Berita Terbaru
HUT ke 25 BAZNAS RI Syiarkan Zakat Menguatkan Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 dengan menggelar tasyakuran dan doa bersama, bertema “Zakat Menguatkan Indonesia”, sebagai momentum refleksi dan rasa syukur atas peran besar zakat dalam memperkuat kesejahteraan umat di Indonesia.
Kegiatan tasyakuran tersebut digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026), dan dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ph.D., Dirjen Bimas Islam, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam, serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI Periode 2021–2025.
Turut hadir jajaran Pimpinan BAZNAS RI lintas periode, yakni Pimpinan Periode 2015–2020 Emmy Hamidiyah, Irsyadul Halim, Nana Mintarti, dan Mundzir Suparta; Pimpinan Periode 2008–2015 Ahmad Mukhlis Yusuf, Elvi Hudriah, Abdullah Hasyim, Isye Latief, dan Fuad Nasar; Pimpinan Periode 2001–2007 Aries Mufti, serta pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi, Kabupaten, dan Kota dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan secara daring.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, tema “Zakat Menguatkan Indonesia” merefleksikan kontribusi nyata zakat dalam menjawab persoalan besar bangsa, terutama kemiskinan, kebencanaan, kebodohan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional.
“Jika yang kita kumpulkan (zakat) semakin banyak, maka yang dapat kita distribusikan juga akan semakin banyak. Dengan begitu, semakin banyak pula masyarakat yang bisa kita kuatkan,” ujar Kiai Noor.
Ia menambahkan, kekuatan zakat terletak pada potensi penghimpunannya yang sangat besar. Berdasarkan perhitungan yang pernah disampaikan di hadapan Presiden bersama Menteri Agama, potensi zakat nasional diperkirakan mencapai Rp1.273 triliun. “Apabila potensi tersebut dapat terkumpul setengahnya saja, maka persoalan umat sudah bisa diselesaikan dan Indonesia akan menjadi sangat kuat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kiai Noor menuturkan, selama 25 tahun perjalanan BAZNAS, kinerja BAZNAS terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Berbagai prestasi berhasil diraih secara berkelanjutan dan terus berkembang dari waktu ke waktu.
“Hal ini menunjukkan bahwa BAZNAS merupakan lembaga yang diberkahi dan diridai. Seluruh insan di dalamnya bekerja dengan penuh keikhlasan dalam menjalankan amanah untuk umat,” katanya.
"Seiring dengan itu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS juga terus meningkat. Meski terdapat perbedaan capaian di setiap periode kepemimpinan, seluruh prestasi tersebut saling berkesinambungan dan tidak terputus," lanjutnya.
Meski demikian, Kiai Noor mengingatkan, kekuatan zakat belum sepenuhnya optimal. Dari sekitar 260 juta penduduk Muslim di Indonesia, jumlah muzaki yang terdata baru sekitar 6 juta orang. Kondisi ini menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperluas kontribusi zakat bagi penguatan Indonesia.
Di peringatan HUT ke-25, Kiai Noor, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Zakat Menguatkan Indonesia sebagai gerakan bersama, bukan sekadar slogan.
Ia menegaskan, dengan kebersamaan, kepercayaan publik, dan pengelolaan yang berkelanjutan, zakat dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya.
Editor:_Humas BAZNAS RI_
BERITA21/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Rampungkan Pembangunan Rumah Layak Huni BAZNAS Bagi Syafaruddin di Pattallassang
GOWA — Senyum haru terpancar dari wajah Syafaruddin, warga Dusun Sawagi, Desa Pattallassang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, saat menerima kunci rumah barunya, Senin (19/1/2026).
Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah tidak layak huni dengan dinding seng dan papan yang rapuh serta atap bocor, kini ia dan keluarganya dapat menempati rumah batu yang aman dan nyaman melalui Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB).
Penyerahan kunci sekaligus penandatanganan Berita Acara Serah Terima Bantuan dilakukan secara sederhana oleh Staf Amil BAZNAS Kabupaten Gowa, Syamsul Anwar dan Dzulkifli, sebagai bentuk nyata kepedulian Baznas terhadap warga kurang mampu.
Syafaruddin merupakan buruh bangunan harian dengan penghasilan pas-pasan. Kondisi ekonominya membuat ia belum mampu memperbaiki rumah yang selama ini jauh dari kata layak. Kondisi tersebut terpantau oleh Tim Sahabat Lacak Desa Pattallassang, Hamzah, lalu dilaporkan ke LACAK Center Gowa (Layanan Cepat Atasi Kemiskinan), program Pemerintah Kabupaten Gowa dalam pengentasan kemiskinan.
Data tersebut kemudian diteruskan ke Dinas Sosial Kabupaten Gowa dan direkomendasikan kepada Baznas Kabupaten Gowa untuk mendapatkan bantuan bedah rumah melalui Program RLHB.
Pada 9 Desember 2025 lalu, Bupati Gowa Hj. Husniah Talenrang bersama Pimpinan BAZNAS Kabupaten Gowa, Wakil Ketua II Munawir dan Wakil Ketua III Muis Fadli, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Pattallassang, meninjau langsung kondisi rumah Syafaruddin. Tak lama setelah kunjungan tersebut, rumah lama dibongkar dan dibangun kembali oleh BAZNAS Kabupaten Gowa. Proses pembangunan rampung dalam waktu sekitar tiga pekan.
Kini, rumah baru tersebut telah resmi diserahkan. Dengan mata berkaca-kaca, Syafaruddin menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya.
“Alhamdulillah, saya bersyukur dan tidak menyangka bisa punya rumah batu seperti ini. Nyaman ditinggali. Tidak kena hujanmi. Terima kasih Baznas Gowa, Pemerintah Kabupaten Gowa, dan pihak yang sudah membantu. Semoga kebaikanta' ini dibalas Allah SWT,” ujar Syafaruddin dengan suara bergetar.
Program Rumah Layak Huni BAZNAS menjadi salah satu upaya konkret dalam membantu masyarakat miskin keluar dari jerat kemiskinan ekstrem, sekaligus menghadirkan hunian yang aman, sehat, dan bermartabat bagi warga yang membutuhkan.
Melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS ini pula, BAZNAS Kabupaten Gowa menegaskan komitmennya dalam menjaga amanah umat yang telah memercayakan zakat, infak, dan sedekah untuk dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Dana yang dihimpun dari para muzakki disalurkan kepada mereka yang benar-benar berhak mendapatkan uluran tangan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan dan menghadirkan harapan baru bagi kehidupan yang lebih layak dan bermartabat.
Editor: _HG_
BERITA20/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Peringati 25 Tahun Pengabdian dengan Kesederhanaan dan Refleksi Makna
Gowa — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memasuki usia 25 tahun tepat pada tanggal 17 Januari 2026 lalu. Sebuah perjalanan panjang pengabdian yang diperingati secara sederhana namun penuh makna oleh BAZNAS Kabupaten Gowa, di Kantor BAZNAS Gowa pada Hari Senin, 19/1/2026.
Peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 BAZNAS ini dihadiri oleh seluruh pimpinan dan keluarga besar amilin dan amilat, mulai dari Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa, H. Alauddin Abbas, Wakil Ketua I Suharli, Wakil Ketua II Munawir, Wakil Ketua III Muis Fadli, Wakil Ketua IV Rudi Salam, dan segenap staf amil, serta suasana kian hangat dengan kehadiran siswa-siswi Magang dari SMK Syekh Yusuf Gowa, yang turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Dalam pengantarnya, Ketua BAZNAS Gowa, H. Alauddin Abbas, menyampaikan refleksi mendalam atas usia seperempat abad lembaga pengelola zakat nasional itu.
“Alhamdulillah, BAZNAS telah memasuki usia 25 tahun berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011. Jika merujuk Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999, tentu usianya lebih tua. Bahkan, jika kita merujuk pada Al-Qur’an, nilai-nilai zakat itu jauh lebih tua lagi,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa peringatan ulang tahun bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk bercermin dan memperbaiki langkah ke depan.
“Yang lebih penting dan utama dalam sebuah peringatan, kita berhenti sejenak lalu menoleh ke belakang. Melihat keberhasilan apa yang telah diraih dan kegagalan apa yang telah dilewati. Tentu ini menjadi bahan evaluasi bagi kita semua agar ke depan Baznas lebih maju dan berkembang. Karena Baznas ini dibentuk untuk kepentingan ummat terutama bagi fakir miskin yang membutuhkan uluran tangan. Maka Baznas ini hanya perantara bagi orang kaya dan orang miskin. Bagi yang kaya mengeluarkan zakat, infak dan sedekahnya ke Baznas lalu menyalurkan sesuai aturan. Oleh karena itu, dalam perjalanan Baznas ini tidak sedikit tantangan yang dihadapi. Kita berusaha untuk kerja dengan baik sesuai dengan aturan yang ada, sesuai dengan tuntunan agama dan aturan yang berlaku” tambahnya.
Peringatan HUT BAZNAS ke-25 ini sengaja digelar secara sederhana. Sajian nasi tumpeng dan kue umba-umba khas Makassar dihadirkan sebagai simbol rasa syukur dan filosofi kebersamaan. Tumpeng melambangkan harapan akan keberkahan yang terus tumbuh, sementara umba-umba mencerminkan kearifan lokal yang sarat nilai persaudaraan.
Usai menyampaikan pengantar, Ketua BAZNAS Gowa memotong nasi tumpeng dan menuangkannya ke piring untuk diserahkan kepada masing-masing wakil ketua. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, dan kesinambungan kepemimpinan dalam mengemban amanah umat. Selanjutnya, seluruh peserta yang hadir dipersilakan menikmati hidangan bersama dalam suasana kekeluargaan.
Lebih dari sekadar perayaan, peringatan 25 tahun BAZNAS menjadi pengingat akan tanggung jawab besar dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara amanah, profesional, dan berkeadilan. Dengan semangat refleksi dan kebersamaan, BAZNAS Kabupaten Gowa meneguhkan komitmen untuk terus hadir melayani umat dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Editor:_HG_
BERITA19/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Zakat, Infaq dan Sedekah, Nafas Peradaban Islam dalam Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem, Refleksi di HUT ke - 25 Badan Amil Zakat Nasional BAZNAS RI
Gowa - Di tengah dunia yang terus bergerak cepat kemiskinan ekstrem tetap menjadi luka kemanusiaan yang belum sepenuhnya sembuh. Ia bukan sekadar persoalan ekonomi melainkan krisis martabat, akses, dan harapan. Islam sejak awal kelahirannya hadir bukan hanya sebagai ajaran spiritual tetapi sebagai sistem peradaban yang menawarkan solusi nyata atas ketimpangan sosial. Di jantung solusi itu berdiri tiga pilar kedermawanan: Zakat, Infaq dan Sedekah.
Zakat bukanlah sekadar kewajiban ritual melainkan mekanisme distribusi kekayaan yang dirancang untuk menjaga keseimbangan sosial. Ia adalah pengingat bahwa harta bukan milik absolut manusia tetapi titipan yang di dalamnya melekat hak orang lain. Ketika zakat ditunaikan dengan kesadaran dan dikelola secara amanah ia menjadi energi sosial yang mampu mengangkat kaum mustahik dari ketergantungan menuju kemandirian.
Infaq dan sedekah melengkapi zakat sebagai ekspresi kasih sayang yang melampaui batas kewajiban. Keduanya mengajarkan bahwa keadilan sosial tidak cukup dibangun oleh aturan formal tetapi juga oleh kepekaan hati. Dalam setiap rupiah yang diinfaqkan dan disedekahkan tersimpan pesan moral bahwa kemiskinan ekstrem bukan takdir yang harus diterima melainkan kondisi yang harus diperjuangkan untuk diakhiri.
Lebih dari sekadar bantuan konsumtif, zakat, infaq dan sedekah yang dikelola secara produktif mampu menciptakan transformasi sosial. Modal usaha bagi fakir miskin, beasiswa bagi generasi muda, layanan kesehatan hingga penguatan ekonomi komunitas adalah bukti bahwa filantropi Islam memiliki daya ubah yang nyata. Ia bekerja secara senyap namun berdampak luas dalam membangun sumber daya manusia, bukan hanya mengenyangkan perut.
"Sejalan dengan keinginan Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia pada akhir masa jabatannya di 2029. presiden optimis nasib masyarakat Indonesia yang berada pada kelompok desil 1 dan 2 dapat diubah melalui kerja keras dan kebijakan yang tepat. Kita bisa hilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia, kata Prabowo".
Oleh Karena itu, pengentasan kemiskinan bukan sekadar agenda sosial tetapi bagian dari ibadah kolektif umat. Ketika zakat, infaq dan sedekah bergerak bersama dalam sistem yang terencana dan berkeadilan maka yang lahir bukan hanya penurunan angka kemiskinan tetapi kebangkitan nilai kemanusiaan.
Di era modern, tantangan kemiskinan menuntut pengelolaan filantropi Islam yang profesional, transparan, dan berorientasi pemberdayaan. Dengan tata kelola yang baik, zakat, infaq dan sedekah dapat menjadi kekuatan strategis dalam mendukung upaya nasional dan global untuk menghapus kemiskinan ekstrem, bukan sebagai pelengkap kebijakan negara tetapi sebagai mitra moral dan sosial.
Dalam refleksi HUT ke-25 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Baznas Kab. Gowa Terus berinovasi untuk kemaslahatan dan konsisten melayani umat untuk memperkuat tata kelola zakat yang transparan dan berdampak dengan melakukan Penyaluran dalam Periode Agustus-Desember 2025 dalam 5 program utama yakni: Gowa Peduli, Gowa Sehat, Gowa Cerdas, Gowa Makmur dan Gowa Takwa, dengan nilai penyaluran sebesar Rp. 1.651.801.885, pembangunan fisik Rumah Layat Huni Baznas (RLHB) 27 Unit, Z Mart 25 Unit, Z Auto 1 Unit dan Bantuan Modal usaha 5 Unit yang tersebar dikabupaten Gowa.
Akhirnya, zakat, infaq dan sedekah mengajarkan satu pelajaran penting, kekuatan Islam tidak hanya terletak pada jumlah pemeluknya tetapi pada kemampuannya menghadirkan keadilan, merawat solidaritas dan menghidupkan harapan bagi mereka yang paling lemah. Dari tangan-tangan yang memberi lahirlah peradaban yang berkeadilan, dari kepedulian yang tulus kemiskinan ekstrem menemukan akhir jalannya.
Oleh: Rudi Salam, S.Kep, Ns, M.Kep (Wakil Ketua IV Baznas Kab. Gowa)
BERITA17/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Hadiri Refreshing Muballigh Muhammadiyah di Tinggimoncong
Gowa — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa menghadiri Acara Refreshing Muballigh Muhammadiyah Gowa dengan tema “Menyatukan Visi Misi Muhammadiyah dalam Gerakan Dakwah Berkemajuan”. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Jumat (16/01/2026).
Dalam kegiatan ini, BAZNAS Gowa diwakili oleh Wakil Ketua II, Munawir, yang hadir sebagai salah satu narasumber. Acara tersebut diikuti oleh para muballigh Muhammadiyah se-Kabupaten Gowa sebagai upaya penguatan peran dakwah yang berkemajuan dan responsif terhadap persoalan sosial umat.
Pada sesi pemaparan, Munawir menyampaikan materi terkait peran masyarakat dalam mengeluarkan zakat pertanian. Ia menekankan bahwa zakat pertanian memiliki potensi besar dalam mendukung kesejahteraan umat, khususnya di wilayah Kabupaten Gowa yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani.
“Kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat pertanian sangat penting, karena zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi,” ungkap Munawir dalam pemaparannya.
Ia juga menjelaskan ketentuan zakat pertanian, mulai dari nisab, waktu pengeluaran zakat, hingga mekanisme penyalurannya melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi negara. Menurutnya, penyaluran zakat melalui BAZNAS akan memastikan zakat dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran.
Kegiatan Refreshing Muballigh ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara organisasi keagamaan dan lembaga pengelola zakat dalam membangun kesadaran umat, khususnya dalam optimalisasi potensi zakat pertanian sebagai bagian dari gerakan dakwah berkemajuan.
Dengan kolaborasi yang baik antara muballigh, masyarakat, dan BAZNAS, diharapkan zakat dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi umat di Kabupaten Gowa.
Editor:-HG-
BERITA16/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Ulurkan Kepedulian untuk Nenek Joho, Buruh Tani Lansia di Bontolempangan
GOWA — Di tengah keterbatasan hidup yang dijalani, senyum haru terpancar dari wajah Nenek Joho (65) saat menerima bantuan Paket Sembako dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa. Bantuan tersebut diserahkan di kediamannya di Desa Bontolempangan, Kecamatan Bontolempangan, Jumat (16/1/2026).
Nenek Joho merupakan warga kurang mampu yang menggantungkan hidupnya dari pekerjaan sebagai buruh tani. Di usia senjanya, ia masih berupaya bertahan dengan membantu tetangga memanen hasil pertanian, meski penghasilan yang diterima tidak menentu. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia kerap mengandalkan uluran tangan para tetangga sekitar.
Kondisi Nenek Joho semakin berat karena harus merawat puteranya, Sahiri (32), yang sejak lahir mengalami kelumpuhan. Keduanya tinggal bersama di rumah sederhana, menjalani hari-hari dengan penuh kesabaran dan keteguhan hati.
Melalui program bantuan sosialnya, BAZNAS Kabupaten Gowa hadir memberikan Paket Sembako sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan, khususnya lansia dan keluarga prasejahtera. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan pokok Nenek Joho dan keluarganya.
Saat menerima bantuan tersebut, Nenek Joho tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya. Dengan suara lirih sambil merekahkan senyumnya, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.
“Terima kasih banyak kepada BAZNAS Gowa. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ucap Nenek Joho.
BAZNAS Kabupaten Gowa terus berkomitmen menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sebagai wujud nyata solidaritas dan kepedulian sosial di Kabupaten Gowa.
Editor: -HG-
BERITA16/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Hadiri Rakor Layanan Cepat Atasi Kemiskinan, BAZNAS Gowa Komitmen Mendukung Pengentasan Kemiskinan Di Kabupaten Gowa
GOWA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa menegaskan komitmennya dalam mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem dengan menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Layanan Cepat Atasi Kemiskinan (LACAK) Kabupaten Gowa bersama Pemerintah Kabupaten Gowa dan LACAK Center Gowa.
Rakor tersebut digelar di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Kamis (15/1/2026), sebagai bagian dari penguatan sinergi lintas sektor dalam menyukseskan program prioritas daerah untuk menekan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa.
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Gowa yang menghadiri Rakor ini, yakni Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa H. Abbas Alauddin, Wakil Ketua II Munawir, dan Wakil Ketua IV Rudi Salam. Kehadiran BAZNAS menunjukkan peran aktif lembaga pengelola zakat tersebut sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan.
Bupati Gowa, Hj. Husniah Talenrang, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa LACAK hadir sebagai instrumen strategis untuk membantu masyarakat keluar dari kondisi kemiskinan. Ia menekankan bahwa upaya ini sejalan dengan kebijakan nasional.
“LACAK hadir untuk membantu masyarakat keluar dari kemiskinannya. Apalagi Presiden Republik Indonesia telah menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan menjadi salah satu program prioritas nasional,” ujar Bupati Gowa.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Gowa bersama LACAK dan BAZNAS terus melakukan berbagai intervensi yang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga sasaran, agar bantuan yang diberikan tepat guna dan berkelanjutan.
"Program LACAK berfungsi untuk memastikan bahwa proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan berjalan secara tepat sasaran, terukur, dan dapat dievaluasi, sedangkan BAZNAS akan memberikan bantuan sesuai hasil assesment dari LACAK berkoordinasi dengan SKPD terkait, yang merupakan hasil infak dan sedekah seluruh ASN Pemkab Gowa".
Menutup sambutannya, Bupati Gowa mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, khususnya tim LACAK dan Baznas Gowa yang selama ini aktif melakukan intervensi langsung kepada masyarakat terlebih yang tidak terjangkau oleh bantuan nasional.
Selanjutnya, Ketua Tim LACAK Center Gowa Kaharuddin Muji menyampaikan sambutan kedua. Dalam sambutannya menegaskan bahwa, penanggulangan kemiskinan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita bersama.
Sementara itu, di hadapan peserta Rakor, Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Gowa, Munawir, memaparkan capaian penyaluran dan pendayagunaan dana Baznas selama periode Agustus hingga Desember 2025 yang mencapai kurang lebih Rp1,6 miliar.
“BASNAS Gowa telah melakukan penyaluran pada Bulan Agustus sejumlah Rp112 juta, September Rp389 juta, Oktober Rp463 juta, November Rp410 juta, dan Desember Rp275 juta. Beberapa intervensi yang kita lakukan di antaranya program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) sebanyak 27 unit, Z Mart 25 unit, Bantuan Usaha dan program pemberdayaan lainnya,” jelas Munawir.
Ia menegaskan bahwa seluruh program BAZNAS dirancang untuk mendorong kemandirian mustahik dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
Rakor LACAK ini turut dihadiri Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Andy Azis, Wakil Ketua DPRD Gowa Taufik Surullah, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gowa, para pimpinan SKPD, Kepala Bagian, Camat, Ketua LACAK Kaharuddin Muji bersama Tim LACAK Center se-Kabupaten Gowa, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Gowa optimistis target penurunan kemiskinan ekstrem dapat dicapai secara bertahap dan berkelanjutan, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang lebih adil dan merata.
Editor:-HG-
BERITA16/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Nenek Teko Warga Timbuseng Bersyukur Punya Rumah Baru Dari BAZNAS Gowa
GOWA — Haru dan rasa syukur menyelimuti wajah Teko Bt Baco (85), seorang mustahik warga Dusun Koccikang, Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, saat menerima kunci rumah barunya, Senin (12/1/2026).
Rumah yang kini ditempatinya merupakan hasil program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) dari BAZNAS Kabupaten Gowa.
Penyerahan kunci dilakukan secara sederhana oleh Staf Amil BAZNAS Kabupaten Gowa, Syamsul Anwar dan Dzulkifli, namun sarat makna bagi Nenek Teko yang sebelumnya hidup dalam kondisi memprihatinkan. Rumah lama yang ia tempati berdinding seng dan papan yang telah lapuk, dengan atap bocor yang tak lagi mampu melindunginya dari hujan dan panas.
Kondisi tersebut pertama kali didata oleh Tim Sahabat Lacak Desa Timbuseng, Marzuki, yang kemudian melaporkannya ke Lacak Center Gowa. Laporan itu diteruskan ke Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Gowa dan selanjutnya direkomendasikan kepada BAZNAS Kabupaten Gowa untuk mendapatkan bantuan bedah rumah.
Perhatian terhadap kondisi Nenek Teko juga datang langsung dari Bupati Gowa, Hj. Husniah Talenrang, yang mengunjungi kediamannya pada 9 Desember 2025 lalu. Kunjungan tersebut menjadi titik awal percepatan bantuan. Bupati Gowa memastikan rumahnya akan diperbaiki. Tak berselang lama, BAZNAS Gowa langsung memulai proses bedah rumah hingga akhirnya selesai dibangun dan siap dihuni.
Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, Nenek Teko menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Gowa dan BAZNAS Gowa atas rumah baru yang kini menjadi tempat bernaung yang layak.
“Saya tidak menyangka rumahku sebagus ini. Dulu kalau hujan saya tidak bisa tidur karena air masuk dari atap. Terima kasih banyak kepada Ibu Bupati, Pemerintah Kabupaten Gowa, dan BAZNAS Gowa. Semoga Allah membalas semua kebaikan ta’,” ucap Nenek Teko lirih.
Bantuan yang diterima Nenek Teko merupakan bagian dari semangat kebersamaan dan gotong royong, yang bersumber dari infak dan sedekah para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Gowa. Dana tersebut dihimpun, disetorkan, dan dipercayakan pengelolaannya kepada BAZNAS Kabupaten Gowa untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.
Program Rumah Layak Huni BAZNAS ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dan lembaga zakat dalam memberikan perlindungan dan harapan bagi masyarakat kurang mampu. Tidak hanya membangun rumah, tetapi juga mengembalikan rasa aman, martabat, dan harapan hidup yang lebih baik bagi para mustahik.
Editor:-HG-
BERITA15/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Serahkan Kunci Rumah Layak Huni untuk Anto di Borongloe
Gowa — Senyum haru terpancar dari wajah Anto bersama istrinya, warga Borong, Desa Borongloe, Kecamatan Bontomarannu, saat menerima kunci Bantuan Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) dari BAZNAS Kabupaten Gowa, Senin (12/1/2026).
Bantuan tersebut menjadi jawaban atas musibah yang menimpanya beberapa waktu lalu, ketika rumah yang ia huni ambruk akibat kondisi bangunan yang sudah rapuh dan tidak mampu menahan terjangan angin serta hujan lebat.
Peristiwa ambruknya rumah Anto sebelumnya dilaporkan pada 23 November 2025. Kejadian tersebut kemudian mendapat perhatian dari Tim Sahabat Lacak Desa Borongloe, yang dipelopori oleh Fahmi. Data hasil pendampingan di lapangan selanjutnya diteruskan dalam bentuk rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Gowa dan BAZNAS Kabupaten Gowa, hingga akhirnya Anto dinyatakan layak menerima bantuan perbaikan rumah melalui program RLHB BAZNAS.
Penyerahan kunci rumah dilakukan oleh Staf Amil BAZNAS Kabupaten Gowa, Syamsul Anwar dan Dzulkifli, yang diutus oleh BAZNAS Kabupaten Gowa. Dalam kesempatan tersebut, Syamsul menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang sedang berada dalam kondisi sulit.
“Hari ini kami dari BAZNAS Kabupaten Gowa menyerahkan kunci Rumah Layak Huni BAZNAS kepada Bapak Anto. Rumah Bapak Anto sudah dibangunkan baru menjadi rumah layak huni. Ini adalah amanah dari para muzaki yang kami salurkan untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kami berharap rumah ini bisa menjadi tempat yang aman, nyaman, dan membawa ketenangan bagi keluarga,” ujar Syamsul Anwar.
Ia juga menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari masyarakat desa, relawan, hingga pemerintah daerah.
“Kami mengapresiasi peran Tim Sahabat Lacak Desa Borongloe yang cepat melakukan pendataan, Pemerintah Kabupaten Gowa dalam hal ini Bupati Gowa. Kolaborasi seperti inilah yang membuat zakat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Anto, dengan suara bergetar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan yang diterima. Ia mengaku tak pernah menyangka akan mendapatkan rumah yang layak setelah musibah yang menimpanya.
“Terima kasih yang tak terhingga saya sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Gowa, Bupati Gowa Husniah Talenrang dan BAZNAS Kabupaten Gowa. Bantuan ini sangat berarti bagi kami sekeluarga. Semoga semua yang membantu dibalas kebaikannya oleh Allah SWT,” ucap Anto.
Program Rumah Layak Huni BAZNAS merupakan salah satu upaya BAZNAS Kabupaten Gowa dalam meningkatkan kualitas hidup mustahik, sekaligus memastikan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun benar-benar hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama pasca-bencana dan kondisi darurat.
Editor:-HG-
BERITA15/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Impian Sederhana Terwujud, St. Aminah Akhirnya Miliki Etalase Jualan Kue dari Bantuan BAZNAS Gowa
GOWA – Raut syukur tak mampu disembunyikan dari wajah St. Aminah (60), seorang ibu rumah tangga yang selama ini hidup sendiri dan menggantungkan penghidupan dari berjualan kue rumahan di Pekanglabbu, Kelurahan Tetebatu, Kecamatan Pallangga. Harapan lama yang ia pendam akhirnya terwujud pada Rabu, 14 Januari 2026.
Pada hari itu, St. Aminah menerima bantuan modal usaha dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa. Bantuan diserahkan oleh Staf Amil Baznas Gowa, Syamsul Anwar dan Dzulkifli, melalui Lurah Tetebatu, Fachri Nur, serta didampingi Sahabat Lacak Kelurahan, Salma.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pengembangan usaha jualan kue yang selama ini menjadi sumber utama penghidupan St. Aminah. Dari bantuan yang diterima, ia membelanjakan bahan baku pembuatan kue sekaligus membeli etalase kaca—barang yang sudah lama diidamkannya untuk memajang hasil jualan agar lebih menarik pembeli.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih. Sudah lama sekali saya ingin punya etalase kaca, tapi belum mampu membelinya. Dengan bantuan ini, kue-kue saya bisa tertata rapi dan terlihat lebih layak,” ungkap St. Aminah dengan senyum bahagia.
Lurah Tetebatu, Fachri Nur, yang turut menyerahkan bantuan tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gowa dan BAZNAS Gowa atas kepeduliannya terhadap warga kurang mampu di wilayahnya.
“Alhamdulillah, infak dan sedekah dari seluruh ASN Pemerintah Kabupaten Gowa yang kami salurkan melalui BAZNAS Gowa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hari ini kita menyaksikan langsung bagaimana bantuan modal usaha ini memberi harapan baru bagi warga yang layak menerima,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya meringankan beban ekonomi St. Aminah, tetapi juga menjadi pemantik semangat untuk terus berusaha dan mandiri secara ekonomi.
Melalui program pendayagunaan zakat produktif, BAZNAS Gowa terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi mustahik, khususnya pelaku usaha kecil, agar mampu bangkit dan meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan.
Editor:-HG-
BERITA14/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan Sembako bagi Pasien TB Paru, Hadirkan Harapan di Desa Siaga TB
Gowa — Kepedulian sosial kembali diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa melalui penyaluran bantuan sembako kepada pasien Tuberkulosis (TB) Paru dalam rangkaian kegiatan Desa Siaga TB di Desa Bone, Kecamatan Bajeng, pada Selasa, 13/01/2026. Kegiatan ini menjadi ruang bertemunya empati, solidaritas, dan ikhtiar kemanusiaan bagi warga yang tengah berjuang melawan penyakit.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, yang turut dihadiri Bupati Gowa, Hj. Sitti Husniah Talenrang, serta perwakilan Baznas Kabupaten Gowa, Rudi Salam, selaku Wakil Ketua IV.
Penyaluran bantuan sembako ini menjadi wujud nyata pengamalan nilai-nilai keislaman melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Baznas. Bantuan tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai simbol kehadiran masyarakat dan negara di tengah kelompok rentan yang kerap menghadapi keterbatasan ekonomi, stigma sosial, serta tekanan psikologis akibat penyakit yang diderita.
TB Paru bukan semata persoalan medis. Penyakit ini sering kali menempatkan penderitanya pada posisi yang terpinggirkan, baik secara sosial maupun ekonomi. Melalui pendekatan berbasis komunitas dalam program Desa Siaga TB, upaya penanggulangan dilakukan secara menyeluruh menghadirkan dukungan kolektif agar penderitaan individu tidak dipikul sendirian.
“Memberi sembako berarti memastikan bahwa perjuangan untuk sembuh tidak diperberat oleh rasa lapar dan kecemasan hidup,” demikian semangat yang tercermin dalam kegiatan tersebut. Setiap paket sembako yang disalurkan membawa pesan moral yang kuat: bahwa setiap kehidupan berharga dan setiap warga berhak untuk dikuatkan.
Bagi para penerima, bantuan ini menjadi bahasa kasih yang tak terucap mengalirkan doa, harapan, dan perhatian dari para muzaki di seluruh Kabupaten Gowa. Di sinilah zakat berfungsi sebagai penyembuh sosial, meringankan beban jasmani sekaligus menenangkan batin mereka yang tengah berjuang.
Kehadiran Baznas dalam Desa Siaga TB menegaskan bahwa upaya pengendalian TB Paru tidak cukup hanya mengandalkan obat dan layanan medis. Diperlukan sentuhan kemanusiaan, solidaritas sosial, serta nilai spiritual yang menguatkan. Desa hadir sebagai ruang aman, tempat warganya saling menopang dan memastikan tak seorang pun berjalan sendirian dalam perjuangan hidup.
Melalui kegiatan ini, Baznas Kabupaten Gowa kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan zakat sebagai kekuatan transformasi sosial menyentuh yang sakit, menguatkan yang lemah, dan menyalakan harapan di tengah keterbatasan.
Editor:-HG-
BERITA13/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Bupati Gowa Turun Langsung Tangani Warga Miskin Ekstrim di Julubori, Istri Dilarikan ke RS dan Rumah Akan Diperbaiki BAZNAS Gowa
GOWA – Kepedulian Pemerintah Kabupaten Gowa bersama Baznas Kabupaten Gowa kembali ditunjukkan melalui kunjungan langsung Bupati Gowa, Hj. Husniah Talenrang dan Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Gowa, Munawir, ke rumah salah satu warga miskin ekstrem di Paku, Desa Julubori, Kecamatan Pallangga, pada Sabtu (10/1/2026).
Warga tersebut adalah Kade Dg Sija, yang hidup berdua bersama istrinya, Dg Sangnging, yang telah lama menderita penyakit stroke. Pasangan lanjut usia ini menempati rumah yang jauh dari kata layak huni. Dinding rumah terbuat dari gamacca yang sudah lapuk dan berlubang, lantai rumah lembab, serta kondisi dapur yang berantakan dan minim fasilitas. Di rumah sederhana itulah, Kade Dg Sija dengan penuh kesabaran merawat istrinya setiap hari.
Melihat langsung kondisi tersebut, Bupati Gowa tak mampu menyembunyikan keprihatinannya. Ia langsung meminta agar Dg Sangnging segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf untuk mendapatkan perawatan medis yang layak.
“Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa masih ada saudara-saudara kita di sekitar yang sangat membutuhkan uluran tangan dan perhatian dari pemerintah. Pemerintah harus hadir, melihat langsung, dan memastikan tidak ada warga yang terabaikan,” ujar Hj. Husniah Talenrang dengan suara penuh empati.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Gowa turut didampingi Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Gowa, Munawir, bersama dua staf amil BAZNAS, Syamsul Anwar dan Dzulkifli. BAZNAS Gowa pun langsung mengambil langkah cepat untuk membantu keluarga tersebut.
Munawir menyampaikan bahwa apa yang dialami Kade Dg Sija bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi juga persoalan kemanusiaan yang harus ditangani bersama.
“Kami di BAZNAS hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa harapan. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri,” tutur Munawir
Setelah dilakukan koordinasi dengan pimpinan, BAZNAS Kabupaten Gowa akan memperbaiki rumah Kade Dg Sija melalui Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB). Selain itu, keluarga tersebut juga akan didata untuk dimasukkan sebagai penerima bantuan paket sembako bulanan, guna meringankan beban kebutuhan sehari-hari.
Kunjungan kemanusiaan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gowa, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Camat Pallangga, Kepala Desa Julubori, serta Tim LACAK Center Gowa.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam upaya menekan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa, sekaligus memastikan bahwa setiap warga mendapatkan hak hidup yang layak dan bermartabat.
Di tengah keterbatasan yang mereka miliki, kunjungan ini menjadi secercah harapan baru bagi Kade Dg Sija dan istrinya bahwa masih ada tangan-tangan peduli yang hadir untuk menguatkan, merawat, dan mengembalikan harapan akan kehidupan yang lebih baik.
Editor:-HG-
BERITA10/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Bupati Gowa dan BAZNAS Gowa Tinjau Rumah Dg Joa Penerima Bantuan Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) di Bontomanai
GOWA — Bupati Gowa, Hj. Husniah Talenrang, didampingi Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Gowa, Munawir, melakukan kunjungan langsung ke rumah penerima bantuan Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) atas nama Sangkala Joa di Bilasangi, Desa Bontomanai, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa. (Kamis, 08/01/2026)
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi rumah Sangkala Joa telah benar-benar layak dihuni setelah mendapatkan bantuan dari Baznas Kabupaten Gowa. Selain meninjau langsung kondisi rumah, Bupati Gowa dan Baznas juga menyerahkan bantuan pangan berupa paket sembako kepada penerima manfaat.
Sangkala Joa yang sehari-hari dikenal sebagai pedagang sayur keliling ini mengaku sangat terbantu dengan adanya program RLHB. Dalam kesehariannya, ia berjualan sayur dengan menggunakan sepeda dan berkeliling dari kampung ke kampung demi mencukupi kebutuhan hidupnya.
Sebelum menerima bantuan, Sangkala Joa tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan. Dinding rumahnya sudah lapuk bahkan terlepas, sementara atapnya rapuh sehingga rumah tersebut hanya sesekali ditempati. Selebihnya, ia terpaksa memumpang tinggal di rumah saudaranya yang berada tepat di samping rumah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Bupati Gowa Hj. Husniah Talenrang menyampaikan ucapan selamat kepada Sangkala Joa atas rumah barunya. Ia menegaskan bahwa bantuan rumah layak huni tersebut merupakan hasil dari infak dan sedekah gaji seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Gowa yang disisihkan dan dikelola oleh Baznas Gowa, kemudian disalurkan kepada masyarakat Gowa yang berhak menerima.
“Ini adalah bentuk kepedulian dan kebersamaan. Dana yang digunakan berasal dari infak dan sedekah ASN Pemkab Gowa yang dikelola Baznas untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Husniah.
Ia juga berpesan agar rumah yang telah dibangun dapat dirawat dengan baik, serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar agar tetap nyaman dan sehat untuk ditinggali.
Sementara itu, Sangkala Joa tak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukurnya. Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Gowa dan Baznas Kabupaten Gowa atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada Ibu Bupati dan Baznas Gowa. Sekarang saya sudah punya rumah yang layak untuk ditempati,” ucapnya penuh rasa syukur.
Tidak hanya itu, Dg Joa juga memberikan Rebun untuk bahan sayur kepada Bupati Gowa sebagai bentuk rasa syukurnya yang diterima oleh Bupati Gowa dengan senyum haru.
Program Rumah Layak Huni Baznas ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Gowa dan Baznas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu.
Editor:-HG-
BERITA08/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Senyum Kebahagiaan Bapak Parawansyah atas Bantuan Kursi Roda dari BAZNAS Gowa
GOWA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gowa kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, Baznas Gowa menyerahkan bantuan berupa kursi roda kepada Parawansyah Dg Tarra, warga Bontomate’ne, Desa Gentungang, Kecamatan Bajeng Barat, Selasa (6/1/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Staf Amil Baznas Kabupaten Gowa, Syamsul Anwar dan Dzulkifli, yang diutus khusus oleh Baznas Gowa. Penyerahan bantuan turut disaksikan Sekretaris Desa Gentungang, Rasul Makka, serta Pendamping BKKBN, Jumriani. Bantuan diterima oleh Parawansyah Dg Tarra bersama anaknya, Agussalim, di kediaman mereka.
Parawansyah diketahui telah tiga tahun terakhir mengalami kelumpuhan akibat penyakit stroke yang dideritanya. Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari Parawansyah sangat terbatas dan membutuhkan alat bantu mobilitas.
Agussalim, anak Parawansyah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan kursi roda yang diberikan Baznas Gowa. Menurutnya, kursi roda tersebut sudah lama diinginkan oleh sang ayah untuk membantu pergerakannya di rumah.
“Kami sekeluarga sangat berterima kasih kepada Baznas Gowa. Kursi roda ini memang sudah lama diharapkan oleh bapak, dan sangat membantu beliau dalam beraktivitas,” ujar Agussalim.
Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari proses pendataan yang dilakukan oleh Pendamping Rehabilitasi Sosial (PRS) Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Hasrul M. Setelah dilakukan asesmen, Dinas Sosial kemudian merekomendasikan Parawansyah kepada Baznas Gowa untuk mendapatkan intervensi bantuan sesuai kebutuhan.
Sekretaris Desa Gentungang, Rasul Makka, turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada warganya. Ia menyebut bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat kurang mampu di wilayahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Baznas Kabupaten Gowa, Bupati dan Wakil Bupati Gowa, serta para muzakki, khususnya ASN yang telah menyisihkan sebagian pendapatannya untuk diinfakkan ke Baznas. Dana tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Rasul Makka.
Melalui program pendistribusian zakat, infak, dan sedekah ini, Baznas Kabupaten Gowa terus berupaya hadir di tengah masyarakat, memastikan bantuan tepat sasaran dan mampu meringankan beban mustahik, khususnya mereka yang mengalami keterbatasan fisik dan ekonomi.
Editor:-HG-
BERITA06/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Kebahagiaan Nenek Nurung di Akhir Tahun, Tongkat Kaki Tiga dari BAZNAS Gowa Jadi Penopang Harapan Hidup
GOWA – Di sebuah rumah sederhana di Desa Gentungang, Kecamatan Bajeng Barat, wajah haru terpancar dari Nenek Nurung saat menerima bantuan alat bantu jalan berupa tongkat kaki tiga dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gowa. Bantuan tersebut diserahkan pada Selasa, 30 Desember 2025, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga lanjut usia yang hidup dalam keterbatasan.
Bantuan diserahkan langsung oleh Rifyal Sabir dan Dzulkifli, Staf Amil yang diutus oleh Baznas Kabupaten Gowa bersama Pendamping Rehabilitas Sosial Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Gowa, Kasmawati.
Nenek Nurung merupakan warga miskin lanjut usia yang mengalami gangguan penglihatan sehingga kesulitan beraktivitas sehari-hari. Selama ini, ia hanya mengandalkan potongan kayu biasa sebagai penyangga untuk berjalan, meski kondisinya tidak lagi aman bagi usianya.
Kondisi Nenek Nurung pertama kali terdata oleh Pendamping Rehabilitasi Sosial dari Dinas Sosial Kabupaten Gowa. Melihat keterbatasan fisik dan ekonomi yang dialami, pendamping kemudian merekomendasikan agar Nenek Nurung mendapatkan bantuan alat bantu jalan dari Baznas Kabupaten Gowa melalui Dinas Sosial.
Tak hanya memberikan tongkat kaki tiga, Baznas Gowa juga menyalurkan bantuan paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban hidup Nenek Nurung, khususnya di penghujung tahun.
Nenek Nurung diketahui tinggal bersama puteranya yang juga mengalami disabilitas akibat kecelakaan kerja. Sang anak pun menggunakan alat bantu jalan untuk beraktivitas, sehingga kondisi keluarga tersebut tergolong sangat rentan secara sosial dan ekonomi.
Penyerahan bantuan berlangsung sederhana namun penuh makna. Kehadiran Baznas Gowa menjadi secercah harapan bagi Nenek Nurung dan keluarganya, sekaligus wujud nyata pemanfaatan dana zakat untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Melalui program bantuan sosial ini, Baznas Kabupaten Gowa terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi lansia dan penyandang disabilitas, agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak dan bermartabat.
Editor:-HG-
BERITA31/12/2025 | Humas BAZNAS Gowa
Penghujung Tahun Penuh Makna, Ibu Murniati Terima Kursi Roda dari BAZNAS Gowa
Gowa — Menutup akhir tahun 2025 dengan penuh kepedulian, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa menyalurkan bantuan kursi roda kepada Ibu Murniati, warga Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong. Penyerahan bantuan dilakukan pada Selasa, 30 Desember 2025, di rumah keluarga tempat Ibu Murniati menumpang.
Bantuan diserahkan langsung oleh Dzulkifli dan Rifyal Sabir, Staf Amil yang diutus oleh Baznas Kabupaten Gowa bersama Pendamping Rehabilitas Sosial dari Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Gowa, Salawati, Riswandi dan Ismail.
Ibu Murniati merupakan penyandang disabilitas yang mengalami cacat tubuh setelah satu kakinya harus diamputasi akibat penyakit yang dideritanya. Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-harinya menjadi terbatas dan membutuhkan alat bantu mobilitas.
Bantuan kursi roda ini diberikan setelah Ibu Murniati didata oleh Salawati, Pendamping Rehabilitasi Sosial dari Dinas Sosial Kabupaten Gowa. Melalui pendamping tersebut, kondisi dan kebutuhan Ibu Murniati kemudian direkomendasikan kepada Baznas Kabupaten Gowa untuk mendapatkan bantuan yang sesuai.
Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Gowa dan Baznas Kabupaten Gowa ini menjadi wujud nyata perhatian pemerintah dan lembaga pengelola zakat terhadap warga yang membutuhkan, khususnya penyandang disabilitas dan masyarakat kurang mampu.
Rasa bahagia dan haru pun dirasakan Ibu Murniati saat menerima bantuan tersebut. Ia mengaku telah lama menginginkan kursi roda untuk memudahkan dirinya beraktivitas, terutama di lingkungan tempat tinggalnya.
“Alhamdulillah, saya sangat senang. Sudah lama saya berharap punya kursi roda, sekarang akhirnya terwujud. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, Baznas Gowa, Ibu Bupati” ungkap Ibu Murniati.
Baznas Kabupaten Gowa berharap bantuan ini dapat membantu meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup Ibu Murniati. Penyaluran bantuan sosial ini juga menjadi bagian dari komitmen Baznas dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah agar tepat sasaran serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Editor:-HG-
BERITA31/12/2025 | Humas BAZNAS Gowa
Terima Bantuan Z Mart dari BAZNAS Gowa, Riskayanti Warga Bontobiraeng Selatan Akhirnya Bisa Punya Mesin Pres Gelas Minuman
Gowa – Raut bahagia tak bisa disembunyikan dari wajah Riskayanti saat menerima bantuan Program Z Mart dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa. Bantuan tersebut diserahkan oleh Staf Amil yang diutus oleh Baznas Gowa, Syamsul Anwar dan Dzulkifli, pada Rabu, 24 Desember 2025, langsung di warung milik Riskayanti di Kacci-kacci, Desa Bontobiraeng Selatan, Kecamatan Bontonompo, dengan didampingi Kepala Dusun Kacci-kacci, Syahrir dan Staf Desa setempat, Dewi Astuti.
Bantuan yang diterima Riskayanti langsung dibelanjakan barang campuran untuk warungnya dan mesin pres gelas minuman sekaligus untuk jualan minuman aneka jus. Bantuan itu menjadi jawaban atas kebutuhan usaha kecil yang telah lama ia jalani. Selama ini, Riskayanti hanya mengandalkan peralatan seadanya untuk mengemas minuman jualannya, sehingga produksi dan pemasaran berjalan terbatas.
Dengan suara bergetar menahan haru, Riskayanti mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.
“Saya benar-benar tidak menyangka bisa mendapatkan bantuan seperti ini. Mesin ini sudah lama saya impikan, tapi belum mampu untuk membeli sendiri. Terima kasih Baznas Gowa, bantuan ini memberi saya harapan baru untuk usaha dan masa depan keluarga,” ujar Riskayanti.
Program Z Mart merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Gowa yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik melalui penguatan usaha mikro. Bantuan diberikan sebagai sarana usaha yang dibutuhkan langsung oleh penerima, agar usaha yang dijalankan bisa berkembang dan berkelanjutan.
Perwakilan BAZNAS Gowa menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas usaha Riskayanti, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat desa.
“Kami berharap bantuan ini tidak hanya meringankan, tetapi benar-benar menjadi penggerak usaha. Semoga Ibu Riskayanti bisa terus berkembang dan kelak menjadi contoh pelaku usaha mandiri di lingkungannya,” ungkap perwakilan BAZNAS Gowa.
Kini, dengan mesin pres gelas minuman yang baru, Riskayanti optimistis dapat meningkatkan kualitas kemasan, menambah jumlah produksi, dan menjangkau lebih banyak pembeli. Bantuan tersebut bukan sekadar alat, tetapi juga simbol kepercayaan dan harapan agar usaha kecil bisa tumbuh dan memberi manfaat yang lebih luas.
Riskayanti menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Gowa dan para Muzakki, terkhusus kepada Bupati Gowa, seluruh ASN Pemerintah Kabupaten Gowa yang menyisihkan penghasilannya untuk diinfakkan yang akhirnya kini bisa bermanfaat bagi masyarakat kecil seperti dirinya.
Editor: -HG-
BERITA26/12/2025 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Serahkan Bantuan Modal Usaha kepada Dedi Wijaya, Warga Disabilitas di Kecamatan Tinggimoncong
Gowa — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat rentan. Kali ini, Baznas Gowa menyalurkan bantuan modal usaha kepada Dedi Wijaya, seorang warga penyandang disabilitas yang bermukim di Jl. A Mappatangka Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa pada Sabtu, 20 Desember 2025.
Bantuan tersebut diserahkan sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi Baznas Gowa yang menyasar mustahik produktif, khususnya penyandang disabilitas yang memiliki semangat dan potensi untuk mandiri secara ekonomi. Penyerahan bantuan berlangsung secara sederhana namun penuh makna, disaksikan oleh perwakilan Baznas, aparat setempat, serta keluarga penerima manfaat.
Bantuan diserahkan langsung melalui Camat Tinggimoncong, Andi Aso Mannuntungi Ambarala didampingi Lurah Malino, Ni'ma Faradillah bersama Tim Lacak Kecamatan, Kurnia Hatta dan Tim Lacak Desa, Nasrullah. Bantuan diserahkan kepada bpk Dedi Wijaya, dengan usaha Urut Refleksi. Dana bantuan untuk pembelian beberapa jenis minyak urut dan pencetakan banner pemasaran.
Dedi Wijaya selama ini dikenal sebagai sosok pekerja keras yang berupaya mencukupi kebutuhan hidupnya meski dengan keterbatasan fisik. Melalui bantuan modal usaha ini, Dedi berencana mengembangkan usaha kecil yang telah dirintisnya agar dapat berjalan lebih stabil dan berkelanjutan.
“Bantuan ini bukan hanya soal materi, tetapi juga bentuk perhatian dan dukungan moral bagi kami penyandang disabilitas agar tetap percaya diri dan mandiri,” ujar Dedi dengan haru.
Pihak Baznas Gowa, Syamsul Anwar dan Dzulkifli, Staf Amil yang diutus oleh Baznas Kabupaten Gowa menyalurkan bantuan ini menjelaskan bahwa program bantuan modal usaha ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik, sehingga mereka tidak terus bergantung pada bantuan konsumtif. Dengan pendekatan berbasis kebutuhan dan potensi penerima, Baznas berharap bantuan yang diberikan dapat benar-benar berdampak jangka panjang.
“Kami ingin zakat yang dikelola Baznas dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan. Saudara Dedi adalah contoh bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berusaha dan berdaya,” ujar perwakilan Baznas Gowa.
Selain penyaluran bantuan, Baznas Gowa juga berkomitmen melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap usaha penerima manfaat, guna memastikan bantuan yang diberikan dapat berkembang sesuai tujuan program.
Langkah ini sejalan dengan visi Baznas Gowa dalam membangun masyarakat yang inklusif, berkeadilan, dan berdaya secara ekonomi. Diharapkan, bantuan tersebut tidak hanya membantu Dedi Wijaya secara pribadi, tetapi juga menginspirasi masyarakat luas untuk terus menumbuhkan kepedulian dan solidaritas sosial.
Editor:-HG-
BERITA21/12/2025 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Terima Donasi Kemanusiaan untuk Penyintas Bencana Sumatera dari PPTQ Al-Imam Ashim.
GOWA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa menerima donasi bantuan kemanusiaan berupa uang tunai dari Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an (PPTQ) Al-Imam Ashim Kampus IV Puteri. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi para penyintas bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera.
Penyerahan donasi dilaksanakan pada Ahad, 21 Desember 2025, bertempat di Masjid Kampus IV PPTQ Al-Imam Ashim, Mawang. Bantuan diserahkan langsung oleh pimpinan pondok pesantren, KH Syam Amir Yunus, dan diterima oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Gowa, Munawir, disaksikan oleh jajaran pengurus pesantren dan santriwati serta para orang tua wali.
KH Syam Amir Yunus menyampaikan bahwa penggalangan donasi ini merupakan bagian dari pendidikan karakter dan kepedulian sosial yang ditanamkan kepada para santri.
“Kami ingin menanamkan kepada para santriwati bahwa menghafal Al-Qur’an harus sejalan dengan kepekaan sosial. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun kami berharap dapat menjadi penguat dan penyemangat bagi saudara-saudara kita di Sumatera yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Gowa, Munawir, mengapresiasi inisiatif dan kepedulian dari lingkungan pesantren yang dinilainya sebagai contoh nyata sinergi dakwah dan kemanusiaan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan PPTQ Al-Imam Ashim kepada BAZNAS Kabupaten Gowa. Donasi ini akan segera kami salurkan melalui program kemanusiaan BAZNAS agar tepat sasaran dan dapat meringankan beban para penyintas bencana,” kata Munawir.
Ia menambahkan, peran lembaga pendidikan keagamaan sangat strategis dalam membangun kesadaran berbagi dan solidaritas sejak dini, terutama dalam situasi darurat kebencanaan.
Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa empati, mencerminkan semangat gotong royong serta nilai kemanusiaan yang terus hidup di tengah masyarakat. BAZNAS Kabupaten Gowa pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam membantu sesama, khususnya bagi mereka yang terdampak bencana alam.
Editor: -HG-
BERITA21/12/2025 | Humas BAZNAS Gowa
Bupati Gowa Bersama BAZNAS Akan Bangunkan Rumah Layak Huni untuk Ibu Salma, KME Warga Tinggimoncong
GOWA – Kepedulian terhadap warga miskin ekstrem kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Gowa. Bupati Gowa Hj. Husniah Talenrang bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa memastikan akan membangunkan Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) bagi Ibu Salma, warga Jl. Colleng, Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong.
Kunjungan tersebut dilakukan pada Sabtu, 20 Desember 2025, sebagai bentuk perhatian langsung pemerintah daerah terhadap kondisi masyarakat yang masih hidup dalam keterbatasan.
Ibu Salma diketahui masuk dalam kategori Keluarga Miskin Ekstrem (KME). Sejak rumahnya terimbas musibah longsor beberapa tahun lalu, ia terpaksa tinggal di rumah sementara berdinding seng bersama putra semata wayangnya, dengan harapan kelak akan memperbaiki rumahnya dari penghasilannya sebagai petugas tim kebersihan kelurahan.
“Kondisi rumah ini dibangunkan warga di sini secara swadaya. Saya berusaha mengumpulkan dana untuk membangun rumah kembali, tapi sampai sekarang belum mampu,” ungkap Ibu Salma dengan suara lirih.
Bupati Gowa Hj. Husniah Talenrang mengatakan, kehadirannya di lokasi untuk memastikan langsung kondisi tempat tinggal Ibu Salma sekaligus memberikan solusi nyata.
“Saya datang untuk melihat langsung kondisi rumah Bu Salma. Insyaallah, pemerintah daerah bersama Baznas Gowa akan membangunkan rumah layak huni agar beliau dan anaknya bisa tinggal dengan aman dan nyaman,” ujar Bupati Gowa.
Sementara itu, pihak BAZNAS Kabupaten Gowa yang turut hadir di lokasi, Syamsul Anwar dan Dzulkifli, Staf Amil Baznas Gowa, menjelaskan bahwa proses administrasi bantuan telah berjalan.
“Data pengajuan permohonan bantuan dari Bu Salma sudah masuk ke Baznas. Data tersebut disampaikan oleh Tim Lacak Center Gowa melalui Dinas Sosial. Insyaallah, pembangunan rumah akan mulai dikerjakan pada akhir tahun ini,” jelasnya.
Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) merupakan wujud pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya warga miskin ekstrem dan korban bencana.
Pemerintah Kabupaten Gowa berharap, kolaborasi bersama Baznas ini tidak hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga mengembalikan harapan dan martabat masyarakat, sekaligus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayah Kabupaten Gowa.
Editor: -HG-
BERITA21/12/2025 | Humas BAZNAS Gowa

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
