WhatsApp Icon

BAZNAS Kabupaten Gowa Dorong Penguatan Food Bank dan Gerakan Penyelamatan Pangan di Sulawesi Selatan

FGD Scoping Program FLARE

16-09-2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Gowa

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Kabupaten Gowa Dorong Penguatan Food Bank dan Gerakan Penyelamatan Pangan di Sulawesi Selatan - Gambar Utama

MAKASSAR — Upaya mengurangi susut dan sisa pangan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pangan layak konsumsi mendapat perhatian dalam Focus Group Discussion (FGD) Scoping Program FLARE (Food Loss and Waste Action for Reducing Emission) yang digelar di Hotel Mercure Makassar, Rabu, 16 September 2026.

Kegiatan yang diinisiasi World Resources Institute (WRI) Indonesia bersama Garda Pangan tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di Sulawesi Selatan untuk membahas potensi redistribusi pangan surplus, tantangan penyelamatan makanan, serta kebijakan yang dapat mendukung pengelolaan susut dan sisa pangan.

Dalam forum tersebut, BAZNAS Kabupaten Gowa diwakili oleh Wakil Ketua III, Muis Fadli. Kehadiran BAZNAS Gowa menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam membangun ekosistem penyelamatan dan redistribusi pangan surplus kepada masyarakat yang membutuhkan.

Program FLARE sendiri mengusung pendekatan whole-system, yakni melihat persoalan pangan secara menyeluruh mulai dari produksi, rantai pasok, distribusi hingga konsumsi. Salah satu fokus utamanya adalah penyelamatan dan redistribusi pangan surplus agar makanan yang masih layak konsumsi tidak berakhir menjadi sampah.

Dalam FGD, para peserta membahas sejumlah persoalan penting, antara lain sumber pangan surplus dari hotel, restoran, pasar, supermarket maupun usaha katering, mekanisme pengelolaan makanan berlebih, kendala transportasi dan penyimpanan, keamanan pangan, regulasi, hingga kesiapan para pemangku kepentingan dalam membangun sistem food bank.

Bagi BAZNAS Kabupaten Gowa, isu tersebut memiliki keterkaitan erat dengan misi sosial dan kemanusiaan dalam memastikan sumber daya yang masih bernilai dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Muis Fadli menilai penguatan food bank perlu dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak, bukan hanya mengandalkan satu lembaga. Pemerintah, dunia usaha, lembaga filantropi, komunitas, pengelola pangan dan masyarakat perlu memiliki peran yang saling melengkapi.

“Pangan yang masih layak konsumsi jangan sampai terbuang. Jika dikelola dengan sistem yang baik, pangan surplus dapat menjadi sumber manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, kolaborasi dan tata kelola yang baik menjadi sangat penting dan BAZNAS juga akan mengambil peran,” ujar Muis Fadli.

Ia juga menekankan pentingnya membangun mekanisme yang jelas mulai dari pengumpulan, penyortiran, penyimpanan, pengangkutan hingga pendistribusian pangan surplus dengan tetap memperhatikan standar keamanan pangan.

Menurutnya, keterlibatan lembaga zakat seperti BAZNAS dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut, khususnya dalam menjembatani sumber daya yang tersedia dengan kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan.

FGD ini juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi kesiapan daerah, baik dari sisi kebijakan, infrastruktur, sumber daya manusia, jejaring donor maupun calon penerima manfaat. Hasil diskusi diharapkan menjadi bahan analisis dalam penyusunan dan pengembangan program FLARE selama empat tahun ke depan.

Surat undangan WRI Indonesia menyebutkan bahwa FGD di Makassar secara khusus ditujukan untuk memverifikasi kesiapan lokasi dan pemangku kepentingan dalam pathway penyelamatan dan redistribusi pangan, termasuk dukungan pemangku kepentingan, kebijakan daerah, infrastruktur, dan kesiapan ekosistem pasar.

Kehadiran BAZNAS Kabupaten Gowa bersama unsur pemerintah daerah, BAZNAS Kota Makassar, BAZNAS Kabupaten Maros, komunitas, asosiasi perhotelan serta pelaku usaha menunjukkan bahwa penyelamatan pangan membutuhkan gerakan bersama lintas sektor.

Melalui forum ini, diharapkan lahir langkah konkret untuk membangun sistem penyelamatan pangan yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan—sehingga pangan surplus tidak menjadi limbah, tetapi dapat diubah menjadi manfaat, keberkahan, dan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Gowa.

Lihat Daftar Rekening →