Gowa, 15 April 2026 — Raut haru tak dapat disembunyikan dari wajah Suddin, seorang petani sederhana asal Dusun Borong Bulo, Desa Paranglompoa, Kecamatan Bontolempangan. Di usianya yang tak lagi muda, ia harus menjadi tulang punggung sekaligus pengasuh bagi cucunya, Rangga, yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.
Pada Rabu (15/04/2026), bertempat di Kantor BAZNAS Kabupaten Gowa, Suddin secara resmi menerima bantuan Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) yang diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa, H. Abbas Alauddin, didampingi Wakil Ketua II Munawir dan Wakil Ketua III Muis Fadli.
Acara tersebut turut dihadiri Camat Bontolempangan Al Ashar, tokoh pemuda Agussanrian, serta guru Rangga, Rusniati, yang selama ini turut menyaksikan perjuangan bocah tersebut dalam menempuh pendidikan di tengah keterbatasan.
Potret Kehidupan yang Mengundang Kepedulian
Suddin dan Rangga selama ini tinggal di sebuah rumah panggung sederhana yang kondisinya sangat memprihatinkan. Dinding papan yang rapuh, lantai yang mulai lapuk, serta kondisi bangunan yang tidak lagi layak huni menjadi bagian dari keseharian mereka.
Sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu, Suddin harus membagi tenaga antara bekerja di ladang dan mengurus cucunya. Di tengah segala keterbatasan itu, Rangga tetap bersekolah di SDI Borong Bulo dengan semangat yang tak pernah padam.
Kondisi ini sebelumnya telah menarik perhatian berbagai pihak setelah viral di media sosial postingan foto Rangga dengan hanya berbekal Singkong Bakar ke sekolah. Pada 7 Oktober 2025 lalu, Bupati Gowa, Hj. Siti Husniah Talenrang, turun langsung meninjau di kediaman Suddin. Dalam kunjungan tersebut, Bupati merekomendasikan agar rumah tersebut segera mendapatkan bantuan perbaikan, melalui Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Gowa untuk diteruskan ke BAZNAS Kabupaten Gowa.
Tak hanya itu, pada kunjungan yang sama, BAZNAS Gowa juga telah memberikan bantuan pendidikan kepada Rangga serta bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Suddin sendiri merupakan salah satu warga yang sebelumnya didata oleh Tim Sahabat Lacak Desa Paranglompoa sebagai masyarakat miskin yang membutuhkan intervensi bantuan.
Harapan Baru dari Baznas
Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa, H. Abbas Alauddin, dalam serah terima ini menyampaikan harapan besar atas bantuan yang diberikan.
“Kami berharap setelah serah terima ini, proses pembangunan rumah layak huni untuk Bapak Suddin dapat segera dimulai tanpa hambatan dan selesai tepat waktu. Semoga rumah ini nantinya menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, dan membawa keberkahan bagi beliau dan cucunya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa program RLHB merupakan bentuk nyata komitmen BAZNAS dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat kurang mampu, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar tempat tinggal.
Apresiasi dan Harapan Kolaborasi
Camat Bontolempangan, Al Ashar, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian BAZNAS terhadap warganya.
Ia menyebut bahwa ini merupakan kali kedua BAZNAS Gowa menghadirkan program Rumah Layak Huni di wilayahnya, yang menjadi bukti nyata keberlanjutan program sosial yang tepat sasaran.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian BAZNAS Gowa. Ini adalah bentuk nyata kepedulian kepada masyarakat kami yang membutuhkan. Kami berharap sinergi antara pemerintah dan Baznas dapat terus diperkuat, sehingga lebih banyak masyarakat miskin yang terbantu,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menuntaskan persoalan kemiskinan, terutama di wilayah pedesaan.
BAZNAS, Amanah Umat untuk Kemanusiaan
Sebagai lembaga filantropi yang mengelola dana umat melalui zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kabupaten Gowa terus menunjukkan komitmennya dalam menyalurkan bantuan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran.
Program Rumah Layak Huni BAZNAS menjadi salah satu bukti nyata bahwa dana umat dapat dikelola secara profesional untuk memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Bagi Suddin dan Rangga, bantuan ini bukan sekadar pembangunan fisik rumah, tetapi juga pembangunan harapan bahwa di tengah keterbatasan, masih ada tangan-tangan peduli yang hadir membawa perubahan.
Di balik senyum haru mereka hari itu, tersimpan keyakinan sederhana bahwa kehidupan yang lebih layak kini bukan lagi sekadar impian.
EDITOR: -HG-