Selain zikir dan doa bersama, kegiatan tersebut juga akan diisi tausiyah oleh dai kondang Ustaz Das’ad Latif.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gowa, H. Jamaris, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum untuk bersama-sama memanjatkan doa demi kebaikan Kabupaten Gowa sekaligus memperlihatkan kekompakan berbagai elemen masyarakat.

“Silakan hadiri kegiatan ini dan laksanakan doa bersama agar Kabupaten Gowa semakin baik. Kita tunjukkan kekompakan kita dari berbagai elemen,” kata H. Jamaris.

Melalui kegiatan Tausiyah, Zikir dan Doa Kebangsaan ini, berbagai elemen di Kabupaten Gowa diharapkan dapat berkumpul dan memperkuat kebersamaan melalui doa bersama.

Kegiatan tersebut akan digelar Jumat, 14 Agustus 2026, setelah salat Ashar di Masjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, dengan target 5.000 jamaah.

11/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Gowa

Berita Terbaru

Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama
Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama
Gowa - Dapur Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menjadi saksi semangat para relawan dan masyarakat, termasuk di antaranya Mashita, penyintas gempa yang berprofesi sebagai seorang guru di Pondok Pesantren Pancasila Reok yang memilih tetap mengulurkan tangan, meskipun masih diselimuti duka akibat gempa. Warga Desa Salama,Kecamatan Reok (Reo), Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur itu harus menerima kenyataan pahit rumah tempatnya bernaung Bersama keluarga harus hancur akibat gempa. Kedua orang tuanya pun masih bertahan di posko pengungsian karena belum memungkinkan kembali ke rumah. Saat gempa terjadi, Mashita sedang berada di Pondok Pesantren Pancasila Reok, tempatnya mengajar. Ketika tanah berguncang hebat, ia bersama para santri berhamburan mencari tempat aman. Dalam keadaan panik, Mashita memilih memastikan para santri selamat sebelum memikirkan keselamatan dirinya. Setelah semua santri berkumpul di tempat terbuka, barulah pikirannya tertuju kepada kedua orang tuanya di rumah. Ia segera menghubungi mereka dan bersyukur mengetahui keduanya selamat. Bagi Mashita, rumah yang rusak masih bisa dibangun kembali, sementara keselamatan keluarga jauh lebih berharga. Di tengah kondisi itu, Mashita tidak memilih berdiam diri. Saat BAZNAS membuka dapur umum di Pondok Pesantren Pancasila Reok, Mashita ikut menjadi relawan. Setiap pagi selepas salat Subuh, ia bersama relawan lainnya menyiapkan makanan untuk para penyintas. Sebanyak 250 porsi makanan disiapkan setiap harinya untuk segara didistribusikan ke kampung dan posko mandiri yang belum mendapatkan bantuan atau logistiknya belum masuk. Bagi Mashita, seporsi makanan bukan sekadar bantuan pangan, tetapi juga bentuk kepedulian bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit. "Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada BAZNAS yang sudah menyediakan dapur umum. Ini sangat membantu, baik bagi warga sekitar maupun bagi saya pribadi," ujar Mashita. Sebagai penyintas, Mashita memahami betul bagaimana rasanya kehilangan rasa aman. Namun, pengalaman itu justru membuatnya semakin terdorong membantu warga lain yang mengalami kondisi serupa. "Walaupun rumah saya terdampak dan sebagian runtuh, semangat saya tidak akan pernah runtuh untuk membantu teman-teman yang juga terdampak. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain," katanya. Menurutnya, dapur umum BAZNAS menjadi ruang untuknya dan warga NTT bangkit. Ia tidak hanya menerima bantuan sebagai penyintas, tetapi juga ikut membantu menyiapkan dan menyalurkan bantuan bagi warga lainnya. Rumahnya mungkin belum bisa kembali seperti semula. Kedua orang tuanya pun masih berada di posko. Namun, di tengah kehilangan itu, Mashita memilih tetap bergerak. Dari dapur umum BAZNAS, Mashita belajar bahwa bangkit tidak selalu berarti kembali memiliki rumah yang utuh. Terkadang, bangkit berarti tetap mampu mengulurkan tangan kepada sesama, meski diri sendiri sedang berada dalam keterbatasan. "Harapan saya ke depan ada uluran tangan dari para dermawan yang ikhlas membantu para penyintas gempa. Bantuan tersebut tidak harus sekaligus, tetapi bisa diberikan secara perlahan, bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk teman-teman lain yang rumah dan kehidupannya terdampak gempa," ucapnya.
BERITA27/08/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Tamalalang Timur
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Tamalalang Timur
Gowa, 24 Agustus 2026 — Musibah kebakaran yang menghanguskan rumah seorang mustahik, Ibu H. Dg Ngagi, di Tamalalang Timur, Desa Tamannyeleng, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, mendapat perhatian dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa. Pada Senin, 24 Agustus 2026, bantuan bagi korban kebakaran tersebut diserahkan langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Gowa. Hadir dalam penyaluran tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa, Drs. H. Abbas Alauddin, S.H., M.M., Wakil Ketua I Dr. Suharli, Lc., MA, Wakil Ketua II Munawir, S.Pdi, serta Wakil Ketua IV Rudi Salam, S.Kep., Ns., M.Kep. Penyerahan bantuan turut didampingi oleh Pj. Kepala Desa Tamannyeleng, Juriah, S.E. Kedatangan jajaran BAZNAS bukan sekadar untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan kehadiran lembaga zakat di tengah masyarakat yang sedang menghadapi ujian. Musibah kebakaran tersebut terjadi pada 16 Agustus 2026 sekitar pukul 19.55 WITA. Saat kejadian, Ibu H. Dg Ngagi berada di rumah bersama anak dan seorang cucunya. Kobaran api dengan cepat menghanguskan rumah hingga menyebabkan tempat tinggal tersebut mengalami kerusakan berat dan tidak dapat lagi digunakan sebagaimana mestinya. Bagi sebuah keluarga, kehilangan rumah bukan hanya kehilangan bangunan dan harta benda. Rumah merupakan tempat berlindung, tempat berkumpul bersama keluarga, sekaligus ruang menyimpan berbagai kenangan kehidupan. Karena itu, musibah yang dialami Ibu H. Dg Ngagi menjadi beban yang tidak ringan. Di tengah kondisi tersebut, bantuan yang disalurkan BAZNAS Kabupaten Gowa diharapkan dapat sedikit meringankan beban dan memberikan kekuatan kepada keluarga korban untuk bangkit kembali. Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa, Drs. H. Abbas Alauddin, S.H., M.M., bersama jajaran pimpinan menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari amanah umat yang dipercayakan kepada BAZNAS untuk dikelola dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Kabupaten Gowa senantiasa berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari umat secara amanah, transparan, dan tepat sasaran. Setiap dana yang dihimpun dari masyarakat diupayakan memberikan manfaat nyata bagi para mustahik, termasuk masyarakat yang menghadapi kondisi darurat dan musibah. Penyaluran bantuan kepada korban kebakaran ini menjadi salah satu wujud nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat hadir sebagai kekuatan sosial untuk membantu sesama. Melalui dana umat yang dikelola secara bertanggung jawab, BAZNAS tidak hanya menjalankan fungsi penghimpunan dan penyaluran zakat, tetapi juga berupaya menghadirkan kepedulian di saat masyarakat membutuhkan uluran tangan. Pj. Kepala Desa Tamannyeleng, Juriah, S.E., yang turut mendampingi penyaluran, juga menjadi bagian dari sinergi antara BAZNAS dan pemerintah desa dalam memastikan bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Bagi Ibu H. Dg Ngagi dan keluarganya, bantuan tersebut mungkin tidak serta-merta mengembalikan rumah yang telah hangus. Namun, kehadiran dan kepedulian yang diberikan menjadi pesan bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi musibah. Semangat gotong royong dan kepedulian seperti inilah yang diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat. Zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban dan pemberian, tetapi juga dapat menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan mereka yang memiliki kemampuan dengan saudara-saudara yang sedang membutuhkan. BAZNAS Kabupaten Gowa pun mengajak masyarakat untuk terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar dapat dikelola secara profesional, amanah, transparan, dan disalurkan kepada mustahik yang berhak. Dari sebuah musibah, tumbuh sebuah harapan. Dari kepedulian umat, hadir kekuatan untuk membantu keluarga yang sedang berjuang. Dan dari amanah dana ZIS, BAZNAS Kabupaten Gowa terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Gowa — Menguatkan Kepedulian, Menebar Manfaat, dan Menghadirkan Harapan bagi Sesama.
BERITA24/08/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Dari Bantuan Modal Usaha Menjadi Kemandirian: Kisah Mustahik, Bangkit dan Tumbuh dengan Berjualan Kue
Dari Bantuan Modal Usaha Menjadi Kemandirian: Kisah Mustahik, Bangkit dan Tumbuh dengan Berjualan Kue
Gowa, 14 Agustus 2026 — Sebuah pesan suara sederhana datang kepada BAZNAS Kabupaten Gowa. Suara seorang perempuan terdengar penuh rasa syukur, mengabarkan bahwa bantuan yang diterimanya beberapa waktu lalu telah membawa perubahan berarti dalam kehidupan dan usahanya. ‎“Assalamualaikum, berkat bantuannya, Alhamdulillah tidak ada lagi pinjaman hari-hariku. Ini modalnya berguna untuk saya, terima kasih banyak,” demikian ungkapan Nurbayanti Dg Tonji melalui pesan suara yang diterima BAZNAS Kabupaten Gowa, Jumat, 14 Agustus 2026. ‎Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Namun bagi Nurbayanti, kalimat tersebut adalah gambaran dari sebuah perjuangan panjang. Bantuan modal usaha yang diterimanya pada 8 Juli 2026 kini telah membantunya menjalankan usaha tanpa harus kembali bergantung pada pinjaman untuk memenuhi kebutuhan modal dagang. ‎Nurbayanti Dg Tonji, warga Pancana, Desa Julukanaya, Kecamatan Pallangga, merupakan salah satu mustahik yang menerima Bantuan Modal Usaha dari BAZNAS Kabupaten Gowa. Ia menjalankan usaha penganan atau kue yang dijual secara berkeliling, menyusuri kompleks dan perkampungan untuk menawarkan dagangannya kepada masyarakat. ‎Bagi usaha kecil seperti yang dijalankan Nurbayanti, modal bukan sekadar angka. Modal adalah kesempatan untuk kembali berproduksi, membeli bahan baku, membuat dagangan, dan membawa pulang penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. ‎Begitu bantuan diterimanya, Nurbayanti tidak menggunakannya untuk keperluan lain. Seluruh bantuan modal tersebut langsung dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku usaha yang dijalaninya. ‎Dari bahan baku itu, lahirlah penganan yang kemudian ia bawa berkeliling. Sedikit demi sedikit, modal berputar menjadi barang dagangan, barang dagangan menjadi penghasilan, dan penghasilan kembali menjadi modal untuk mempertahankan usaha. ‎Di situlah nilai sebuah bantuan modal usaha terlihat. Bantuan yang mungkin tampak sederhana bagi sebagian orang, dapat menjadi sangat berarti bagi pelaku usaha kecil yang setiap hari berjuang mempertahankan penghidupan. ‎Bagi Nurbayanti, bantuan tersebut bukan hanya membantu membeli bahan baku. Lebih jauh, bantuan itu memberinya ruang untuk bernapas—ruang untuk menjalankan usaha tanpa terus dibayangi kewajiban pinjaman. ‎Kabar bahwa kini ia tidak lagi harus bergantung pada pinjaman menjadi sebuah kabar bahagia sekaligus pengingat bahwa pemberdayaan mustahik membutuhkan proses. Ketika bantuan diberikan dalam bentuk modal yang tepat dan dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, zakat tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi dapat menjadi jalan menuju kemandirian. ‎Kisah Nurbayanti juga menjadi bukti bahwa di balik dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat, terdapat harapan yang dapat tumbuh menjadi perubahan nyata. Ada bahan baku yang terbeli, ada dagangan yang diproduksi, ada pembeli yang dilayani, ada penghasilan yang diperoleh, dan pada akhirnya ada keluarga yang dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang. ‎BAZNAS Kabupaten Gowa terus berkomitmen mengelola dana umat berupa zakat, infak, dan sedekah secara amanah, transparan, terpercaya, serta tepat sasaran, sesuai dengan ketentuan dan prinsip pengelolaan zakat. Setiap amanah yang dititipkan masyarakat diupayakan agar memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada mereka yang berhak menerimanya. ‎Pemberian bantuan kepada mustahik bukan semata tentang menyerahkan sejumlah dana. Di dalamnya terdapat tanggung jawab untuk memastikan bantuan benar-benar menyentuh kebutuhan penerima dan mampu mendorong perbaikan kehidupan. ‎Pesan suara Nurbayanti pada Jumat itu menjadi salah satu cerita kecil dari ikhtiar besar tersebut. ‎Dari Pancana, seorang perempuan menjalankan usahanya dari kompleks ke kompleks dan dari perkampungan ke perkampungan. Dengan modal yang diberikan, ia terus berjualan. Dan hari ini, ia mengabarkan sebuah pencapaian yang sangat berarti: tidak lagi bergantung pada pinjaman untuk menjalankan usahanya. ‎Semoga langkah kecil Nurbayanti menjadi inspirasi bahwa kebaikan yang ditunaikan melalui zakat, infak, dan sedekah dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi bagi mustahik. ‎Sebab, pada akhirnya, keberhasilan sebuah bantuan bukan hanya ketika bantuan itu sampai kepada penerima, tetapi ketika bantuan tersebut mampu mengantarkan penerimanya untuk berdiri lebih tegak, berusaha lebih mandiri, dan perlahan keluar dari ketergantungan. ‎#CahayaZakat #BaznasMenguatkanIndonesia
BERITA14/08/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Dua Kecamatan, Hadir di Tengah Warga yang Membutuhkan
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Dua Kecamatan, Hadir di Tengah Warga yang Membutuhkan
GOWA, 11/08/2026 — Musibah kebakaran tidak hanya meninggalkan kerusakan pada rumah dan harta benda, tetapi juga menyisakan duka serta tantangan bagi keluarga yang menjadi korban. Di tengah kondisi tersebut, kehadiran bantuan menjadi penguat agar mereka tidak merasa menghadapi musibah seorang diri. ‎Sebagai lembaga filantropi yang menghimpun dan mengelola dana umat, BAZNAS Kabupaten Gowa kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana kebakaran di dua lokasi berbeda, yakni Kecamatan Bontonompo dan Kecamatan Somba Opu. ‎Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada para mustahik sekaligus upaya meringankan beban keluarga yang sedang menghadapi masa sulit. ‎Penyaluran pertama dilakukan kepada Mustahik Dadi (Dabi Dg Ngintang), warga Kababorong, Desa Romanglasa, Kecamatan Bontonompo. Bantuan berupa dana dan paket sembako diserahkan langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Gowa, Munawir, bersama Kepala Desa Romanglasa, Murhadi Dg Ngerang, 10/08/2026. ‎Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga korban, terutama di tengah kondisi pascakebakaran yang membutuhkan banyak perhatian dan pemulihan. ‎Dari Bontonompo, kepedulian BAZNAS Gowa juga menyentuh warga terdampak kebakaran di wilayah Kecamatan Somba Opu. Bantuan disalurkan kepada Mustahik Rusli, yang berdomisili di Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kelurahan Bonto Bontoa, Kecamatan Somba Opu, 11/08/2026. ‎Bantuan diserahkan oleh Kabag Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Gowa, Syamsul Anwar, bersama pihak Pemerintah Kelurahan Bonto Bontoa, Syamsuddin dan Desi. ‎Dua penyaluran tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak berhenti pada satu wilayah. BAZNAS Gowa terus berupaya hadir di berbagai pelosok Kabupaten Gowa, menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang sedang menghadapi kondisi darurat akibat bencana. ‎Bagi korban kebakaran, bantuan yang diterima mungkin terlihat sederhana. Namun, di balik dana dan paket sembako tersebut terdapat pesan kemanusiaan yang jauh lebih besar: bahwa masih ada kepedulian, masih ada tangan yang membantu, dan mereka tidak sendirian dalam menghadapi cobaan. ‎Kehadiran BAZNAS Gowa di tengah masyarakat juga tidak terlepas dari kepercayaan para Muzaki dan masyarakat yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dana yang dititipkan tersebut dikelola untuk kemudian disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. ‎Sebagai lembaga filantropi, BAZNAS Kabupaten Gowa berkomitmen menjaga amanah dana umat dengan prinsip amanah, transparan, tepercaya, dan tepat sasaran. Setiap bantuan diupayakan diberikan kepada Mustahik yang memenuhi kriteria, sehingga manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. ‎Penyaluran bantuan bencana juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS untuk memastikan dana umat dapat hadir secara nyata dalam berbagai situasi kehidupan masyarakat, baik dalam kondisi normal maupun ketika warga menghadapi musibah. ‎Dari satu rumah ke rumah lainnya, dari pusat wilayah hingga pelosok desa dan kelurahan, BAZNAS Gowa terus membawa semangat bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu menghadirkan harapan bagi sesama. ‎Melalui kepedulian para muzaki dan pengelolaan yang bertanggung jawab, BAZNAS Gowa berupaya memastikan bahwa setiap amanah yang dititipkan dapat kembali kepada umat dalam bentuk manfaat yang nyata. ‎#CahayaZakat
BERITA11/08/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Kab.Gowa Hadiri Rapat Persiapan Tausiyah, Zikir dan Doa Kebangsaan
BAZNAS Kab.Gowa Hadiri Rapat Persiapan Tausiyah, Zikir dan Doa Kebangsaan
GOWA — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gowa menghadiri rapat persiapan kegiatan Tausiyah, Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gowa, Selasa (11/8/2026). Rapat berlangsung di Kantor Kemenag Kabupaten Gowa dengan melibatkan berbagai unsur pimpinan, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan Islam di Kabupaten Gowa. Sejumlah tokoh dan pejabat yang hadir di antaranya Kapolresta Gowa, Dandim 1409 Gowa, Ketua MUI Kabupaten Gowa, Ketua Baznas Kabupaten Gowa, Ketua FKUB Kabupaten Gowa, serta pimpinan ormas Islam se-Kabupaten Gowa. Dalam rapat tersebut disepakati, kegiatan Tausiyah, Zikir dan Doa Kebangsaan akan dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, setelah salat Ashar. Kegiatan akan dipusatkan di Masjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa dengan target kehadiran mencapai sekitar 5.000 jamaah. Peserta yang diharapkan hadir berasal dari berbagai elemen, mulai dari aparatur sipil, TNI, Polri, majelis taklim, organisasi kemasyarakatan Islam, hingga masyarakat umum. Selain zikir dan doa bersama, kegiatan tersebut juga akan diisi tausiyah oleh dai kondang Ustaz Das’ad Latif. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gowa, H. Jamaris, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum untuk bersama-sama memanjatkan doa demi kebaikan Kabupaten Gowa sekaligus memperlihatkan kekompakan berbagai elemen masyarakat. “Silakan hadiri kegiatan ini dan laksanakan doa bersama agar Kabupaten Gowa semakin baik. Kita tunjukkan kekompakan kita dari berbagai elemen,” kata H. Jamaris. Melalui kegiatan Tausiyah, Zikir dan Doa Kebangsaan ini, berbagai elemen di Kabupaten Gowa diharapkan dapat berkumpul dan memperkuat kebersamaan melalui doa bersama. Kegiatan tersebut akan digelar Jumat, 14 Agustus 2026, setelah salat Ashar di Masjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, dengan target 5.000 jamaah.
BERITA11/08/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Hadirkan Harapan Baru untuk Daeng Situ, Penyandang Disabilitas yang Lima Tahun Terbaring di Rumah
BAZNAS Gowa Hadirkan Harapan Baru untuk Daeng Situ, Penyandang Disabilitas yang Lima Tahun Terbaring di Rumah
Gowa, 7 Agustus 2026 – Kepedulian kepada sesama kembali diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa melalui penyerahan bantuan kursi roda kepada seorang penyandang disabilitas, Mustahik Muhtar Daeng Situ (48), warga Rannaya, Desa Pabbentengang, Kecamatan Bajeng, Jumat (7/8/2026). ‎Bantuan tersebut diserahkan oleh Staf Amil yang diutus BAZNAS Kabupaten Gowa bersama Pendamping Rehabilitasi Sosial (PRS) Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Gowa, Ibu Kasmawati, serta didampingi Pemerintah Desa Pabbentengang. ‎Di balik penyerahan sebuah kursi roda, tersimpan kisah perjuangan yang begitu menggetarkan hati. Muhtar Daeng Situ hidup seorang diri di rumah sederhana yang telah lama menjadi saksi perjuangannya menghadapi keterbatasan fisik. Selama kurang lebih lima tahun terakhir, ia tidak mampu beraktivitas secara normal. Bahkan, untuk berpindah tempat di dalam rumahnya sendiri pun menjadi perjuangan yang tidak mudah. ‎Hari-harinya dilalui dengan segala keterbatasan. Tanpa alat bantu yang memadai, ruang geraknya nyaris terhenti. Kesempatan untuk menjalani aktivitas sederhana, seperti menuju teras rumah atau berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain, menjadi sesuatu yang sulit diwujudkan. Kondisi tersebut membuatnya sangat membutuhkan kursi roda sebagai penunjang mobilitas dan kualitas hidupnya. ‎Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Desa Pabbentengang bersama Pendamping Rehabilitasi Sosial (PRS) Dinas Sosial Kabupaten Gowa melakukan pendataan serta asesmen terhadap kondisi Daeng Situ. Setelah memastikan kebutuhan yang paling mendesak, ia kemudian direkomendasikan kepada BAZNAS Kabupaten Gowa agar mendapatkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhannya. ‎Respon cepat BAZNAS Kabupaten Gowa menjadi bukti nyata bahwa amanah zakat yang dititipkan oleh para Muzaki/Munfik benar-benar disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya. Tidak membutuhkan waktu lama, bantuan kursi roda akhirnya dapat diwujudkan dan diserahkan secara langsung kepada Daeng Situ. ‎Suasana haru menyelimuti proses penyerahan bantuan. Kursi roda yang diterimanya bukan sekadar alat bantu, melainkan simbol hadirnya kepedulian, harapan, dan kasih sayang masyarakat yang dihimpun melalui zakat, infak, dan sedekah. Bantuan tersebut diharapkan mampu mengembalikan semangat Daeng Situ untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri serta meningkatkan kualitas hidupnya. ‎Pendamping Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Ibu Kasmawati, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Pemerintah Desa Pabbentengang dan BAZNAS Kabupaten Gowa dalam membantu warga yang membutuhkan. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi bentuk nyata pelayanan sosial yang mampu menjangkau masyarakat rentan secara cepat dan tepat sasaran.‎ ‎Pemerintah Desa Pabbentengang juga menyampaikan terima kasih atas kepedulian BAZNAS Kabupaten Gowa yang senantiasa hadir memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat kurang mampu, khususnya penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian bersama. ‎BAZNAS Kabupaten Gowa berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional, amanah, transparan, dan akuntabel. Setiap dana yang dititipkan masyarakat merupakan amanah yang harus disalurkan kepada para mustahik sesuai dengan ketentuan syariat serta berdasarkan kebutuhan yang benar-benar nyata di lapangan. ‎BAZNAS Kabupaten Gowa meyakini bahwa zakat bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga sarana menghadirkan harapan dan mengangkat martabat sesama. Karena itu, setiap program dirancang agar tepat sasaran, tepat manfaat, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. ‎Sebagai lembaga filantropi Islam resmi pemerintah, BAZNAS Kabupaten Gowa terus memperkuat kepercayaan masyarakat melalui tata kelola yang transparan, profesional, dan penuh tanggung jawab. Dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari para Muzaki/Munfik disalurkan kepada Mustahik melalui berbagai program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, hingga tanggap bencana. ‎Kisah Daeng Situ menjadi pengingat bahwa di balik setiap rupiah zakat yang ditunaikan, tersimpan harapan baru bagi mereka yang tengah berjuang dalam keterbatasan. Sebuah kursi roda mungkin tampak sederhana, namun bagi Daeng Situ, bantuan itu adalah jalan menuju kehidupan yang lebih bermartabat. Senyum yang kembali merekah di wajahnya menjadi bukti bahwa kepedulian yang diwujudkan melalui zakat mampu menghadirkan kebahagiaan dan menghidupkan kembali asa yang sempat redup. ‎BAZNAS Kabupaten Gowa mengajak seluruh masyarakat yang telah memenuhi nisab untuk menunaikan zakat, serta memperbanyak infak dan sedekah melalui Baznas. Dengan pengelolaan yang amanah, transparan, profesional, dan tepat sasaran, setiap titipan kebaikan akan menjadi jembatan harapan bagi saudara-saudara yang membutuhkan, sehingga semakin banyak kisah kemanusiaan yang dapat dihadirkan di tengah masyarakat. ‎#CahayaZakat
BERITA07/08/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan Z Mart kepada Mustahik di Pannujuang
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan Z Mart kepada Mustahik di Pannujuang
Gowa, 7 Agustus 2026 — Harapan untuk terus bertahan dan menata kehidupan keluarga kembali tumbuh di tengah kesederhanaan hidup Saturi Dg Ngani, seorang mustahik yang tinggal di Pannujuang, Desa Kalemandalle, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa. ‎Pada Jumat, 7 Agustus 2026, Baznas Kabupaten Gowa menyalurkan bantuan pendayagunaan Z Mart kepada Saturi Dg Ngani untuk mendukung keberlangsungan usaha warung kelontong barang campuran yang selama ini menjadi satu-satunya sumber penghasilan bagi dirinya dan keluarga. ‎Bantuan tersebut bukan sekadar sejumlah modal bagi usaha warung miliknya. Di baliknya, ada harapan agar usaha kecil yang dijalankan Dg Ngani dapat terus berjalan, berkembang, dan menjadi jalan bagi keluarganya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. ‎Setelah menerima bantuan, Dg Ngani berencana langsung membelanjakannya sesuai dengan kebutuhan usaha warung kelontong miliknya. Barang-barang yang dibutuhkan untuk menambah persediaan dagangan akan menjadi prioritas, sehingga bantuan yang diterima dapat segera berputar dan memberikan manfaat nyata bagi keluarganya. ‎Bagi sebagian orang, warung kelontong mungkin terlihat sebagai usaha sederhana. Namun bagi Dg Ngani, warung tersebut adalah tumpuan kehidupan. Dari usaha kecil itu, ia berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya, hari demi hari. ‎Karena itu, bantuan pendayagunaan Z Mart memiliki makna yang jauh lebih besar daripada nilai materi yang diterima. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus dorongan agar seorang Mustahik tidak hanya terbantu untuk memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga memiliki kesempatan untuk terus berusaha dan memperbaiki kondisi ekonominya. ‎Zakat yang Menguatkan, Bukan Sekadar Meringankan ‎Kisah Dg Ngani menjadi gambaran bahwa zakat, infak, dan sedekah (ZIS) memiliki kekuatan besar ketika dikelola dan disalurkan secara tepat. Dana yang dihimpun dari masyarakat melalui ZIS dapat menjadi energi sosial yang membantu masyarakat yang membutuhkan untuk bangkit dan menjadi lebih mandiri. ‎Zakat tidak hanya berbicara tentang memberi kepada mereka yang membutuhkan. Lebih dari itu, zakat dapat menjadi jembatan yang menghubungkan kepedulian para Muzaki/Munfik dengan harapan para Mustahik. ‎Dari tangan orang yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah, lahir kesempatan bagi orang lain untuk kembali berdiri. Dari dana umat yang dikumpulkan, hadir modal usaha, tambahan persediaan dagangan, bantuan kebutuhan dasar, hingga berbagai program pemberdayaan yang dapat membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik. ‎Ketika zakat dikelola dengan baik dan disalurkan secara tepat sasaran, manfaatnya tidak berhenti pada satu orang. Ia dapat menggerakkan keluarga, memperkuat usaha kecil, dan pada akhirnya ikut membangun kemandirian ekonomi masyarakat. ‎Apa yang diterima Dg Ngani hari ini diharapkan menjadi awal dari perjalanan yang lebih baik. Warung kecilnya diharapkan tetap hidup, dagangannya semakin lengkap, pembelinya semakin bertambah, dan penghasilannya perlahan meningkat. ‎Pada akhirnya, tujuan terbesar dari Pemberdayaan Mustahik bukan sekadar membuat seseorang menerima bantuan, tetapi bagaimana bantuan tersebut mampu menjadi pijakan agar penerima manfaat dapat tumbuh lebih kuat dan, suatu hari nanti, mampu keluar dari kondisi sulit. ‎Amanah Mengelola Dana Umat ‎Sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kabupaten Gowa terus berupaya menjalankan amanah tersebut dengan prinsip amanah, transparan, profesional, dan tepat sasaran. ‎Setiap dana umat yang dihimpun memiliki tanggung jawab besar untuk dikelola dan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. ‎Melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan, BAZNAS Gowa berupaya memastikan dana ZIS tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga dapat diarahkan pada program yang mendorong pemberdayaan dan kemandirian Mustahik. ‎Program Z Mart menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut. Bantuan diberikan dengan harapan dapat memperkuat usaha para Mustahik sehingga mereka memiliki sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan. ‎Kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga. Karena itu, pengelolaan dana umat dilakukan dengan penuh tanggung jawab agar setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat dapat sampai kepada penerima manfaat secara tepat dan memberikan dampak yang nyata. ‎Di Pannujuang, harapan itu kini tumbuh dari sebuah warung kecil milik Dg Ngani. ‎Di antara rak-rak sederhana dan barang dagangan yang tersusun apa adanya, ada perjuangan untuk mempertahankan kehidupan. Ada doa seorang kepala keluarga, ada harapan untuk masa depan anak-anak, dan ada keyakinan bahwa usaha yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan membawa perubahan. ‎Bantuan Z Mart yang disalurkan BAZNAS Gowa diharapkan menjadi bagian dari perjalanan tersebut—menambah kekuatan bagi usaha kecil, meringankan beban keluarga, sekaligus membuka peluang bagi kehidupan yang lebih baik. ‎Sebab zakat pada hakikatnya bukan hanya tentang memberi. Zakat adalah tentang kepedulian, keberpihakan, dan harapan. ‎Ketika kepedulian itu dikumpulkan melalui zakat, infak, dan sedekah, lalu dikelola dengan amanah dan disalurkan kepada mereka yang tepat, maka kebaikan akan terus mengalir dari satu tangan ke tangan lainnya. ‎Hari ini seorang mustahik dibantu untuk bertahan dan berusaha. Esok, dengan ikhtiar dan doa, bukan tidak mungkin ia akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri dan kelak mampu berbagi kepada sesama. ‎Itulah kekuatan dana umat: mengubah kepedulian menjadi kebermanfaatan, mengubah bantuan menjadi harapan, dan mengubah harapan menjadi kehidupan yang lebih baik. ‎#CahayaZakat
BERITA07/08/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) UPZ Desa Borisallo kepada Orang Tua TK Al-Ikhsan Bontojai
Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) UPZ Desa Borisallo kepada Orang Tua TK Al-Ikhsan Bontojai
Borisallo – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Borisallo menggelar kegiatan sosialisasi mengenai Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kepada orang tua peserta didik TK Al-Ikhsan Bontojai, Desa Borisallo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menunaikan zakat serta membiasakan budaya berinfak dan bersedekah sebagai bentuk kepedulian sosial. Sosialisasi berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh antusias. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai pengertian zakat, infak, dan sedekah, manfaatnya bagi individu maupun masyarakat, serta peran UPZ Desa Borisallo dalam mengelola dan menyalurkan dana ZIS secara amanah, transparan, dan tepat sasaran. Dalam penyampaiannya, pihak UPZ Desa Borisallo mengajak para orang tua untuk menjadikan ZIS sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat, infak, dan sedekah juga memiliki peran penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperkuat semangat gotong royong di lingkungan desa. Kepala TK Al-Ikhsan Bontojai menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi inisiatif UPZ Desa Borisallo dalam memberikan edukasi kepada para orang tua. Menurutnya, sosialisasi ini tidak hanya menambah wawasan keagamaan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial yang dapat menjadi teladan bagi anak-anak sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menunaikan zakat serta membiasakan berinfak dan bersedekah. Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam program ZIS, diharapkan kesejahteraan umat dapat terus ditingkatkan dan manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh warga Desa Borisallo.
BERITA04/08/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan Z Auto untuk Kembangkan Usaha Bengkel Mustahik
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan Z Auto untuk Kembangkan Usaha Bengkel Mustahik
Gowa – Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa kembali menyalurkan bantuan program pendayagunaan Z Auto kepada salah seorang mustahik, Bapak Faharuddin, yang beralamat di Taborong, Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, pada Senin, 3 Agustus 2026. ‎Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Staf Amil yang diutus BAZNAS Gowa, Rifyal Sabir dan Dzulkifli, di lokasi bengkel milik Bapak Faharuddin yang didampingi keluarga mustahik, Fahrul dan siswa magang. Bantuan tersebut selanjutnya akan dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan usaha bengkel yang telah lama menjadi sumber penghidupan bagi beliau dan keluarganya. ‎Program Z Auto merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang dirancang untuk memperkuat usaha produktif para mustahik. Melalui bantuan ini, diharapkan pelaku usaha kecil seperti Bapak Faharuddin dapat meningkatkan kualitas layanan, melengkapi peralatan kerja, serta memperluas peluang memperoleh penghasilan yang lebih baik dan berkelanjutan. ‎Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, usaha bengkel yang dikelola Bapak Faharuddin menjadi tumpuan utama dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Dukungan dari BAZNAS Kabupaten Gowa diharapkan menjadi penyemangat baru agar usaha tersebut semakin berkembang, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup keluarga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. ‎Bantuan produktif seperti ini bukan sekadar memberikan modal usaha, tetapi juga menjadi ikhtiar untuk menghadirkan harapan. Ketika zakat dikelola secara produktif, manfaatnya tidak berhenti pada bantuan sesaat, melainkan mampu mendorong kemandirian ekonomi mustahik sehingga mereka memiliki kesempatan untuk bangkit dan menata masa depan yang lebih baik. ‎BAZNAS Kabupaten Gowa terus berkomitmen menjadikan dana zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan umat. Setiap amanah yang dititipkan oleh para Muzaki/Munfik diupayakan dapat disalurkan kepada mereka yang benar-benar berhak, melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat, baik di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, maupun dakwah. ‎Melalui program-program pendayagunaan seperti Z Auto, BAZNAS Kabupaten Gowa berharap semakin banyak mustahik yang dapat bertransformasi menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan pada akhirnya kelak menjadi bagian dari para pemberi manfaat bagi sesama. ‎BAZNAS Kabupaten Gowa hadir sebagai lembaga filantropi Islam yang amanah, tepercaya, profesional, dan tepat sasaran dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah umat. Kepercayaan yang diberikan masyarakat menjadi semangat untuk terus menghadirkan pengelolaan yang transparan dan akuntabel, sehingga setiap rupiah yang ditunaikan melalui zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu. Dengan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, zakat tidak hanya menjadi ibadah yang menyucikan harta, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang mampu menghadirkan harapan, mengurangi kemiskinan, serta membangun kehidupan yang lebih sejahtera dan berkeadilan. ‎#CahayaZakat
BERITA04/08/2026 | Humas BAZNAS Gowa
KONTER ZAKAT BAZNAS GOWA HADIR DI CAR FREE DAY, AJAK MASYARAKAT BERBAGI MELALUI ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH
KONTER ZAKAT BAZNAS GOWA HADIR DI CAR FREE DAY, AJAK MASYARAKAT BERBAGI MELALUI ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH
Gowa – BAZNAS Kabupaten Gowa kembali membuka Konter Zakat pada kegiatan rutin Car Free Day yang dilaksanakan setiap hari Ahad. Konter ini berlokasi di depan pintu gerbang Kantor Bupati Gowa sebagai upaya mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat. Kegiatan ini turut dibantu oleh para siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari SMKN 2 Gowa yang berpartisipasi dalam memberikan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Melalui kehadiran Konter Zakat di Car Free Day, BAZNAS Kabupaten Gowa mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan berbagi sebagai bagian dari gaya hidup. Selain memudahkan masyarakat dalam menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), kegiatan ini juga menjadi sarana syiar Islam agar semangat kepedulian terhadap sesama terus tumbuh di tengah kehidupan bermasyarakat. Dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun akan disalurkan melalui berbagai program unggulan BAZNAS Kabupaten Gowa, di antaranya Bantuan Kesehatan, Bantuan Rumah Layak Huni, Program Z-Mart untuk pemberdayaan pelaku usaha kecil, serta berbagai program sosial, pendidikan, kemanusiaan, dan ekonomi lainnya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Kabupaten Gowa berharap kegiatan rutin ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menunaikan zakat serta memperkuat budaya saling membantu demi terwujudnya kesejahteraan bersama. Quotes: "Zakat bukan sekadar mengurangi harta, tetapi menambah keberkahan, menghadirkan harapan bagi yang membutuhkan, dan menjadi jalan menuju ridha Allah SWT."
BERITA03/08/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Zakat Menguatkan Harapan: BAZNAS Gowa Hadirkan Z Mart untuk Mustahik Penyintas Stroke di Bontonompo Selatan
Zakat Menguatkan Harapan: BAZNAS Gowa Hadirkan Z Mart untuk Mustahik Penyintas Stroke di Bontonompo Selatan
Gowa, 30 Juli 2026 – Di sebuah sudut Kampung Beru, Dusun Cambajawaya, Desa Sengka, Kecamatan Bontonompo Selatan, secercah harapan kembali menyala di tengah keterbatasan. Harapan itu hadir melalui Program Pendayagunaan Z Mart yang disalurkan oleh BAZNAS Kabupaten Gowa kepada mustahik, Sampara Dg Ngalle, pada Kamis (30/7/2026). ‎Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Gowa, Syamsul Anwar, dan diterima langsung oleh Sampara Dg Ngalle yang didampingi istrinya, Hamsina Dg Kebo. ‎Bagi keluarga kecil ini, bantuan tersebut bukan sekadar tambahan modal usaha, melainkan simbol kepedulian dan semangat untuk terus bertahan menjalani kehidupan. Sampara Dg Ngalle telah lama mengalami stroke yang mengakibatkan dirinya mengalami kelumpuhan. Kondisi tersebut membuat kemampuan bekerja menjadi sangat terbatas, sehingga warung kelontong sederhana yang dikelola bersama sang istri menjadi satu-satunya sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. ‎Sesaat setelah menerima bantuan, keluarga Sampara Dg Ngalle langsung membelanjakannya untuk membeli berbagai kebutuhan barang campuran guna melengkapi stok warung mereka. Langkah itu menjadi awal untuk meningkatkan kapasitas usaha kecil yang selama ini menjadi penopang kehidupan sehari-hari. ‎Program Z Mart merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi mustahik. Melalui tambahan modal usaha, BAZNAS Kabupaten Gowa berharap para penerima manfaat mampu mengembangkan usahanya secara bertahap sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. ‎Kisah Sampara Dg Ngalle menjadi pengingat bahwa di balik setiap dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh para muzaki, tersimpan harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang menghadapi ujian hidup. Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen pemberdayaan sosial yang mampu menghadirkan perubahan nyata. Ketika masyarakat menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas, terukur, dan berkelanjutan. ‎Melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan, BAZNAS Kabupaten Gowa terus berupaya memastikan bahwa dana umat benar-benar menjadi kekuatan untuk mengurangi beban masyarakat yang membutuhkan sekaligus membuka jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri. Setiap bantuan yang disalurkan diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi mustahik untuk bangkit, berusaha, dan terus menatap masa depan dengan optimisme. ‎BAZNAS Kabupaten Gowa berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, akuntabel, transparan, dan tepat sasaran sesuai dengan ketentuan syariat Islam serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Komitmen tersebut menjadi landasan dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan setiap titipan dana umat benar-benar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi mustahik. ‎Karena sejatinya, setiap rupiah zakat yang ditunaikan bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menghadirkan kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Dari kepedulian lahir harapan, dari zakat tumbuh kemandirian, dan dari kebersamaan terwujud kesejahteraan umat. #CahayaZakat
BERITA30/07/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Gelar Bimtek dan Serahkan SK Ketua UPZ Desa/Kelurahan se-Kecamatan Bontonompo
BAZNAS Gowa Gelar Bimtek dan Serahkan SK Ketua UPZ Desa/Kelurahan se-Kecamatan Bontonompo
Gowa, 14 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa/Kelurahan se-Kecamatan Bontonompo. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Bontonompo pada Selasa (14/7) pukul 09.00 hingga 12.00 Wita ini bertujuan memperkuat kapasitas pengurus UPZ dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat di tingkat desa dan kelurahan. Kegiatan dihadiri oleh unsur pimpinan BAZNAS Kabupaten Gowa, Camat Bontonompo M. Syahrir Salam, S.Ag., M.Si., para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Bontonompo, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), para penyuluh agama Islam, serta para Ketua UPZ yang baru menerima amanah. Acara diawali dengan sambutan Camat Bontonompo, M. Syahrir Salam, S.Ag., M.Si. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi langkah BAZNAS Kabupaten Gowa dalam memperkuat kelembagaan zakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Menurutnya, keberadaan UPZ memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat sebagai bagian dari ibadah sekaligus wujud kepedulian sosial. "Dengan berzakat artinya kita sudah membuat kapling di surga kelak," ujar M. Syahrir Salam di hadapan para peserta. Usai sambutan, pimpinan BAZNAS Kabupaten Gowa secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan Ketua UPZ Desa/Kelurahan se-Kecamatan Bontonompo sebagai bentuk legalitas sekaligus amanah kepada para pengurus dalam menjalankan tugas menghimpun dan mengelola zakat sesuai ketentuan yang berlaku. Memasuki sesi bimbingan teknis, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Gowa, Rudi Salam, S.Kep., Ns., M.Kep., menyampaikan materi mengenai fikih zakat. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa zakat bukan hanya kewajiban yang bernilai ibadah, tetapi juga menjadi sarana penyucian harta dan jiwa serta instrumen pemberdayaan umat. "Bukan orang lain yang membutuhkan zakat kita, tetapi kitalah yang membutuhkan untuk berzakat," tegas Rudi Salam, mengingatkan pentingnya membangun kesadaran bahwa zakat merupakan kebutuhan spiritual bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Materi berikutnya disampaikan oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Gowa, Dr. H. Suharli, Lc., M.A., yang mengulas tata kelola serta dasar pembentukan dan fungsi Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Ia menjelaskan peran strategis UPZ sebagai ujung tombak penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan desa dan kelurahan, sekaligus pentingnya pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel agar mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai teknis pelaksanaan tugas UPZ, mekanisme penghimpunan zakat, hingga rencana tindak lanjut dalam mengoptimalkan pelayanan zakat di wilayah masing-masing. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Gowa berharap seluruh Ketua UPZ Desa/Kelurahan se-Kecamatan Bontonompo dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat. Sinergi antara BAZNAS, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, KUA, serta penyuluh agama diharapkan mampu memperkuat tata kelola zakat sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Editor : _HG_
BERITA15/07/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Wujudkan Rumah Layak Huni bagi Anwar Hidayat, Warga Katangka
BAZNAS Gowa Wujudkan Rumah Layak Huni bagi Anwar Hidayat, Warga Katangka
Somba Opu, 13/07/2026 – Di balik dinding rumah yang rapuh dan atap yang tak lagi mampu memberi rasa aman, tersimpan kisah perjuangan seorang kepala keluarga yang kini harus menghadapi keterbatasan fisik. Anwar Hidayat, warga Jalan Syekh Yusuf IV, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, menjadi salah satu mustahik yang akan menerima bantuan Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa. ‎Anwar Hidayat selama ini bekerja sebagai buruh harian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, setelah mengalami sakit usus turun dan menjalani pengobatan di rumah sakit, kondisi kesehatannya tidak lagi memungkinkan untuk melakukan pekerjaan berat. Sejak saat itu, kemampuan ekonominya semakin menurun, sementara rumah yang ditempatinya juga berada dalam kondisi yang jauh dari kata layak huni. ‎Sebagai bentuk kepedulian dan memastikan bantuan diberikan kepada yang benar-benar berhak, pada Senin, 13 Juli 2026, Pimpinan Baznas Kabupaten Gowa turun langsung meninjau kondisi rumah Anwar Hidayat. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa, H. Abbas Alauddin, didampingi Wakil Ketua II Munawir beserta jajaran staf. ‎Kegiatan ini juga dihadiri oleh Lurah Katangka, Achmad Hasanuddin, Sahabat Lacak Kelurahan Katangka Rosdiana, serta berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Gowa melalui Islamiati Hamzah dan Nur Aini Zahara. ‎Proses penanganan Anwar Hidayat merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Awalnya, kondisi Anwar didata oleh Sahabat Lacak berdasarkan laporan masyarakat yang kemudian diteruskan oleh Pemerintah Kelurahan Katangka kepada Dinas Sosial Kabupaten Gowa. Setelah dilakukan verifikasi dan asesmen, Dinas Sosial merekomendasikan Anwar Hidayat kepada BAZNAS Kabupaten Gowa sebagai penerima bantuan Rumah Layak Huni BAZNAS. ‎Dari hasil kunjungan lapangan, BAZNAS Kabupaten Gowa menemukan bahwa rumah yang selama ini ditempati Anwar memang berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan tidak memenuhi standar kelayakan huni. Bangunan yang sederhana dengan kondisi fisik yang sudah banyak mengalami kerusakan menjadi gambaran nyata kehidupan yang dijalani Anwar setiap hari. ‎Lurah Katangka, Achmad Hasanuddin, turut membenarkan bahwa Anwar Hidayat telah lama tinggal di rumah tersebut dan memang layak mendapatkan perhatian serta bantuan pembangunan rumah yang lebih aman dan layak untuk dihuni. ‎Sebagai bentuk bantuan awal, Baznas Kabupaten Gowa menyerahkan paket sembako kepada Anwar Hidayat. Dalam kesempatan tersebut, Anwar didampingi oleh saudara kandungnya yang tinggal tidak jauh dari rumahnya dan selama ini turut memberikan pendampingan dalam kesehariannya. Pada kunjungan ini, mempertegas bahwa BAZNAS Kabupaten Gowa melalui program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) merupakan salah satu bentuk nyata pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah untuk meningkatkan kualitas hidup mustahik, khususnya masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi dan sosial yang membutuhkan perhatian. ‎BAZNAS Kabupaten Gowa berkomitmen untuk terus mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, transparan, profesional, dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak menerimanya. Setiap bantuan yang disalurkan melalui proses pendataan, verifikasi, dan asesmen yang melibatkan pemerintah setempat serta berbagai pihak terkait agar penyalurannya dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan dampak yang nyata. ‎Program Rumah Layak Huni BAZNAS bukan sekadar membangun sebuah bangunan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi keluarga mustahik agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih aman, sehat, dan bermartabat. ‎Melalui kolaborasi antara Baznas Kabupaten Gowa, Pemerintah Kelurahan, Dinas Sosial, Sahabat Lacak, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak warga yang membutuhkan dapat tersentuh oleh manfaat ZIS. Kisah Anwar Hidayat menjadi pengingat bahwa kepedulian yang diwujudkan melalui zakat, infak, dan sedekah mampu menghadirkan perubahan nyata, menguatkan semangat hidup, serta menumbuhkan harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang menghadapi keterbatasan. Editor : _HG_
BERITA14/07/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Hadir Menguatkan di Tengah Musibah: BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Lanna
Hadir Menguatkan di Tengah Musibah: BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Lanna
Gowa, 14 Juli 2026 – Musibah kebakaran yang menghanguskan rumah milik Muh Jufri di Lingkungan Lanna, Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, menyisakan duka mendalam bagi keluarga tersebut. Di tengah cobaan yang dihadapi, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa hadir memberikan dukungan melalui penyaluran bantuan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap sesama. ‎Bantuan diserahkan secara langsung pada Selasa (14/7/2026) oleh Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Gowa, Syamsul Anwar, bersama Kepala Bagian Umum, Insani. Penyaluran bantuan turut didampingi Lurah Lanna, Maskur M, Babinsa Kelurahan Lanna, Kopka Asri G, serta Sahabat Lacak setempat, Fajar. ‎Penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi yang diterima BAZNAS Kabupaten Gowa dari Pemerintah Kelurahan Lanna mengenai musibah kebakaran yang terjadi pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 08.00 WITA. ‎Saat kebakaran terjadi, Muh Jufri bersama istri dan keempat anaknya sedang tidak berada di rumah. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, rumah beserta berbagai harta benda yang menjadi tempat berteduh keluarga itu hangus dilalap api, sehingga mereka harus menghadapi kondisi yang sangat memprihatinkan. ‎Sebagai bentuk kepedulian terhadap mustahik yang tertimpa musibah, BAZNAS Kabupaten Gowa menyalurkan bantuan berupa paket sembako serta bantuan dana untuk korban kebakaran. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga Muh Jufri sekaligus meringankan beban mereka dalam menghadapi masa-masa sulit pascakebakaran. ‎Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Gowa, Syamsul Anwar, menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan semangat dan harapan kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. ‎"Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban yang dirasakan Bapak Muh Jufri dan keluarga. Kami berharap beliau bersama keluarga diberikan kekuatan, kesabaran, dan kemudahan untuk bangkit kembali setelah musibah ini," ujarnya. ‎Lurah Lanna, Maskur M, mengapresiasi respons cepat BAZNAS Kabupaten Gowa dalam membantu warganya. Menurutnya, sinergi antara Pemerintah, BAZNAS, TNI dan Polri, serta berbagai elemen masyarakat menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih terus tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat. ‎Melalui bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Gowa terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, khususnya bagi warga yang mengalami musibah dan kehilangan sumber penghidupan akibat bencana. ‎BAZNAS Kabupaten Gowa juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah. Dana umat yang dipercayakan kepada BAZNAS dikelola secara amanah, transparan, profesional, dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para mustahik yang membutuhkan. ‎Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga menjadi harapan bagi saudara-saudara yang sedang menghadapi kesulitan hidup. Melalui pengelolaan yang akuntabel dan program-program kemanusiaan yang berkelanjutan, BAZNAS Kabupaten Gowa terus berupaya memastikan bahwa setiap amanah dari para muzaki dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membantu korban bencana, memberdayakan ekonomi umat, serta menghadirkan keberkahan bagi semua pihak. ‎Musibah memang tidak dapat diprediksi, namun kepedulian dapat selalu dihadirkan. Dengan semangat berbagi dan kebersamaan, BAZNAS Kabupaten Gowa berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, sehingga semakin banyak pula keluarga yang dapat dibantu dan semakin luas manfaat yang dirasakan oleh umat. Edotir : _HG_
BERITA14/07/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Bontojalling, Wujud Kepedulian Hadir di Tengah Musibah
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Bontojalling, Wujud Kepedulian Hadir di Tengah Musibah
Gowa, 1 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa menyalurkan bantuan kepada korban musibah kebakaran yang menimpa rumah milik Saharia (80), warga Bontojalling, Desa Taeng, Kecamatan Pallangga, Rabu (1/7/2026). ‎Musibah kebakaran tersebut terjadi pada Sabtu malam, 27 Juni 2026, sekitar pukul 21.00 WITA. Saat peristiwa berlangsung, Saharia berada seorang diri di dalam rumah, sementara ketiga anaknya sedang berada di luar. Kobaran api dengan cepat melalap rumah hingga menyebabkan kerusakan yang cukup parah dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. ‎Di usia yang telah lanjut, Saharia harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan tempat tinggal beserta berbagai harta benda yang selama ini menjadi penopang kehidupan sehari-hari. Musibah itu tidak hanya menghanguskan bangunan, tetapi juga menyisakan kesedihan dan ketidakpastian untuk memulai kembali kehidupan dari awal. ‎Kabar mengenai musibah tersebut sampai ke Baznas Kabupaten Gowa setelah salah seorang tetangga Saharia datang langsung ke Kantor BAZNAS Gowa untuk menyampaikan kondisi yang dialami korban. Mendapatkan informasi tersebut, BAZNAS Gowa bergerak cepat dengan menurunkan tim staf amil ke lokasi kejadian guna memastikan kondisi korban sekaligus menyerahkan bantuan. ‎Bantuan yang disalurkan berupa bantuan tunai untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok Saharia selama masa pemulihan pasca kebakaran. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban yang sedang dihadapi serta menjadi penyemangat bagi korban agar tetap tegar menghadapi cobaan. ‎Kehadiran BAZNAS Gowa di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah. Tidak hanya menyalurkan bantuan, BAZNAS juga ingin memastikan bahwa para korban merasakan dukungan moral dan perhatian dari sesama, sehingga mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi masa-masa sulit. ‎BAZNAS Kabupaten Gowa terus berkomitmen untuk hadir memberikan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan. Setiap bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari para muzaki yang dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. ‎Sebagai lembaga filantropi Islam yang dipercaya masyarakat, BAZNAS Kabupaten Gowa senantiasa berupaya mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh mereka yang benar-benar membutuhkan. Dengan prinsip tepat sasaran, tepat manfaat, dan penuh tanggung jawab, BAZNAS Gowa terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperkuat semangat kepedulian, karena setiap kebaikan yang dititipkan akan menjadi harapan baru bagi saudara-saudara yang sedang menghadapi ujian kehidupan.Editor : -HG_
BERITA01/07/2026 | Humas BAZNAS Gowa
KEGIATAN BIMBINGAN TEKNIS UNIT PENGUMPUL ZAKAT (UPZ) KELURAHAN DAN DESA SE-KECAMATAN BAJENG
KEGIATAN BIMBINGAN TEKNIS UNIT PENGUMPUL ZAKAT (UPZ) KELURAHAN DAN DESA SE-KECAMATAN BAJENG
Bajeng, 23 Juni 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kelurahan dan Desa se-Kecamatan Bajeng. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, pemahaman, serta profesionalisme para pengurus UPZ dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di wilayah masing-masing. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Camat Bajeng, Bapak Ahmad Achmad Rajab, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menghimbau kepada seluruh pengurus UPZ agar terus bergerak aktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Menurut beliau, UPZ memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga potensi zakat dapat terhimpun dan disalurkan secara optimal untuk kemaslahatan umat. Pada sesi materi pertama, peserta mendapatkan pembekalan tentang Fikih Zakat yang disampaikan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Gowa, Bapak Munawir, S.Pd. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya memahami ketentuan zakat, infak, dan sedekah sesuai syariat Islam. Pemahaman yang baik terhadap fikih zakat diharapkan menjadi pedoman bagi para pengurus UPZ dalam memberikan edukasi, pelayanan, serta pendampingan kepada masyarakat. Selanjutnya, materi kedua mengenai Tata Kelola UPZ disampaikan oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Gowa, H. Suharli, Lc., M.A. Beliau menegaskan bahwa UPZ Kelurahan dan Desa merupakan perpanjangan tangan BAZNAS Kabupaten Gowa dalam melakukan penghimpunan dan pengelolaan zakat di tingkat masyarakat. Oleh karena itu, setiap pengurus UPZ diharapkan memahami tugas pokok dan fungsinya serta mampu menjalankan amanah dengan baik, transparan, akuntabel, dan profesional. Melalui kegiatan bimbingan teknis ini, diharapkan seluruh pengurus UPZ Kelurahan dan Desa se-Kecamatan Bajeng semakin memahami peran dan tanggung jawabnya sehingga mampu meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah serta memperluas manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka." (QS. At-Taubah: 103) Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara BAZNAS Kabupaten Gowa dan UPZ di tingkat Kelurahan dan Desa guna mewujudkan pengelolaan zakat yang lebih optimal, amanah, dan berdampak bagi kesejahteraan umat. Quote Kegiatan: "Zakat bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan, tetapi jembatan kepedulian yang menghubungkan keberkahan harta dengan kesejahteraan sesama." Editor : -HG-
BERITA23/06/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan Z Mart dan Z Auto, Dorong Kemandirian Ekonomi Mustahik Melalui Program PEU Berbasis KUA
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan Z Mart dan Z Auto, Dorong Kemandirian Ekonomi Mustahik Melalui Program PEU Berbasis KUA
Gowa, 17 Juni 2026 — Komitmen dalam memperkuat perekonomian masyarakat kecil terus diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) Berbasis Kantor Urusan Agama (KUA). Program yang merupakan hasil kerja sama antara BAZNAS dan Kementerian Agama ini kembali menyalurkan bantuan usaha produktif berupa Z Mart dan Z Auto kepada sejumlah mustahik di Kabupaten Gowa. ‎Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Rabu (17/6/2026). Bantuan diserahkan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Gowa, Munawir, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, H. Jamaris, didampingi Kepala Seksi Penyelenggara Zakat dan Wakaf, H. Ibrahim. ‎Selanjutnya, bantuan diserahkan langsung kepada para penerima manfaat di Kantor BAZNAS Kabupaten Gowa oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Gowa. ‎Adapun mustahik penerima bantuan yaitu Muh Jaka Firli T sebagai penerima bantuan Z Auto yang direkomendasikan oleh KUA Kecamatan Parigi. Sementara penerima bantuan Z Mart masing-masing adalah Dahliah Dg Ranne yang direkomendasikan oleh KUA Kecamatan Bontomarannu, Muliati yang direkomendasikan oleh KUA Kecamatan Bontonompo, serta Nurhayana Baharuddin Nur yang direkomendasikan oleh KUA Kecamatan Bontonompo Selatan. ‎Pada kegiatan tersebut, para mustahik turut didampingi oleh Penyuluh Agama Islam dari KUA masing-masing kecamatan. Kegiatan juga dihadiri oleh Fachri Ali dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa sebagai bentuk dukungan terhadap keberhasilan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat tersebut. ‎Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) Berbasis KUA merupakan salah satu upaya nyata untuk menghadirkan zakat sebagai instrumen pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui bantuan usaha produktif, para penerima manfaat tidak hanya memperoleh modal untuk mengembangkan usaha, tetapi juga mendapatkan pendampingan agar usaha yang dijalankan dapat tumbuh secara berkelanjutan. ‎Program ini mencerminkan kepedulian terhadap perkembangan ekonomi masyarakat lapisan bawah yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan dalam mengakses permodalan usaha. Dengan dukungan BAZNAS dan Kementerian Agama, para pelaku usaha mikro diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha mereka, memperluas peluang pendapatan, serta secara bertahap mencapai kemandirian ekonomi. ‎Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, program ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Gowa. Keberadaan UMKM yang kuat diyakini memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja, menggerakkan roda perekonomian lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. ‎Usai menerima bantuan, para mustahik langsung membelanjakan dana yang diterima untuk kebutuhan usahanya masing-masing. Proses tersebut dilakukan dengan pendampingan dari Penyuluh Agama Islam yang selama ini turut mengawal dan membina para penerima manfaat, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan sesuai tujuan program. ‎Melalui sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama, Program PEU Berbasis KUA diharapkan terus menjadi jembatan harapan bagi masyarakat yang ingin bangkit dan berkembang melalui usaha produktif. Dengan semangat pemberdayaan, zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga membuka jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera. ‎Sebagai lembaga filantropi Islam, BAZNAS Kabupaten Gowa terus berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, tepercaya, serta tepat sasaran. Melalui berbagai program pemberdayaan dan kemanusiaan, BAZNAS hadir untuk memastikan bahwa setiap dana yang dititipkan oleh para muzakki dapat memberikan manfaat yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan. Editor:_HG_
BERITA17/06/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Muharram Menyatukan Hati: Pemkab dan BAZNAS Gowa Tebarkan Berkah, Perkuat Solidaritas untuk Kaum Dhuafa
Muharram Menyatukan Hati: Pemkab dan BAZNAS Gowa Tebarkan Berkah, Perkuat Solidaritas untuk Kaum Dhuafa
Gowa, 15 Juni 2026 – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai kegiatan Tausiyah, Dzikir dan Doa Bersama Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Gowa dalam Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H yang digelar Pemerintah Kabupaten Gowa di Masjid Agung Syekh Yusuf, Senin (15/6/2026). ‎Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gowa bersama Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Gowa menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga kurang mampu sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan. ‎Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Bupati Gowa Hj. Sitti Husniah Talenrang dan Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Gowa, H. Abbas Alauddin, kepada para penerima manfaat yang hadir dalam kegiatan tersebut. ‎Dalam sambutannya, Bupati Gowa menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam bukan hanya menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, tetapi juga mempererat persatuan dan kebersamaan dalam membangun daerah. ‎"Momentum Tahun Baru Islam ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga kekompakan dan kebersamaan. Mari bersatu rumpun membangun Gowa, memajukan Gowa, dan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi seluruh masyarakat. Dengan semangat persatuan, insya Allah berbagai tantangan dapat kita hadapi bersama demi kemajuan daerah yang kita cintai," ujarnya. ‎Suasana haru dan penuh kehangatan tampak saat bantuan sembako diserahkan kepada masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi wujud nyata hadirnya pemerintah dan lembaga sosial di tengah masyarakat. ‎Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa, H. Abbas Alauddin, menegaskan komitmen Baznas untuk terus memperkuat program-program sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah. ‎"BAZNAS Kabupaten Gowa senantiasa berkomitmen untuk hadir dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya saudara-saudara kita yang kurang mampu. Bantuan yang disalurkan hari ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menumbuhkan solidaritas, memperkuat kepedulian sosial, dan memastikan manfaat zakat dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap program-program Baznas terus menjadi jembatan kebaikan yang membawa keberkahan bagi masyarakat dan kemajuan Kabupaten Gowa". ‎Melalui kegiatan yang memadukan nilai spiritual dan aksi sosial tersebut, Pemerintah Kabupaten Gowa bersama BAZNAS Kabupaten Gowa berharap semangat Tahun Baru Islam 1448 H dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian, mempererat persaudaraan, serta membangun optimisme dalam mewujudkan Gowa yang lebih maju dan sejahtera. Editor: -HG-
BERITA15/06/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Bimtek UPZ Desa dan Kelurahan se-Kecamatan Barombong Perkuat Pengelolaan Zakat
Bimtek UPZ Desa dan Kelurahan se-Kecamatan Barombong Perkuat Pengelolaan Zakat
Barombong, 11 Juni 2026 – Pemerintah Kecamatan Barombong bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa dan Kelurahan se-Kecamatan Barombong, Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Gowa, Wakil I Ketua BAZNAS Bidang Pengumpulan, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Barombong, serta seluruh Ketua UPZ desa dan kelurahan se-Kecamatan Barombong. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengurus UPZ tersebut dibuka secara resmi oleh Camat Barombong, Muh. Rivan Maulana, S.STP., MM. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat sebagai bagian dari kewajiban sosial dan keagamaan. “Jangan memandang zakat sebagai sebuah beban, melainkan suatu hak orang lain yang memang harus kita keluarkan untuk meraih keberkahan,” ujar Muh. Rivan Maulana saat membuka kegiatan. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa H. Abbas Alauddin, menyampaikan pentingnya pembentukan Unit Pengumpul Zakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Menurutnya, keberadaan UPZ menjadi ujung tombak dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat sekaligus memperluas pelayanan kepada masyarakat. “Pembentukan UPZ sampai ke tingkat desa dan kelurahan sangat penting agar pengelolaan zakat dapat berjalan lebih efektif, terorganisir, dan menjangkau masyarakat secara lebih luas,” ungkapnya. Pada sesi materi, Wakil I Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa Bidang Pengumpulan, H. Suharli, memaparkan materi mengenai proses pembentukan UPZ serta tata kelola organisasi yang baik. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bagi para pengurus dalam menjalankan tugas dan fungsi pengumpulan zakat di wilayah masing-masing. Kegiatan berlangsung dengan antusias dan diikuti secara aktif oleh seluruh peserta. Selain mendapatkan pemahaman terkait regulasi dan tata kelola UPZ, para peserta juga memperoleh kesempatan berdiskusi mengenai berbagai tantangan dan strategi pengelolaan zakat di tingkat desa dan kelurahan. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa yang didampingi Camat Barombong menyerahkan Surat Keputusan (SK) UPZ kepada masing-masing ketua UPZ atau perwakilan dari setiap desa dan kelurahan se-Kecamatan Barombong. Penyerahan SK tersebut menjadi simbol penguatan kelembagaan UPZ dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan pengelolaan zakat dan memperkuat peran UPZ di Kecamatan Barombong. Editor: -HG-
BERITA11/06/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan Paket Sembako Bergizi untuk Ibu Hamil dan Ibu Balita di Kecamatan Bajeng Barat
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan Paket Sembako Bergizi untuk Ibu Hamil dan Ibu Balita di Kecamatan Bajeng Barat
Bajeng Barat, 10 Juni 2026 – Kepedulian terhadap tumbuh kembang generasi masa depan kembali ditunjukkan BAZNAS Kabupaten Gowa bersama Pemerintah Kabupaten Gowa melalui penyerahan bantuan paket sembako bergizi kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita dalam rangka mendukung upaya pencegahan stunting serta mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera. ‎Bantuan tersebut diserahkan oleh Bupati Gowa, Hj. Sitti Husniah Talenrang, bersama Wakil Ketua II Munawir, pada kegiatan Kunjungan Bupati Gowa Program "One Day One District Pemerintah Kabupaten Gowa" yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33. Kegiatan ini diselenggarakan oleh UPTD Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB) Kecamatan Bajeng Barat di Puskesmas Gentungan, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Rabu (10/6/2026). ‎Sebanyak 60 paket sembako bergizi disiapkan oleh BAZNAS Kabupaten Gowa dan disalurkan kepada ibu hamil serta ibu menyusui yang berasal dari tujuh desa di wilayah Kecamatan Bajeng Barat. Bantuan tersebut berisi kebutuhan pangan bergizi yang diharapkan dapat membantu pemenuhan nutrisi keluarga, khususnya bagi ibu dan anak pada masa seribu hari pertama kehidupan yang menjadi fase penting dalam pencegahan stunting. ‎Suasana haru dan penuh kehangatan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Para penerima manfaat/Mustahik menyambut bantuan yang diberikan dengan rasa syukur. Bagi sebagian keluarga, perhatian dan dukungan seperti ini bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi penyemangat bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi tantangan menjaga kesehatan ibu dan anak. ‎Dalam kesempatan itu, Bupati Gowa menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan daerah adalah memastikan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan mendapatkan asupan gizi yang cukup sejak dalam kandungan hingga masa balita. ‎Kepala UPTD PP dan KB Kecamatan Bajeng Barat, Hj. Masnaeni, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gowa dan BAZNAS Kabupaten Gowa yang telah memberikan perhatian nyata kepada masyarakat melalui bantuan paket sembako bergizi tersebut. ‎“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Gowa dan BAZNAS Kabupaten Gowa atas bantuan yang diberikan kepada ibu hamil dan ibu menyusui di Kecamatan Bajeng Barat. Bantuan ini sangat bermanfaat dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam pencegahan stunting,” ujarnya. ‎Ia juga berharap kolaborasi dan kepedulian sosial seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak keluarga yang merasakan manfaatnya dan semakin kuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak. ‎Bantuan yang disalurkan BAZNAS Kabupaten Gowa merupakan wujud nyata pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat. Sebagian besar dana umat yang dikelola Baznas Kabupaten Gowa bersumber dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Gowa, kalangan pengusaha, zakat perusahaan, serta para muzakki individu yang dengan penuh keikhlasan memercayakan penyalurannya melalui BAZNAS. ‎Melalui kontribusi tersebut, manfaat zakat tidak hanya dirasakan oleh mustahik dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung program-program kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat secara luas. ‎Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 yang dirangkaikan dengan kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Keluarga yang sehat, kuat, dan sejahtera merupakan kunci lahirnya generasi unggul yang akan membawa Kabupaten Gowa menuju masa depan yang lebih baik. ‎Sebagai lembaga filantropi umat, BAZNAS Kabupaten Gowa terus berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, transparan, profesional, terpercaya, dan tepat sasaran. Dengan dukungan para muzakki dan berbagai pemangku kepentingan, BAZNAS Kabupaten Gowa senantiasa hadir untuk menebarkan manfaat, memperkuat solidaritas sosial, serta menghadirkan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan. Setiap dana yang dititipkan masyarakat menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan keberkahan, mengurangi kesenjangan sosial, dan mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh warga Kabupaten Gowa. ‎Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah unsur Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Gowa, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala RSUD Syekh Yusuf, Kepala Puskesmas Bajeng dan Bajeng Barat, Camat dan Sekretaris Camat Bajeng Barat, para Kepala Desa se Kecamatan Bajeng Barat, Kapolsek dan Danramil Bajeng dan Bajeng Barat, serta dari BPJS Kesehatan. Editor: -HG-
BERITA10/06/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Gowa.

Lihat Daftar Rekening →