
Berita Terkini
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan Biaya Rumah Sakit Bagi Warga Jambu Kaccia di RS Wahidin Sudirohusodo
GOWA — Di tengah perjuangan melawan sakit dan beban biaya pengobatan pasca operasi yang tidak ringan, uluran tangan dan kepedulian sesama menjadi kekuatan yang menghadirkan harapan. Kepedulian itulah yang kembali diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa melalui penyaluran bantuan kesehatan berupa biaya rumah sakit kepada Fitri Ramadani, seorang mustahik asal Jambu Kaccia, Dusun Lemoa, Desa Bontolempangan, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa.
‎Bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Gowa, Syamsul Anwar, kepada ibu pasien, Suada, di Ruang Perawatan RS Wahidin Sudirohusodo, Senin (19 Oktober 2026). Penyerahan bantuan berlangsung dengan didampingi oleh teman-teman kuliah Fitri Ramadani yang turut hadir memberikan dukungan dan semangat bagi pasien serta keluarganya.
‎Di balik bantuan yang disalurkan, tersimpan harapan agar Fitri dapat menjalani proses pengobatan dengan lebih tenang. Bagi keluarga yang sedang menghadapi ujian kesehatan, biaya rumah sakit sering kali menjadi beban tersendiri. Kehadiran bantuan ini bukan sekadar meringankan beban finansial, tetapi juga menjadi tanda bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masa sulit.
‎Bagi Suada, sebagai ibu yang mendampingi putrinya menjalani perawatan, dukungan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian yang hadir di saat keluarga membutuhkan. Di tengah kecemasan dan harapan akan kesembuhan anaknya, bantuan dari BAZNAS Kabupaten Gowa menjadi pengingat bahwa masih ada tangan-tangan kebaikan yang bersedia membantu dan menguatkan.
‎Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Gowa kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan uluran tangan, tanpa memandang jauh atau dekatnya tempat tinggal mereka. Kepedulian tidak berhenti di pusat kota, tetapi terus diupayakan menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa, termasuk warga di Kecamatan Bontolempangan.
‎Bagi BAZNAS Kabupaten Gowa, setiap bantuan yang disalurkan bukan semata-mata tentang nominal yang diberikan, melainkan tentang harapan yang dijaga, beban yang diringankan, dan kemanusiaan yang terus dirawat. Di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi masyarakat, kehadiran lembaga pengelola zakat diharapkan mampu menjadi jembatan kebaikan antara para muzaki dan mustahik.
‎Sebagai lembaga filantropi Islam, BAZNAS Kabupaten Gowa terus berupaya menjalankan amanah umat melalui pengelolaan dan pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, tepercaya, transparan, dan tepat sasaran. Dana yang dititipkan oleh masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan, termasuk masyarakat yang sedang menghadapi persoalan kesehatan dan kesulitan ekonomi.
‎Bantuan kepada Fitri Ramadani menjadi salah satu wujud nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki kekuatan untuk menghadirkan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pengelolaan dana umat yang bertanggung jawab, BAZNAS Kabupaten Gowa berupaya memastikan bahwa kebaikan tidak hanya terkumpul, tetapi juga sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
‎BAZNAS Kabupaten Gowa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Sebab, di balik setiap zakat yang ditunaikan, infak yang diberikan, dan sedekah yang disalurkan, ada harapan yang dapat tumbuh, ada keluarga yang dapat dikuatkan, dan ada kehidupan yang dapat diringankan bebannya.
‎BAZNAS Kabupaten Gowa terus berikhtiar menjadi penghubung amanah dan kepedulian, agar manfaat dana umat dapat dirasakan oleh masyarakat hingga ke pelosok Kabupaten Gowa.
‎#BaznasMenguatkanIndonesia #CahayaZakat #BaznasGowa
19/10/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Melalui Bantuan ZChicken BAZNAS Gowa, Arfawati Raih Penghargaan Grand BAZNAS Awards 2026
JAKARTA, 15/10/2026 – Berkat ketekunannya menjalankan usaha ZChicken, Arfawati, warga Desa Tanabangka, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, meraih penghargaan kategori Mustahik Transformatif pada Grand BAZNAS Awards 2026 yang digelar di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, 15 Oktober 2026.
‎Penghargaan ini menjadi bukti bahwa bantuan pendayagunaan zakat yang dikelola secara tepat dapat menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi. Arfawati merupakan penerima manfaat program ZChicken dari BAZNAS Kabupaten Gowa pada 2024 lalu. Melalui ketekunan dan semangat berusaha, ia mampu mengembangkan peluang tersebut hingga mendapat pengakuan di tingkat nasional.
‎Dalam penganugerahan tersebut, Arfawati didampingi Wakil Ketua I BAZNAS Gowa H. Suharli, Wakil Ketua II Munawir, Wakil Ketua III Muis Fadli, Wakil Ketua IV Rudi Salam, serta Staf Amil Pendamping Program ZChicken, Rihul Jannah.
‎Grand BAZNAS Awards 2026 merupakan rangkaian Rapat Koordinasi BAZNAS Tahun 2026 yang mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”.
‎Capaian Arfawati menjadi gambaran nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bukan sekadar bantuan, tetapi juga instrumen pemberdayaan yang mampu menumbuhkan harapan dan membuka peluang usaha. Melalui pengelolaan yang amanah dan program yang produktif, BAZNAS Kabupaten Gowa terus mendorong mustahik agar berkembang, mandiri, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
‎Kisah Arfawati menegaskan bahwa ketika zakat dikelola dengan baik dan dimanfaatkan dengan tekun, bantuan hari ini dapat menjadi awal perubahan hidup dan masa depan yang lebih baik.
‎#BaznasMenguatkanIndonesia #CahayaZakat #BAZNASGowa
16/10/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Dari Mustahik Menjadi Inspiratif, Arfawati Raih Grand BAZNAS Awards 2026 Berkat Ketekunan Usaha ZChicken
JAKARTA, 15/10/2026 — Air mata haru dan kebahagiaan menjadi saksi perjalanan Arfawati, seorang ibu rumah tangga asal Desa Tanabangka, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang berhasil mengubah keterbatasan menjadi harapan. Berawal dari penerima manfaat Program ZChicken Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gowa, kini Arfawati menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dalam Grand Baznas Awards 2026 kategori Mustahik Transformatif, Kamis (15/10/2026), di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta.
‎Penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi atas keberhasilan menjalankan usaha. Lebih dari itu, penghargaan ini menjadi pengakuan atas perjuangan seorang ibu yang tak menyerah pada keadaan, bangkit demi keluarganya, dan membuktikan bahwa bantuan yang dikelola dengan baik dapat menjadi jalan menuju kemandirian.
‎Di balik penghargaan yang diterimanya, tersimpan kisah panjang tentang kesulitan ekonomi, harapan yang sempat terasa jauh, serta ketekunan yang perlahan mengubah kehidupan keluarganya.
‎Kabar membahagiakan itu datang secara tiba-tiba. Pada 13 Oktober 2026, Arfawati menerima undangan dari Baznas Republik Indonesia melalui Baznas Kabupaten Gowa dalam bentuk surat elektronik. Pada hari yang sama, Pendamping ZChicken Baznas Kabupaten Gowa, Rihul Jannah, segera mengabarkan bahwa Arfawati diundang ke Jakarta untuk menerima penghargaan, didampingi langsung oleh pendamping programnya.
‎Kabar tersebut sontak membuat Arfawati terkejut. Perasaan haru, bahagia, dan tak percaya bercampur menjadi satu. Ia yang selama ini sibuk mengurus keluarga sekaligus menjalankan usaha ayam krispi, tak pernah menyangka bahwa perjuangan kecil yang dilakukannya setiap hari akan membawanya ke panggung penghargaan tingkat nasional di Jakarta.
‎Keesokan harinya, Baznas Kabupaten Gowa mengatur keberangkatan Arfawati bersama Rihul Jannah ke Jakarta untuk menghadiri acara penganugerahan tersebut.
‎Bagi Arfawati, perjalanan ke Jakarta bukan sekadar perjalanan menghadiri sebuah acara. Perjalanan itu menjadi momen istimewa yang menandai babak baru dalam hidupnya: dari seorang ibu yang berjuang memenuhi kebutuhan keluarga, menjadi sosok yang kisahnya menginspirasi banyak orang.
‎Berawal dari Keterbatasan, Tumbuh Menjadi Harapan
‎Sebelum menerima bantuan ZChicken dari Baznas Kabupaten Gowa pada 2024 lalu, kehidupan ekonomi Arfawati dan keluarganya jauh dari kata mudah. Sebagai ibu rumah tangga dengan tiga anak yang masih bersekolah, ia harus menjalani hari-hari dengan penuh perhitungan demi memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.
‎Saat itu, penghasilan keluarga hanya bergantung pada suaminya yang bekerja sebagai buruh dengan pendapatan terbatas dan tidak menentu. Ada kalanya suaminya mendapat panggilan kerja, tetapi ada pula hari-hari ketika pekerjaan tak kunjung datang.
‎Penghasilan yang diperoleh sebagian besar habis untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Situasi semakin berat karena keluarga tersebut juga harus membayar pinjaman yang membebani keuangan rumah tangga mereka.
‎Dalam kondisi seperti itu, memenuhi kebutuhan anak-anak sekaligus memikirkan masa depan keluarga menjadi perjuangan yang tidak ringan. Keinginan untuk hidup lebih baik selalu ada, tetapi keterbatasan ekonomi membuat langkah menuju perubahan terasa sulit.
‎Namun, di tengah keadaan yang serba terbatas, harapan itu tidak pernah benar-benar padam.
‎Kesempatan mulai terbuka ketika Arfawati menjadi penerima manfaat program pendayagunaan ZChicken dari Baznas Kabupaten Gowa pada 2024. Melalui program tersebut, ia mendapatkan dukungan modal usaha, peralatan, gerai penjualan, pelatihan membuat ayam krispi, serta pendampingan dalam menjalankan usaha.
‎Bantuan tersebut bukan semata-mata memberikan sarana untuk berjualan, melainkan juga membuka kesempatan bagi Arfawati untuk membangun sumber penghasilan sendiri.
‎Dari sinilah langkah kecil menuju perubahan dimulai.
‎Ketekunan di Balik Setiap Potongan Ayam Krispi ZChicken
‎Setelah menerima bantuan, Arfawati tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan. Ia menekuni usaha ayam krispi dengan sungguh-sungguh, belajar menjalankan usaha, menjaga kualitas produk, dan konsisten melayani pelanggan.
‎Di gerainya yang berada di Jalan Poros Tanabangka, Arfawati terus berusaha membangun kepercayaan pembeli. Hari demi hari dilaluinya dengan semangat untuk mengembangkan usaha, meski pekerjaan sebagai penjual ayam krispi menuntut tenaga, waktu, dan kesabaran.
‎Perlahan, kerja kerasnya mulai menunjukkan hasil. Gerainya kini beroperasi setiap hari dan memiliki pelanggan tetap. Penjualannya mencapai sekitar 70 hingga 100 potong ayam krispi per hari.
‎Angka tersebut bukan sekadar catatan penjualan. Di balik setiap potong ayam yang terjual, ada usaha seorang ibu untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, ada harapan agar anak-anaknya dapat terus bersekolah, dan ada tekad untuk membawa keluarganya keluar dari kesulitan ekonomi.
‎Hasil usaha yang dijalankannya dengan konsisten itu membawa perubahan berarti. Arfawati berhasil melunasi seluruh utang yang sebelumnya membebani keluarganya. Beban ekonomi yang dahulu terasa berat kini berangsur berkurang, sementara kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari semakin membaik.
‎Usaha ZChicken juga memberinya ruang untuk menjadi lebih mandiri secara ekonomi. Ia tidak lagi hanya bergantung pada penghasilan suaminya yang tidak menentu, tetapi turut berkontribusi dalam menopang kehidupan keluarga melalui usaha yang dikelolanya sendiri.
‎Perubahan itu tidak terjadi dalam semalam. Ada proses, kedisiplinan, dan ketekunan yang terus dijaga. Bantuan menjadi pintu masuk, tetapi kesungguhan Arfawati dalam memanfaatkan kesempatan itulah yang mengantarkannya pada hasil yang membanggakan.
‎Penghargaan yang Mengangkat Kisah Perjuangan
‎Penganugerahan Grand Baznas Awards 2026 berlangsung sebagai bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Baznas Tahun 2026 yang mengusung tema “Konsolidasi Zakat Nasional yang Produktif & Berdampak”. Kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan Baznas Kabupaten/Provinsi dari seluruh Indonesia.
‎Dalam momentum tersebut, penghargaan kategori Mustahik Transformatif yang diterima Arfawati menjadi gambaran nyata bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang mendorong perubahan kehidupan secara berkelanjutan.
‎Kisah Arfawati memperlihatkan bagaimana seorang mustahik dapat tumbuh melalui kesempatan usaha yang tepat, dukungan yang berkesinambungan, dan kemauan kuat untuk memperbaiki keadaan.
‎Dari Desa Tanabangka, kisah perjuangannya kini mendapat pengakuan di tingkat nasional. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi Baznas Kabupaten Gowa, yang melalui program pendayagunaan ZChicken berupaya menghadirkan manfaat zakat secara produktif bagi masyarakat yang membutuhkan.
‎Bagi Arfawati, penghargaan ini tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Namun, nilai terbesarnya terletak pada perubahan nyata yang telah dirasakan keluarganya. Utang yang dahulu membebani kini telah lunas. Usaha yang awalnya dirintis dengan bantuan kini memiliki pelanggan tetap. Dan harapan yang dahulu terasa sulit dijangkau kini semakin dekat untuk diwujudkan.
‎Kisahnya juga menjadi pengingat bahwa di balik setiap penerima manfaat, ada manusia dengan mimpi, tanggung jawab, dan potensi yang menunggu kesempatan untuk berkembang.
‎Zakat yang Menguatkan, Infak dan Sedekah yang Menghidupkan Harapan
‎Perjalanan Arfawati menjadi bukti bahwa zakat yang dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran dapat menghadirkan dampak yang jauh melampaui nilai bantuan yang disalurkan. Melalui program ZChicken, Baznas Kabupaten Gowa tidak hanya membantu mustahik memulai usaha, tetapi juga memberikan bekal keterampilan, sarana berjualan, serta pendampingan agar usaha tersebut dapat berkembang.
‎Pendekatan pemberdayaan seperti ini menjadi bagian penting dalam upaya mengubah zakat dari sekadar bantuan konsumtif menjadi kekuatan ekonomi produktif. Mustahik tidak hanya dibantu untuk bertahan menghadapi kesulitan hari ini, tetapi juga didorong agar memiliki kemampuan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri pada masa mendatang.
‎Di sinilah zakat, infak, dan sedekah (ZIS) menunjukkan kebermanfaatannya yang sesungguhnya. Dana yang ditunaikan oleh para Muzaki/Munfik, ketika dihimpun serta dikelola dengan baik, dapat menjadi modal usaha, membuka peluang penghasilan, meringankan beban utang, membantu keberlangsungan pendidikan anak, dan menguatkan ketahanan ekonomi keluarga.
‎Penghargaan yang diraih Arfawati pada Grand Baznas Awards 2026 menjadi pengingat bahwa keberhasilan pengelolaan ZIS bukan hanya diukur dari jumlah dana yang terkumpul atau banyaknya program yang dilaksanakan, melainkan juga dari perubahan kehidupan yang berhasil diwujudkan bagi para penerima manfaat.
‎Bagi Baznas Kabupaten Gowa, kisah ini menjadi penyemangat untuk terus memperkuat pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan berorientasi pada pemberdayaan. Melalui pendampingan yang berkelanjutan serta program produktif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, zakat diharapkan mampu melahirkan semakin banyak kisah perubahan seperti yang dialami Arfawati.
‎Dari bantuan Z-Chicken, Arfawati membangun usaha. Dari usaha itu, ia melunasi utang dan memperkuat ekonomi keluarganya. Dan dari ketekunannya, lahirlah sebuah kisah inspiratif yang kini mengharumkan nama Kabupaten Gowa di tingkat nasional.
‎Sebab, zakat yang dikelola dengan amanah bukan hanya meringankan beban mereka yang membutuhkan, tetapi juga menyalakan kesempatan agar suatu hari mereka mampu berdiri tegak di atas kaki sendiri.
‎#BAZNASMenguatkanIndonesia #CahayaZakat #BAZNASGowa
15/10/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Agenda Pimpinan

BAZNAS Kabupaten Gowa Dorong Penguatan Food Bank dan Gerakan Penyelamatan Pangan di Sulawesi Selatan
MAKASSAR — Upaya mengurangi susut dan sisa pangan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pangan layak konsumsi mendapat perhatian dalam Focus Group Discussion (FGD) Scoping Program FLARE (Food Loss and Waste Action for Reducing Emission) yang digelar di Hotel Mercure Makassar, Rabu, 16 September 2026.
Kegiatan yang diinisiasi World Resources Institute (WRI) Indonesia bersama Garda Pangan tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di Sulawesi Selatan untuk membahas potensi redistribusi pangan surplus, tantangan penyelamatan makanan, serta kebijakan yang dapat mendukung pengelolaan susut dan sisa pangan.
Dalam forum tersebut, BAZNAS Kabupaten Gowa diwakili oleh Wakil Ketua III, Muis Fadli. Kehadiran BAZNAS Gowa menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam membangun ekosistem penyelamatan dan redistribusi pangan surplus kepada masyarakat yang membutuhkan.
Program FLARE sendiri mengusung pendekatan whole-system, yakni melihat persoalan pangan secara menyeluruh mulai dari produksi, rantai pasok, distribusi hingga konsumsi. Salah satu fokus utamanya adalah penyelamatan dan redistribusi pangan surplus agar makanan yang masih layak konsumsi tidak berakhir menjadi sampah.
Dalam FGD, para peserta membahas sejumlah persoalan penting, antara lain sumber pangan surplus dari hotel, restoran, pasar, supermarket maupun usaha katering, mekanisme pengelolaan makanan berlebih, kendala transportasi dan penyimpanan, keamanan pangan, regulasi, hingga kesiapan para pemangku kepentingan dalam membangun sistem food bank.
Bagi BAZNAS Kabupaten Gowa, isu tersebut memiliki keterkaitan erat dengan misi sosial dan kemanusiaan dalam memastikan sumber daya yang masih bernilai dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Muis Fadli menilai penguatan food bank perlu dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak, bukan hanya mengandalkan satu lembaga. Pemerintah, dunia usaha, lembaga filantropi, komunitas, pengelola pangan dan masyarakat perlu memiliki peran yang saling melengkapi.
“Pangan yang masih layak konsumsi jangan sampai terbuang. Jika dikelola dengan sistem yang baik, pangan surplus dapat menjadi sumber manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, kolaborasi dan tata kelola yang baik menjadi sangat penting dan BAZNAS juga akan mengambil peran,” ujar Muis Fadli.
Ia juga menekankan pentingnya membangun mekanisme yang jelas mulai dari pengumpulan, penyortiran, penyimpanan, pengangkutan hingga pendistribusian pangan surplus dengan tetap memperhatikan standar keamanan pangan.
Menurutnya, keterlibatan lembaga zakat seperti BAZNAS dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut, khususnya dalam menjembatani sumber daya yang tersedia dengan kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan.
FGD ini juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi kesiapan daerah, baik dari sisi kebijakan, infrastruktur, sumber daya manusia, jejaring donor maupun calon penerima manfaat. Hasil diskusi diharapkan menjadi bahan analisis dalam penyusunan dan pengembangan program FLARE selama empat tahun ke depan.
Surat undangan WRI Indonesia menyebutkan bahwa FGD di Makassar secara khusus ditujukan untuk memverifikasi kesiapan lokasi dan pemangku kepentingan dalam pathway penyelamatan dan redistribusi pangan, termasuk dukungan pemangku kepentingan, kebijakan daerah, infrastruktur, dan kesiapan ekosistem pasar.
Kehadiran BAZNAS Kabupaten Gowa bersama unsur pemerintah daerah, BAZNAS Kota Makassar, BAZNAS Kabupaten Maros, komunitas, asosiasi perhotelan serta pelaku usaha menunjukkan bahwa penyelamatan pangan membutuhkan gerakan bersama lintas sektor.
Melalui forum ini, diharapkan lahir langkah konkret untuk membangun sistem penyelamatan pangan yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan—sehingga pangan surplus tidak menjadi limbah, tetapi dapat diubah menjadi manfaat, keberkahan, dan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.
16-09-2026 | Humas BAZNAS Gowa

BAZNAS Gowa Gelar Bimtek UPZ Desa/Kelurahan, Perkuat Pengelolaan Zakat yang Profesional di Kabupaten Gowa.
Gowa, 21 April 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa dan kelurahan se-Kabupaten Gowa. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Camat Somba Opu, Kecamatan Somba Opu, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh para Ketua UPZ desa/kelurahan serta penyuluh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Somba Opu. Turut hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Kepala KUA Kecamatan Somba Opu, serta para lurah dan kepala desa setempat.
Bimtek secara resmi dibuka oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa, H. Abbas Alauddin, yang didampingi oleh jajaran pimpinan BAZNAS, yakni Wakil Ketua I Suharli, Wakil Ketua II Munawir, Wakil Ketua IV Rudi Salam, serta staf amil BAZNAS Kabupaten Gowa.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Gowa menekankan pentingnya penguatan kapasitas UPZ sebagai ujung tombak dalam pengumpulan zakat di tingkat masyarakat. Ia berharap melalui kegiatan ini, pengelolaan zakat dapat berjalan lebih optimal, transparan, dan sesuai dengan ketentuan syariat.
Sementara itu, Camat Somba Opu, Kepala KUA Kecamatan Somba Opu, serta Kepala Kantor Kemenag Gowa turut memberikan sambutan yang menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dan UPZ dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban zakat.
Kegiatan Bimtek berlangsung selama beberapa jam dengan menghadirkan materi teknis dan keagamaan. Wakil Ketua I BAZNAS Gowa, Suharli, membawakan materi terkait teknis pengumpulan zakat oleh UPZ, sementara Wakil Ketua IV, Rudi Salam, menyampaikan materi fikih zakat untuk memperkuat pemahaman peserta dari sisi syariat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh UPZ desa dan kelurahan di Kabupaten Gowa dapat semakin profesional dalam menjalankan tugasnya, sekaligus mampu meningkatkan penghimpunan zakat guna mendukung kesejahteraan masyarakat.
21-04-2026 | Humas BAZNAS Gowa

BAZNAS Gowa Hadiri Rapat dan Halal Bihalal Kemenag Gowa, Perkuat Sinergi Keumatan
Gowa, 1 April 2026 — Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa, H. Abbas Alauddin, menghadiri agenda Rapat dan Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Al Amanah Kantor Kemenag Kabupaten Gowa tersebut turut dihadiri oleh Bupati Gowa, Hj. Siti Husniah Talenrang, bersama jajaran pejabat dan pemangku kepentingan di lingkup keagamaan.
Momentum halal bihalal ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi antar lembaga, khususnya dalam mendukung program-program keumatan di Kabupaten Gowa.
Ketua BAZNAS Gowa, H. Abbas Alauddin, menyampaikan bahwa sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan Kementerian Agama sangat penting dalam optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah untuk kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Gowa, Hj. Siti Husniah Talenrang, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam bidang sosial dan keagamaan.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan rapat koordinasi yang membahas penguatan program kerja ke depan, termasuk strategi peningkatan peran lembaga keagamaan dalam pembangunan daerah.
01-04-2026 | Humas BAZNAS Gowa
Berita Pendistribusian

Baznas Gowa Salurkan Bantuan Z Mart, Menghidupkan Harapan di Usia Senja
Gowa, 3 Maret 2026 – Langkah kecil penuh harap terlihat di Dusun Je’nemadinging, Desa Kampili, Kecamatan Pallangga, Selasa (03/03/2026). Di sebuah rumah sederhana yang juga difungsikan sebagai warung kecil, Baiya BT Karimong (66) menerima Bantuan Z Mart dari Baznas Kabupaten Gowa.
‎Bantuan tersebut diserahkan oleh staf amil yang diutus Baznas Gowa Rifyal Sabir dan Dzulkifli, didampingi Sekretaris Desa Kampili Ridwan, Sahabat LACAK Desa Kampili Nur Isna, serta mahasiswa magang dari UIN Alauddin Makassar yang tengah melaksanakan praktik di Baznas Gowa.
‎Di usia 66 tahun, Baiya menjalani hidup seorang diri. Rumah yang ditempatinya berdiri di atas lahan milik pemerintah yang ia tempati dengan izin, karena ia tidak memiliki lahan pribadi. Rumah itu pula yang menjadi tempatnya berjualan kebutuhan dapur rumah tangga, mie instan, kerupuk, dan aneka cemilan, serta lainnya.
‎Namun keterbatasan modal membuat stok dagangannya kerap menipis. Rak-rak kayu yang seharusnya penuh sering terlihat kosong. Penghasilan dari warung kecilnya hanya cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari, bahkan kadang tidak mencukupi. Perputaran modal berjalan lambat, membuat usahanya sulit berkembang.
‎Kondisi Baiya pertama kali didata oleh Sahabat LACAK Desa Kampili, Nur Isna, bersama pemerintah setempat. Data tersebut kemudian diteruskan ke LACAK Center Gowa dan disampaikan kepada Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Gowa. Setelah melalui proses verifikasi dan assessment kebutuhan, Dinas Sosial merekomendasikan kepada Baznas Gowa agar Baiya mendapatkan bantuan sesuai kebutuhannya.
‎‎Program Z Mart merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik yang digagas Baznas. Program ini tidak sekadar memberikan bantuan sesaat, tetapi dirancang untuk memperkuat usaha kecil milik mustahik agar mampu tumbuh dan berkelanjutan.
‎Bantuan yang diterima Baiya langsung dibelanjakan ke toko grosir untuk membeli barang campuran guna mengisi kembali stok warungnya. Terigu, gula, minyak goreng, mie instan, cemilan kerupuk, susu dan minuman ringan, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya kembali memenuhi rak-rak yang sebelumnya lengang. Dengan stok yang lebih lengkap, warung Baiya diharapkan mampu menarik lebih banyak pembeli dan meningkatkan perputaran usaha.
‎Z Mart hadir sebagai solusi pemberdayaan produktif, mendorong mustahik untuk bangkit secara ekonomi. Melalui penguatan modal usaha dan pendampingan, Baznas berharap penerima manfaat tidak terus bergantung pada bantuan, tetapi perlahan mampu mandiri, bahkan suatu hari bertransformasi menjadi muzaki.
‎Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, Baznas mengedepankan prinsip amanah, profesional, dan transparan dalam menghimpun serta menyalurkan dana umat. Setiap bantuan disalurkan melalui proses pendataan, verifikasi, dan assessment agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan mustahik.
‎Sinergi antara Pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Sosial, Sahabat LACAK, hingga unsur akademisi menjadi bagian dari sistem yang memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
‎Kisah Baiya BT Karimong menjadi gambaran nyata bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi instrumen pemberdayaan sosial dan ekonomi. Dari warung kecil di sudut Desa Kampili, harapan kembali tumbuh.
‎Baznas Kabupaten Gowa mengajak seluruh masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih terarah, terukur, dan berdampak luas. Setiap kontribusi yang ditunaikan adalah investasi kebaikan, yang bukan hanya membantu hari ini, tetapi membuka jalan kemandirian bagi para mustahik di masa depan.
‎Di usia senjanya, Baiya kini menata kembali dagangannya dengan semangat baru. Bantuan itu bukan sekadar tambahan barang di rak kayu kecilnya, melainkan secercah harapan untuk bertahan dan bangkit dengan lebih bermartabat.
Editor:-HG-
03/03/2026 | Humas BAZNAS Gowa

BAZNAS Gowa Salurkan 3.060 Paket “Ramadhan Bahagia”,Prioritaskan Keluarga Miskin
Gowa – Pemerintah Kabupaten Gowa bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa menyalurkan sebanyak 3.060 paket bantuan dalam program “Ramadhan Bahagia” kepada masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Husniah Talenrang selaku Bupati Gowa, didampingi para pimpinan BAZNAS Kabupaten Gowa, dan dilaksanakan secara bertahap di seluruh kecamatan se-Kabupaten Gowa.
Program ini secara khusus menyasar Keluarga Miskin Ekstrem (KME) serta para tenaga outsourcing di lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kelompok rentan.
Penyaluran paket “Ramadhan Bahagia” mulai dilaksanakan pada minggu kedua bulan suci Ramadhan, dengan harapan dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok selama bulan ibadah.
Dalam keterangannya, Bupati Gowa menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan kebahagiaan bagi masyarakat, khususnya bagi keluarga miskin ekstrem dan tenaga non-ASN yang membutuhkan perhatian lebih,” ujarnya.
Sementara itu, pihak BAZNAS Kabupaten Gowa menegaskan bahwa penyaluran dilakukan secara merata dan tepat sasaran melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat.
Program “Ramadhan Bahagia” ini menjadi salah satu agenda rutin yang diharapkan mampu memperkuat solidaritas sosial serta semangat berbagi di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadhan.
03/03/2026 | Humas BAZNAS Gowa

Baznas Gowa Salurkan Paket Ramadhan Bahagia dan Bantuan Dana Masjid
‎Gowa, 27 Februari 2026 – Suasana haru dan syukur menyelimuti dua kecamatan di Kabupaten Gowa saat Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Gowa (BAZNAS Gowa) bersama Pemerintah Kabupaten Gowa menyalurkan bantuan dalam rangkaian program “One Day One District” yang dirangkaikan dengan "Safari Ramadhan 1447 H/2026 M", pada Hari Jumat (27/02/2026).
‎Sebanyak 120 Paket Sembako Ramadhan Bahagia dibagikan kepada para mustahik di Kecamatan Tompobulu dan Kecamatan Biringbulu. Selain itu, lima masjid di dua kecamatan tersebut masing-masing menerima bantuan dana sebesar Rp5 juta.
‎Di Kecamatan Tompobulu, rombongan yang dipimpin langsung oleh Bupati Gowa, Hj. Sitti Husniah Talenrang, bersama jajaran Pemkab Gowa serta Ketua BAZNAS Gowa H. Abbas Alauddin dan Wakil Ketua II BAZNAS Gowa Munawir, menyerahkan 60 paket sembako dan bantuan dana untuk tiga masjid, dengan total bantuan masjid mencapai Rp15 juta.
‎Sementara itu, di Kecamatan Biringbulu, rombongan Wakil Bupati Gowa, H. Darmawangsyah Muin bersama jajaran pemerintah daerah dan Wakil Ketua III BAZNAS Gowa Muis Fadli menyalurkan 60 paket sembako serta bantuan dana untuk dua masjid, dengan total bantuan sebesar Rp10 juta.
‎Bagi warga penerima, bantuan tersebut bukan sekadar angka atau formalitas seremoni. Paket sembako yang berisi kebutuhan pokok menjadi penguat harapan menjelang bulan suci. Di tengah keterbatasan, kehadiran pemerintah dan Baznas menjadi bukti nyata bahwa perhatian itu benar-benar sampai, bahkan di wilayah yang jauh dari pusat kota.
‎Program Ramadhan Bahagia dirancang untuk memastikan para mustahik dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang dan bermartabat. Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga momentum mempererat kepedulian sosial.
‎Kehadiran langsung pimpinan daerah di tengah masyarakat menjadi pesan kuat bahwa pemerintah tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi turun langsung menyapa dan memastikan bantuan tepat sasaran.
‎Bantuan dana sebesar Rp5 juta untuk masing-masing masjid merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung aktivitas keagamaan. Masjid memiliki peran sentral, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat, pendidikan Al-Qur’an, serta ruang silaturahmi warga.
‎Kolaborasi antara BAZNAS Gowa dan Pemerintah Kabupaten Gowa menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya menyentuh aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga spiritual dan sosial kemasyarakatan.
‎Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Gowa mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan akuntabel. Dana yang dititipkan para muzakki disalurkan kepada mustahik secara luas dan tepat sasaran, termasuk dalam bentuk bantuan sosial serta dukungan bagi kegiatan keagamaan.
‎Melalui Safari Ramadhan ini, BAZNAS menjadi jembatan amanah antara para dermawan dan masyarakat yang membutuhkan. Setiap paket sembako yang dibagikan dan setiap bantuan dana masjid yang disalurkan membawa doa, harapan, dan semangat kebersamaan.
‎Di Tompobulu dan Biringbulu, Ramadhan tahun ini terasa lebih hangat. Bukan hanya karena datangnya bulan suci, tetapi karena hadirnya kepedulian yang nyata—bahwa pemerintah dan Baznas akan selalu berdiri bersama masyarakat, menguatkan yang lemah, dan menebar keberkahan hingga ke pelosok negeri.
EDITOR:-HG-
27/02/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Artikel Terbaru
Ramadhan Hari ke-12: Menguatkan Kepedulian Melalui Zakat, Infak, dan Sedekah bersama BAZNAS Kabupaten Gowa
Memasuki hari ke-12 di bulan suci Ramadhan, semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin terasa di tengah masyarakat. Ramadhan bukan hanya bulan ibadah secara spiritual, tetapi juga momentum terbaik untuk memperkuat solidaritas sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Di Kabupaten Gowa, peran strategis ini dijalankan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa sebagai lembaga resmi pengelola zakat.
Zakat merupakan rukun Islam yang memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial. Di bulan Ramadhan, pahala setiap amalan dilipatgandakan, termasuk menunaikan zakat. Selain zakat fitrah yang wajib ditunaikan menjelang Idul Fitri, umat Islam juga dianjurkan untuk menunaikan zakat maal (zakat harta) apabila telah memenuhi nisab dan haul.
Melalui BAZNAS Kabupaten Gowa, zakat yang ditunaikan masyarakat dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf) sesuai syariat. Dengan pengelolaan yang terstruktur, zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif untuk membantu mustahik bangkit secara ekonomi.
Berbeda dengan zakat yang memiliki ketentuan tertentu, infak dan sedekah dapat diberikan kapan saja dan dalam jumlah berapa pun. Ramadhan hari ke-12 menjadi pengingat bahwa kesempatan berbagi masih terbuka luas.
Program-program yang dijalankan oleh BAZNAS Kabupaten Gowa meliputi:
* Bantuan sembako bagi keluarga miskin ekstrim
* Santunan anak yatim
* Bantuan pendidikan
* Program bedah rumah
* Bantuan modal usaha mikro
Infak dan sedekah yang dihimpun menjadi energi kebaikan yang langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Gowa.
Ramadhan mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya dirasakan saat menerima, tetapi juga saat memberi. Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Gowa, masyarakat dan BAZNAS Kabupaten Gowa, semangat gotong royong dan kepedulian sosial semakin kokoh.
Hari ke-12 Ramadhan ini menjadi momentum refleksi: sudahkah kita menyisihkan sebagian rezeki untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan, Setiap rupiah yang ditunaikan melalui zakat, infak, dan sedekah adalah investasi akhirat sekaligus solusi nyata bagi persoalan sosial.
Mari jadikan Ramadhan sebagai bulan transformasi diri dan sosial. Percayakan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Gowa agar manfaatnya lebih luas, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Semoga di hari ke-12 Ramadhan ini, Allah SWT menerima setiap amal ibadah kita dan menjadikan kita bagian dari orang-orang yang gemar berbagi serta peduli terhadap sesama. Aamiin.
Editor:-HG-
02/03/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Bulan Sya’ban : Momentum Meningkatkan Zakat, Infak, dan Sedekah
Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang istimewa dalam kalender Hijriah. Bulan ini berada di antara Rajab dan Ramadan, sehingga sering disebut sebagai masa persiapan spiritual bagi umat Islam sebelum memasuki bulan suci penuh keberkahan. Dalam tradisi Islam, Sya’ban menjadi momentum untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Keutamaan Bulan Sya’ban dalam Islam
Sya’ban memiliki kedudukan khusus karena pada bulan inilah amal perbuatan manusia diangkat dan dilaporkan kepada Allah SWT. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam hadis Rasulullah SAW bahwa Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan oleh manusia, padahal di dalamnya amal-amal diangkat.
Oleh karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki niat, serta meningkatkan kepedulian sosial sebagai bekal menuju Ramadan.
Menunaikan Zakat di Bulan Sya’ban
Menunaikan zakat, baik zakat maal maupun zakat penghasilan, di bulan Sya’ban memiliki nilai strategis dan spiritual. Secara spiritual, zakat menjadi sarana pensucian harta dan jiwa sebelum memasuki Ramadan. Secara sosial, zakat yang disalurkan lebih awal dapat membantu mustahik memenuhi kebutuhan menjelang Ramadan, seperti kebutuhan pangan dan pendidikan keluarga.
Banyak lembaga zakat juga mendorong masyarakat untuk menunaikan zakat di bulan Sya’ban agar distribusi manfaat dapat lebih optimal dan tepat sasaran.
Infak dan Sedekah: Amalan Ringan, Pahala Berlipat
Selain zakat, infak dan sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan di bulan Sya’ban. Infak dan sedekah tidak terikat oleh nisab dan waktu tertentu, sehingga dapat dilakukan kapan saja sesuai kemampuan.
Di bulan Sya’ban, infak dan sedekah menjadi wujud nyata kepedulian sosial terhadap fakir miskin, anak yatim, dan kaum dhuafa. Amalan ini juga melatih kepekaan hati dan solidaritas umat, yang menjadi ruh utama dalam ibadah Ramadan.
Persiapan Menuju Ramadan yang Lebih Bermakna
Menjadikan Sya’ban sebagai bulan memperbanyak ZIS adalah langkah nyata untuk menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan jiwa yang lapang. Dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah sejak Sya’ban, umat Islam tidak hanya mempersiapkan diri secara spiritual, tetapi juga turut menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.
Momentum Sya’ban mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya bersifat personal, tetapi juga sosial. Semakin kuat kepedulian sosial yang dibangun, semakin besar pula dampak kebaikan yang dirasakan oleh masyarakat luas.
Bulan Sya’ban adalah waktu yang tepat untuk memperkuat ibadah dan meningkatkan amal kebaikan. Menunaikan zakat, infak, dan sedekah di bulan ini menjadi investasi akhirat sekaligus solusi nyata bagi persoalan sosial umat. Dengan semangat berbagi di bulan Sya’ban, umat Islam diharapkan dapat menyambut Ramadan dengan kesiapan iman, mental, dan kepedulian sosial yang lebih baik.
Editor: _HG_
28/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa


