WhatsApp Icon

Dari Bantuan Modal Usaha Menjadi Kemandirian: Kisah Mustahik, Bangkit dan Tumbuh dengan Berjualan Kue

14/08/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Gowa

Bagikan:URL telah tercopy
Dari Bantuan Modal Usaha Menjadi Kemandirian: Kisah Mustahik, Bangkit dan Tumbuh dengan Berjualan Kue

Bantuan Modal Usaha

Gowa, 14 Agustus 2026 — Sebuah pesan suara sederhana datang kepada BAZNAS Kabupaten Gowa. Suara seorang perempuan terdengar penuh rasa syukur, mengabarkan bahwa bantuan yang diterimanya beberapa waktu lalu telah membawa perubahan berarti dalam kehidupan dan usahanya.

“Assalamualaikum, berkat bantuannya, Alhamdulillah tidak ada lagi pinjaman hari-hariku. Ini modalnya berguna untuk saya, terima kasih banyak,” demikian ungkapan Nurbayanti Dg Tonji melalui pesan suara yang diterima BAZNAS Kabupaten Gowa, Jumat, 14 Agustus 2026.

‎Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Namun bagi Nurbayanti, kalimat tersebut adalah gambaran dari sebuah perjuangan panjang. Bantuan modal usaha yang diterimanya pada 8 Juli 2026 kini telah membantunya menjalankan usaha tanpa harus kembali bergantung pada pinjaman untuk memenuhi kebutuhan modal dagang.

‎Nurbayanti Dg Tonji, warga Pancana, Desa Julukanaya, Kecamatan Pallangga, merupakan salah satu mustahik yang menerima Bantuan Modal Usaha dari BAZNAS Kabupaten Gowa. Ia menjalankan usaha penganan atau kue yang dijual secara berkeliling, menyusuri kompleks dan perkampungan untuk menawarkan dagangannya kepada masyarakat.

‎Bagi usaha kecil seperti yang dijalankan Nurbayanti, modal bukan sekadar angka. Modal adalah kesempatan untuk kembali berproduksi, membeli bahan baku, membuat dagangan, dan membawa pulang penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

‎Begitu bantuan diterimanya, Nurbayanti tidak menggunakannya untuk keperluan lain. Seluruh bantuan modal tersebut langsung dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku usaha yang dijalaninya.

‎Dari bahan baku itu, lahirlah penganan yang kemudian ia bawa berkeliling. Sedikit demi sedikit, modal berputar menjadi barang dagangan, barang dagangan menjadi penghasilan, dan penghasilan kembali menjadi modal untuk mempertahankan usaha.

‎Di situlah nilai sebuah bantuan modal usaha terlihat. Bantuan yang mungkin tampak sederhana bagi sebagian orang, dapat menjadi sangat berarti bagi pelaku usaha kecil yang setiap hari berjuang mempertahankan penghidupan.

‎Bagi Nurbayanti, bantuan tersebut bukan hanya membantu membeli bahan baku. Lebih jauh, bantuan itu memberinya ruang untuk bernapas—ruang untuk menjalankan usaha tanpa terus dibayangi kewajiban pinjaman.

‎Kabar bahwa kini ia tidak lagi harus bergantung pada pinjaman menjadi sebuah kabar bahagia sekaligus pengingat bahwa pemberdayaan mustahik membutuhkan proses. Ketika bantuan diberikan dalam bentuk modal yang tepat dan dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, zakat tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi dapat menjadi jalan menuju kemandirian.

‎Kisah Nurbayanti juga menjadi bukti bahwa di balik dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat, terdapat harapan yang dapat tumbuh menjadi perubahan nyata. Ada bahan baku yang terbeli, ada dagangan yang diproduksi, ada pembeli yang dilayani, ada penghasilan yang diperoleh, dan pada akhirnya ada keluarga yang dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang.

‎BAZNAS Kabupaten Gowa terus berkomitmen mengelola dana umat berupa zakat, infak, dan sedekah secara amanah, transparan, terpercaya, serta tepat sasaran, sesuai dengan ketentuan dan prinsip pengelolaan zakat. Setiap amanah yang dititipkan masyarakat diupayakan agar memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada mereka yang berhak menerimanya.

‎Pemberian bantuan kepada mustahik bukan semata tentang menyerahkan sejumlah dana. Di dalamnya terdapat tanggung jawab untuk memastikan bantuan benar-benar menyentuh kebutuhan penerima dan mampu mendorong perbaikan kehidupan.

‎Pesan suara Nurbayanti pada Jumat itu menjadi salah satu cerita kecil dari ikhtiar besar tersebut.

‎Dari Pancana, seorang perempuan menjalankan usahanya dari kompleks ke kompleks dan dari perkampungan ke perkampungan. Dengan modal yang diberikan, ia terus berjualan. Dan hari ini, ia mengabarkan sebuah pencapaian yang sangat berarti: tidak lagi bergantung pada pinjaman untuk menjalankan usahanya.

‎Semoga langkah kecil Nurbayanti menjadi inspirasi bahwa kebaikan yang ditunaikan melalui zakat, infak, dan sedekah dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi bagi mustahik.

‎Sebab, pada akhirnya, keberhasilan sebuah bantuan bukan hanya ketika bantuan itu sampai kepada penerima, tetapi ketika bantuan tersebut mampu mengantarkan penerimanya untuk berdiri lebih tegak, berusaha lebih mandiri, dan perlahan keluar dari ketergantungan.

‎#CahayaZakat #BaznasMenguatkanIndonesia

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Gowa.

Lihat Daftar Rekening →