WhatsApp Icon
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

BAZNAS Gowa Rampungkan Pembangunan Rumah Layak Huni BAZNAS Bagi Syafaruddin di Pattallassang
BAZNAS Gowa Rampungkan Pembangunan Rumah Layak Huni BAZNAS Bagi Syafaruddin di Pattallassang
GOWA — Senyum haru terpancar dari wajah Syafaruddin, warga Dusun Sawagi, Desa Pattallassang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, saat menerima kunci rumah barunya, Senin (19/1/2026). Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah tidak layak huni dengan dinding seng dan papan yang rapuh serta atap bocor, kini ia dan keluarganya dapat menempati rumah batu yang aman dan nyaman melalui Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB). Penyerahan kunci sekaligus penandatanganan Berita Acara Serah Terima Bantuan dilakukan secara sederhana oleh Staf Amil BAZNAS Kabupaten Gowa, Syamsul Anwar dan Dzulkifli, sebagai bentuk nyata kepedulian Baznas terhadap warga kurang mampu. Syafaruddin merupakan buruh bangunan harian dengan penghasilan pas-pasan. Kondisi ekonominya membuat ia belum mampu memperbaiki rumah yang selama ini jauh dari kata layak. Kondisi tersebut terpantau oleh Tim Sahabat Lacak Desa Pattallassang, Hamzah, lalu dilaporkan ke LACAK Center Gowa (Layanan Cepat Atasi Kemiskinan), program Pemerintah Kabupaten Gowa dalam pengentasan kemiskinan. Data tersebut kemudian diteruskan ke Dinas Sosial Kabupaten Gowa dan direkomendasikan kepada Baznas Kabupaten Gowa untuk mendapatkan bantuan bedah rumah melalui Program RLHB. Pada 9 Desember 2025 lalu, Bupati Gowa Hj. Husniah Talenrang bersama Pimpinan BAZNAS Kabupaten Gowa, Wakil Ketua II Munawir dan Wakil Ketua III Muis Fadli, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Pattallassang, meninjau langsung kondisi rumah Syafaruddin. Tak lama setelah kunjungan tersebut, rumah lama dibongkar dan dibangun kembali oleh BAZNAS Kabupaten Gowa. Proses pembangunan rampung dalam waktu sekitar tiga pekan. Kini, rumah baru tersebut telah resmi diserahkan. Dengan mata berkaca-kaca, Syafaruddin menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya. “Alhamdulillah, saya bersyukur dan tidak menyangka bisa punya rumah batu seperti ini. Nyaman ditinggali. Tidak kena hujanmi. Terima kasih Baznas Gowa, Pemerintah Kabupaten Gowa, dan pihak yang sudah membantu. Semoga kebaikanta' ini dibalas Allah SWT,” ujar Syafaruddin dengan suara bergetar. Program Rumah Layak Huni BAZNAS menjadi salah satu upaya konkret dalam membantu masyarakat miskin keluar dari jerat kemiskinan ekstrem, sekaligus menghadirkan hunian yang aman, sehat, dan bermartabat bagi warga yang membutuhkan. Melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS ini pula, BAZNAS Kabupaten Gowa menegaskan komitmennya dalam menjaga amanah umat yang telah memercayakan zakat, infak, dan sedekah untuk dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Dana yang dihimpun dari para muzakki disalurkan kepada mereka yang benar-benar berhak mendapatkan uluran tangan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan dan menghadirkan harapan baru bagi kehidupan yang lebih layak dan bermartabat. Editor: _HG_
20/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Peringati 25 Tahun Pengabdian dengan Kesederhanaan dan Refleksi Makna
BAZNAS Gowa Peringati 25 Tahun Pengabdian dengan Kesederhanaan dan Refleksi Makna
Gowa — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memasuki usia 25 tahun tepat pada tanggal 17 Januari 2026 lalu. Sebuah perjalanan panjang pengabdian yang diperingati secara sederhana namun penuh makna oleh BAZNAS Kabupaten Gowa, di Kantor BAZNAS Gowa pada Hari Senin, 19/1/2026. Peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 BAZNAS ini dihadiri oleh seluruh pimpinan dan keluarga besar amilin dan amilat, mulai dari Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa, H. Alauddin Abbas, Wakil Ketua I Suharli, Wakil Ketua II Munawir, Wakil Ketua III Muis Fadli, Wakil Ketua IV Rudi Salam, dan segenap staf amil, serta suasana kian hangat dengan kehadiran siswa-siswi Magang dari SMK Syekh Yusuf Gowa, yang turut menyaksikan momen bersejarah tersebut. Dalam pengantarnya, Ketua BAZNAS Gowa, H. Alauddin Abbas, menyampaikan refleksi mendalam atas usia seperempat abad lembaga pengelola zakat nasional itu. “Alhamdulillah, BAZNAS telah memasuki usia 25 tahun berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011. Jika merujuk Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999, tentu usianya lebih tua. Bahkan, jika kita merujuk pada Al-Qur’an, nilai-nilai zakat itu jauh lebih tua lagi,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa peringatan ulang tahun bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk bercermin dan memperbaiki langkah ke depan. “Yang lebih penting dan utama dalam sebuah peringatan, kita berhenti sejenak lalu menoleh ke belakang. Melihat keberhasilan apa yang telah diraih dan kegagalan apa yang telah dilewati. Tentu ini menjadi bahan evaluasi bagi kita semua agar ke depan Baznas lebih maju dan berkembang. Karena Baznas ini dibentuk untuk kepentingan ummat terutama bagi fakir miskin yang membutuhkan uluran tangan. Maka Baznas ini hanya perantara bagi orang kaya dan orang miskin. Bagi yang kaya mengeluarkan zakat, infak dan sedekahnya ke Baznas lalu menyalurkan sesuai aturan. Oleh karena itu, dalam perjalanan Baznas ini tidak sedikit tantangan yang dihadapi. Kita berusaha untuk kerja dengan baik sesuai dengan aturan yang ada, sesuai dengan tuntunan agama dan aturan yang berlaku” tambahnya. Peringatan HUT BAZNAS ke-25 ini sengaja digelar secara sederhana. Sajian nasi tumpeng dan kue umba-umba khas Makassar dihadirkan sebagai simbol rasa syukur dan filosofi kebersamaan. Tumpeng melambangkan harapan akan keberkahan yang terus tumbuh, sementara umba-umba mencerminkan kearifan lokal yang sarat nilai persaudaraan. Usai menyampaikan pengantar, Ketua BAZNAS Gowa memotong nasi tumpeng dan menuangkannya ke piring untuk diserahkan kepada masing-masing wakil ketua. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, dan kesinambungan kepemimpinan dalam mengemban amanah umat. Selanjutnya, seluruh peserta yang hadir dipersilakan menikmati hidangan bersama dalam suasana kekeluargaan. Lebih dari sekadar perayaan, peringatan 25 tahun BAZNAS menjadi pengingat akan tanggung jawab besar dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara amanah, profesional, dan berkeadilan. Dengan semangat refleksi dan kebersamaan, BAZNAS Kabupaten Gowa meneguhkan komitmen untuk terus hadir melayani umat dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Editor:_HG_
19/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Zakat, Infaq dan Sedekah, Nafas Peradaban Islam dalam Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem, Refleksi di HUT ke - 25 Badan Amil Zakat Nasional BAZNAS RI
Zakat, Infaq dan Sedekah, Nafas Peradaban Islam dalam Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem, Refleksi di HUT ke - 25 Badan Amil Zakat Nasional BAZNAS RI
Gowa - Di tengah dunia yang terus bergerak cepat kemiskinan ekstrem tetap menjadi luka kemanusiaan yang belum sepenuhnya sembuh. Ia bukan sekadar persoalan ekonomi melainkan krisis martabat, akses, dan harapan. Islam sejak awal kelahirannya hadir bukan hanya sebagai ajaran spiritual tetapi sebagai sistem peradaban yang menawarkan solusi nyata atas ketimpangan sosial. Di jantung solusi itu berdiri tiga pilar kedermawanan: Zakat, Infaq dan Sedekah. Zakat bukanlah sekadar kewajiban ritual melainkan mekanisme distribusi kekayaan yang dirancang untuk menjaga keseimbangan sosial. Ia adalah pengingat bahwa harta bukan milik absolut manusia tetapi titipan yang di dalamnya melekat hak orang lain. Ketika zakat ditunaikan dengan kesadaran dan dikelola secara amanah ia menjadi energi sosial yang mampu mengangkat kaum mustahik dari ketergantungan menuju kemandirian. Infaq dan sedekah melengkapi zakat sebagai ekspresi kasih sayang yang melampaui batas kewajiban. Keduanya mengajarkan bahwa keadilan sosial tidak cukup dibangun oleh aturan formal tetapi juga oleh kepekaan hati. Dalam setiap rupiah yang diinfaqkan dan disedekahkan tersimpan pesan moral bahwa kemiskinan ekstrem bukan takdir yang harus diterima melainkan kondisi yang harus diperjuangkan untuk diakhiri. Lebih dari sekadar bantuan konsumtif, zakat, infaq dan sedekah yang dikelola secara produktif mampu menciptakan transformasi sosial. Modal usaha bagi fakir miskin, beasiswa bagi generasi muda, layanan kesehatan hingga penguatan ekonomi komunitas adalah bukti bahwa filantropi Islam memiliki daya ubah yang nyata. Ia bekerja secara senyap namun berdampak luas dalam membangun sumber daya manusia, bukan hanya mengenyangkan perut. "Sejalan dengan keinginan Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia pada akhir masa jabatannya di 2029. presiden optimis nasib masyarakat Indonesia yang berada pada kelompok desil 1 dan 2 dapat diubah melalui kerja keras dan kebijakan yang tepat. Kita bisa hilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia, kata Prabowo". Oleh Karena itu, pengentasan kemiskinan bukan sekadar agenda sosial tetapi bagian dari ibadah kolektif umat. Ketika zakat, infaq dan sedekah bergerak bersama dalam sistem yang terencana dan berkeadilan maka yang lahir bukan hanya penurunan angka kemiskinan tetapi kebangkitan nilai kemanusiaan. Di era modern, tantangan kemiskinan menuntut pengelolaan filantropi Islam yang profesional, transparan, dan berorientasi pemberdayaan. Dengan tata kelola yang baik, zakat, infaq dan sedekah dapat menjadi kekuatan strategis dalam mendukung upaya nasional dan global untuk menghapus kemiskinan ekstrem, bukan sebagai pelengkap kebijakan negara tetapi sebagai mitra moral dan sosial. Dalam refleksi HUT ke-25 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Baznas Kab. Gowa Terus berinovasi untuk kemaslahatan dan konsisten melayani umat untuk memperkuat tata kelola zakat yang transparan dan berdampak dengan melakukan Penyaluran dalam Periode Agustus-Desember 2025 dalam 5 program utama yakni: Gowa Peduli, Gowa Sehat, Gowa Cerdas, Gowa Makmur dan Gowa Takwa, dengan nilai penyaluran sebesar Rp. 1.651.801.885, pembangunan fisik Rumah Layat Huni Baznas (RLHB) 27 Unit, Z Mart 25 Unit, Z Auto 1 Unit dan Bantuan Modal usaha 5 Unit yang tersebar dikabupaten Gowa. Akhirnya, zakat, infaq dan sedekah mengajarkan satu pelajaran penting, kekuatan Islam tidak hanya terletak pada jumlah pemeluknya tetapi pada kemampuannya menghadirkan keadilan, merawat solidaritas dan menghidupkan harapan bagi mereka yang paling lemah. Dari tangan-tangan yang memberi lahirlah peradaban yang berkeadilan, dari kepedulian yang tulus kemiskinan ekstrem menemukan akhir jalannya. Oleh: Rudi Salam, S.Kep, Ns, M.Kep (Wakil Ketua IV Baznas Kab. Gowa)
17/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa

Agenda Pimpinan

BAZNAS Kabupaten Gowa Terima Kunjungan Audiensi dan Silaturahmi Pezawaf UIN Alauddin Makassar
BAZNAS Kabupaten Gowa Terima Kunjungan Audiensi dan Silaturahmi Pezawaf UIN Alauddin Makassar
GOWA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa menerima kunjungan audiensi dan silaturahmi dari Pusat Pengembangan dan Pelatihan Zakat dan Wakaf (Pezawaf) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Kegiatan ini berlangsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Gowa, Kamis, 29 Januari 2026. Kunjungan tersebut dihadiri oleh Ketua Pezawaf FEBI UIN Alauddin Makassar, Hamzah Khaeriyah, bersama Sekretaris Pezawaf, Trisno Wardy Putra. Rombongan disambut hangat oleh pimpinan BAZNAS Kabupaten Gowa, yakni Ketua BAZNAS H. Abbas Alauddin, Wakil Ketua II Munawir, Wakil Ketua III Muis Fadli, serta Wakil Ketua IV Rudi Salam. Suasana audiensi berlangsung akrab dan penuh semangat kebersamaan. Kedua belah pihak memanfaatkan pertemuan ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus ruang diskusi terbuka terkait penguatan peran zakat dan wakaf dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa, H. Abbas Alauddin, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Pezawaf FEBI UIN Alauddin Makassar. Ia menilai sinergi antara lembaga akademik dan lembaga pengelola zakat menjadi elemen penting dalam membangun tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berdampak luas. Sementara itu, Ketua Pezawaf Hamzah Khaeriyah menegaskan bahwa audiensi ini bertujuan untuk bertukar pandangan secara umum mengenai peran strategis zakat dan wakaf, khususnya dalam konteks penguatan kelembagaan zakat di tengah masyarakat. Menurutnya, kolaborasi dengan BAZNAS daerah menjadi bagian dari upaya mendorong literasi dan optimalisasi pengelolaan zakat berbasis keilmuan dan praktik lapangan. Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara BAZNAS Kabupaten Gowa dan Pezawaf FEBI UIN Alauddin Makassar, baik dalam pengembangan sumber daya manusia, edukasi zakat dan wakaf, maupun program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Editor: _HG_

29-01-2026 | Humas BAZNAS Gowa

Berita Pendistribusian

BAZNAS Gowa Lakukan Kunjungan Mustahik Program Z Auto di Kecamatan Manuju
BAZNAS Gowa Lakukan Kunjungan Mustahik Program Z Auto di Kecamatan Manuju
GOWA — Wakil Ketua II Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa, Munawir didampingi staf amil BAZNAS serta Pendamping Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) Kementerian Agama Kabupaten Gowa KUA Kecamatan Manuju, Ratna. Melakukan kunjungan mustahik ke bengkel milik Suprianto di Dusun Bontomanai Desa Bilalang Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa. Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap mustahik penerima bantuan Program Z-Auto BAZNAS Kabupaten Gowa, yang telah disalurkan kepada Suprianto pada 17 November 2025 lalu. Suprianto diketahui merupakan mustahik yang sebelumnya didata oleh Ratna selaku Pendamping PEU Kementerian Agama. Pada saat pendataan awal, kondisi bengkel yang dikelola Suprianto masih sangat terbatas dan dikelola dengan peralatan seadanya, sehingga pendapatan usaha belum optimal. Namun, setelah menerima bantuan Program Z-Auto dari BAZNAS Kabupaten Gowa, perkembangan usaha Suprianto mulai terlihat signifikan. Bengkel yang dikelolanya kini mulai berkembang, baik dari sisi peralatan maupun peningkatan aktivitas pelayanan kepada masyarakat sekitar. Wakil Ketua II BAZNAS Gowa, Munawir, menyampaikan bahwa Program Z Auto merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui sektor usaha produktif. Ia berharap bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan. Sementara itu, Pendamping PEU Kemenag Gowa, Ratna, menegaskan bahwa pendampingan akan terus dilakukan agar mustahik penerima bantuan dapat mengelola usaha dengan lebih baik dan berkelanjutan, sehingga ke depan diharapkan mampu bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki. Kunjungan ini sekaligus menjadi bukti sinergi antara BAZNAS Kabupaten Gowa dan Kementerian Agama dalam memperkuat program pemberdayaan ekonomi umat di tingkat kecamatan dan desa. Editor: _HG_
28/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Senyum Haru Wajah Ibu Muliati, Kompor Seribu Mata untuk Usaha Kerupuk
Senyum Haru Wajah Ibu Muliati, Kompor Seribu Mata untuk Usaha Kerupuk
GOWA — Senyum haru terpancar dari wajah Ibu Muliati, seorang ibu rumah tangga pelaku usaha kecil di Jl. Mustafa Dg Bunga, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, saat menerima bantuan modal usaha dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gowa, Senin (26/1/2026). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Staf Amil yang diutus Baznas Kabupaten Gowa, Rifyal Sabir dan Dzulkifli, sebagai bentuk kepedulian Baznas terhadap penguatan ekonomi mustahik melalui pengembangan usaha produktif. Ibu Muliati diketahui menjalankan usaha rumahan berupa produksi aneka penganan camilan, seperti keripik dan kudapan lainnya yang dibuat secara mandiri. Usaha sederhana ini menjadi salah satu sumber utama pendapatan keluarga. Ia tinggal bersama dua anaknya yang masih bersekolah, sementara sang suami bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu. Selama menjalankan usahanya, Ibu Muliati mengaku memiliki keterbatasan alat produksi. Ia hanya mengandalkan peralatan pinjaman dari tetangga, termasuk kompor seribu mata yang kondisinya sudah tidak layak pakai, serta beberapa alat lainnya yang mengalami kerusakan. Melalui bantuan modal usaha dari Baznas Kabupaten Gowa, Ibu Muliati kini telah memiliki kompor seribu mata milik sendiri. Selain itu, dana bantuan juga dimanfaatkan untuk membeli berbagai peralatan penunjang usaha, seperti alat gilingan, alat pres pengemas, wajan, sutil, serta bahan baku produksi berupa tepung terigu, minyak kelapa, gula pasir, dan bumbu-bumbuan. Dengan suara bergetar penuh rasa syukur, Ibu Muliati menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. “Saya sangat senang dan bersyukur atas bantuan dari Baznas Kabupaten Gowa. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Insyaallah akan saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan usaha agar bisa membantu ekonomi keluarga,” ungkapnya. Baznas Kabupaten Gowa menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan kepada Ibu Muliati merupakan hasil dari zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan oleh para muzakki. Dana tersebut dikelola dan disalurkan secara amanah oleh Baznas sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Gowa. Melalui program bantuan modal usaha ini, Baznas Kabupaten Gowa berharap para mustahik dapat meningkatkan kemandirian ekonomi, memperkuat usaha yang dijalankan, serta secara bertahap bertransformasi menjadi muzakki di masa depan. Editor:_HG_
26/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Bantu Mustahik Disabilitas Bangun Usaha
BAZNAS Gowa Bantu Mustahik Disabilitas Bangun Usaha
GOWA — Harapan untuk hidup mandiri perlahan terwujud bagi Syahril, seorang penyandang disabilitas tunagrahita asal Dusun Bontoramba, Desa Panciro, Kecamatan Bajeng. Pada Jumat, 23 Januari 2026, Syahril menerima bantuan modal usaha dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa yang diserahkan langsung di rumahnya. Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Gowa, Munawir, didampingi Kepala Desa Panciro, Asram Suhendra, serta Kepala Dusun Bontoramba, Risvandi Marsulung. Penyerahan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh empati, sebagai wujud kepedulian bersama terhadap warga yang membutuhkan dukungan untuk bangkit dan berdaya. Syahril merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) Negeri 1 Makassar tahun 2021. Meski memiliki keterbatasan, ia dikenal sebagai sosok yang tekun dan berprestasi. Pada ajang Pekan Paralimpik Provinsi (PEPARPROV V) Sulawesi Selatan tahun 2022, Syahril berhasil meraih medali lomba lari, mengharumkan nama daerah sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Proses bantuan ini bermula dari pendataan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Panciro melalui Pendamping Rehabilitasi Sosial (PRS), Kamaruddin, dari Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Gowa. Selanjutnya, Dinas Sosial merekomendasikan Syahril kepada BAZNAS Kabupaten Gowa untuk mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan dan keterampilan yang dimilikinya. Dana bantuan yang diterima dimanfaatkan Syahril untuk membeli mesin kompresor pompa ban serta berbagai peralatan usaha perbengkelan. Usaha ini diharapkan menjadi sumber penghasilan mandiri sekaligus sarana bagi Syahril untuk mengembangkan keterampilan yang telah ia miliki. Dengan penuh rasa syukur, Syahril menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepadanya. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Panciro, Pemerintah Kabupaten Gowa, khususnya Ibu Bupati Gowa Hj. Husniah Talenrang, serta BAZNAS Kabupaten Gowa atas bantuan yang saya terima. Bantuan ini sangat berarti bagi saya untuk memulai usaha dan hidup lebih mandiri,” ujar Syahril dengan haru. Kepala Desa Panciro, Asram Suhendra, mengapresiasi langkah BAZNAS Kabupaten Gowa yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi BAZNAS Kabupaten Gowa yang telah memberikan bantuan kepada warga kami. Ini adalah bentuk nyata sinergi antara pemerintah desa dan Baznas dalam membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” katanya. Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Gowa, Munawir, menjelaskan bahwa bantuan tersebut diberikan kepada warga miskin yang layak menerima dan telah melalui proses verifikasi. “Bantuan ini disalurkan kepada mustahik yang memenuhi kriteria dan memiliki potensi untuk diberdayakan. Dana yang kami salurkan bersumber dari zakat, infak, dan sedekah para ASN dan pegawai Pemerintah Kabupaten Gowa yang mempercayakan pengelolaannya kepada BAZNAS,” jelas Munawir. Ia menegaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Gowa senantiasa mengelola zakat, infak, dan sedekah dengan penuh amanah dan tanggung jawab. “Kami menjaga kepercayaan para muzaki dengan menyalurkan dana secara tepat sasaran, transparan, dan berorientasi pada pemberdayaan, agar mustahik dapat bangkit dan mandiri,” tambahnya. Melalui bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Gowa berharap Syahril dapat terus berkembang, menjalankan usahanya dengan baik, serta menjadi inspirasi bahwa kepedulian dan kolaborasi mampu membuka jalan menuju kehidupan yang lebih bermartabat. Editor:_HG_
23/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa

Artikel Terbaru