Zakat, Infaq dan Sedekah, Nafas Peradaban Islam dalam Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem, Refleksi di HUT ke - 25 Badan Amil Zakat Nasional BAZNAS RI
17/01/2026 | Penulis: Humas BAZNAS Gowa
HUT ke 25 Tahun BAZNAS RI
Gowa - Di tengah dunia yang terus bergerak cepat kemiskinan ekstrem tetap menjadi luka kemanusiaan yang belum sepenuhnya sembuh. Ia bukan sekadar persoalan ekonomi melainkan krisis martabat, akses, dan harapan. Islam sejak awal kelahirannya hadir bukan hanya sebagai ajaran spiritual tetapi sebagai sistem peradaban yang menawarkan solusi nyata atas ketimpangan sosial. Di jantung solusi itu berdiri tiga pilar kedermawanan: Zakat, Infaq dan Sedekah.
Zakat bukanlah sekadar kewajiban ritual melainkan mekanisme distribusi kekayaan yang dirancang untuk menjaga keseimbangan sosial. Ia adalah pengingat bahwa harta bukan milik absolut manusia tetapi titipan yang di dalamnya melekat hak orang lain. Ketika zakat ditunaikan dengan kesadaran dan dikelola secara amanah ia menjadi energi sosial yang mampu mengangkat kaum mustahik dari ketergantungan menuju kemandirian.
Infaq dan sedekah melengkapi zakat sebagai ekspresi kasih sayang yang melampaui batas kewajiban. Keduanya mengajarkan bahwa keadilan sosial tidak cukup dibangun oleh aturan formal tetapi juga oleh kepekaan hati. Dalam setiap rupiah yang diinfaqkan dan disedekahkan tersimpan pesan moral bahwa kemiskinan ekstrem bukan takdir yang harus diterima melainkan kondisi yang harus diperjuangkan untuk diakhiri.
Lebih dari sekadar bantuan konsumtif, zakat, infaq dan sedekah yang dikelola secara produktif mampu menciptakan transformasi sosial. Modal usaha bagi fakir miskin, beasiswa bagi generasi muda, layanan kesehatan hingga penguatan ekonomi komunitas adalah bukti bahwa filantropi Islam memiliki daya ubah yang nyata. Ia bekerja secara senyap namun berdampak luas dalam membangun sumber daya manusia, bukan hanya mengenyangkan perut.
"Sejalan dengan keinginan Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia pada akhir masa jabatannya di 2029. presiden optimis nasib masyarakat Indonesia yang berada pada kelompok desil 1 dan 2 dapat diubah melalui kerja keras dan kebijakan yang tepat. Kita bisa hilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia, kata Prabowo".
Oleh Karena itu, pengentasan kemiskinan bukan sekadar agenda sosial tetapi bagian dari ibadah kolektif umat. Ketika zakat, infaq dan sedekah bergerak bersama dalam sistem yang terencana dan berkeadilan maka yang lahir bukan hanya penurunan angka kemiskinan tetapi kebangkitan nilai kemanusiaan.
Di era modern, tantangan kemiskinan menuntut pengelolaan filantropi Islam yang profesional, transparan, dan berorientasi pemberdayaan. Dengan tata kelola yang baik, zakat, infaq dan sedekah dapat menjadi kekuatan strategis dalam mendukung upaya nasional dan global untuk menghapus kemiskinan ekstrem, bukan sebagai pelengkap kebijakan negara tetapi sebagai mitra moral dan sosial.
Dalam refleksi HUT ke-25 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Baznas Kab. Gowa Terus berinovasi untuk kemaslahatan dan konsisten melayani umat untuk memperkuat tata kelola zakat yang transparan dan berdampak dengan melakukan Penyaluran dalam Periode Agustus-Desember 2025 dalam 5 program utama yakni: Gowa Peduli, Gowa Sehat, Gowa Cerdas, Gowa Makmur dan Gowa Takwa, dengan nilai penyaluran sebesar Rp. 1.651.801.885, pembangunan fisik Rumah Layat Huni Baznas (RLHB) 27 Unit, Z Mart 25 Unit, Z Auto 1 Unit dan Bantuan Modal usaha 5 Unit yang tersebar dikabupaten Gowa.
Akhirnya, zakat, infaq dan sedekah mengajarkan satu pelajaran penting, kekuatan Islam tidak hanya terletak pada jumlah pemeluknya tetapi pada kemampuannya menghadirkan keadilan, merawat solidaritas dan menghidupkan harapan bagi mereka yang paling lemah. Dari tangan-tangan yang memberi lahirlah peradaban yang berkeadilan, dari kepedulian yang tulus kemiskinan ekstrem menemukan akhir jalannya.
Oleh: Rudi Salam, S.Kep, Ns, M.Kep (Wakil Ketua IV Baznas Kab. Gowa)
Berita Lainnya
BAZNAS Gowa Ulurkan Kepedulian untuk Nenek Joho, Buruh Tani Lansia di Bontolempangan
Impian Sederhana Terwujud, St. Aminah Akhirnya Miliki Etalase Jualan Kue dari Bantuan BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Hadiri Refreshing Muballigh Muhammadiyah di Tinggimoncong
Hadiri Rakor Layanan Cepat Atasi Kemiskinan, BAZNAS Gowa Komitmen Mendukung Pengentasan Kemiskinan Di Kabupaten Gowa
Nenek Teko Warga Timbuseng Bersyukur Punya Rumah Baru Dari BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Peringati 25 Tahun Pengabdian dengan Kesederhanaan dan Refleksi Makna
Senyum Kebahagiaan Bapak Parawansyah atas Bantuan Kursi Roda dari BAZNAS Gowa
Bupati Gowa Serahkan Bantuan Modal Usaha Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU), Program Kolaborasi BAZNAS Gowa dan Kemenag Gowa
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan Usaha, Harapan Baru Tumbuh dari Dua Desa di Bontolempangan
BAZNAS Gowa Salurkan Bantuan Sembako bagi Pasien TB Paru, Hadirkan Harapan di Desa Siaga TB
BAZNAS Gowa Serahkan Kunci Rumah Layak Huni untuk Anto di Borongloe
BAZNAS Kabupaten Gowa Raih Opini WTP Tahun Buku 2025 dari KAP IKHSAN
Bupati Gowa dan BAZNAS Gowa Tinjau Rumah Dg Joa Penerima Bantuan Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) di Bontomanai
BAZNAS Gowa dan Kemenag Gowa Tebar Harapan Ramadhan (THR), 250 Mustahik Terima Paket Sembako Ramadhan Bahagia
Wakil Ketua II BAZNAS Gowa Tinjau Progres Pengerjaan Bangunan RLHB untuk Imam Masjid di Bontomaero

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Gowa.
Lihat Daftar Rekening →