WhatsApp Icon
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

BAZNAS Kabupaten Gowa Raih Opini WTP Tahun Buku 2025 dari KAP IKHSAN
BAZNAS Kabupaten Gowa Raih Opini WTP Tahun Buku 2025 dari KAP IKHSAN
Gowa, 21 Februari 2026 – BAZNAS Kabupaten Gowa kembali mencatatkan capaian membanggakan dalam tata kelola keuangan. Berdasarkan hasil audit laporan keuangan Tahun Buku 2025, BAZNAS Kabupaten Gowa resmi memperoleh opini Wajar Dalam Semua Hal Material (WTP) dari Kantor Akuntan Publik IKHSAN. Audit dilaksanakan pada 2 hingga 6 Februari 2026. Proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap laporan keuangan, sistem pencatatan, serta pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sesuai standar akuntansi yang berlaku. Kegiatan penutupan audit dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa H. Abbas Alauddin, didampingi Wakil Ketua II Munawir dan Wakil Ketua III Muis Fadli. Kehadiran pimpinan dalam proses audit tersebut menunjukkan komitmen kuat terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas lembaga. Laporan Auditor Independen secara resmi diserahkan pada 21 Februari 2026 di Aula Kantor BAZNAS Kabupaten Gowa. Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua Tim KAP IKHSAN, Ibu Ayu Puspitasari. Dalam kesempatan tersebut, Ayu Puspitasari menyampaikan bahwa hasil audit menunjukkan laporan keuangan BAZNAS Kabupaten Gowa telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material. “Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah kami lakukan, laporan keuangan BAZNAS Kabupaten Gowa Tahun Buku 2025 telah disusun sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku dan mencerminkan pengelolaan dana yang transparan serta akuntabel,” ujar Ayu. Ia juga menambahkan bahwa capaian opini WTP merupakan indikator penting atas komitmen lembaga dalam menjaga tata kelola yang profesional dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Dengan diraihnya opini WTP Tahun Buku 2025, BAZNAS Kabupaten Gowa semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana umat, sekaligus mendukung peran Badan Amil Zakat Nasional dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang modern, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan.
21/02/2026 | Humas BAZNAS Gowa
HUT ke 25 BAZNAS RI Syiarkan Zakat Menguatkan Indonesia
HUT ke 25 BAZNAS RI Syiarkan Zakat Menguatkan Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 dengan menggelar tasyakuran dan doa bersama, bertema “Zakat Menguatkan Indonesia”, sebagai momentum refleksi dan rasa syukur atas peran besar zakat dalam memperkuat kesejahteraan umat di Indonesia. Kegiatan tasyakuran tersebut digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026), dan dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ph.D., Dirjen Bimas Islam, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam, serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI Periode 2021–2025. Turut hadir jajaran Pimpinan BAZNAS RI lintas periode, yakni Pimpinan Periode 2015–2020 Emmy Hamidiyah, Irsyadul Halim, Nana Mintarti, dan Mundzir Suparta; Pimpinan Periode 2008–2015 Ahmad Mukhlis Yusuf, Elvi Hudriah, Abdullah Hasyim, Isye Latief, dan Fuad Nasar; Pimpinan Periode 2001–2007 Aries Mufti, serta pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi, Kabupaten, dan Kota dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan secara daring. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, tema “Zakat Menguatkan Indonesia” merefleksikan kontribusi nyata zakat dalam menjawab persoalan besar bangsa, terutama kemiskinan, kebencanaan, kebodohan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional. “Jika yang kita kumpulkan (zakat) semakin banyak, maka yang dapat kita distribusikan juga akan semakin banyak. Dengan begitu, semakin banyak pula masyarakat yang bisa kita kuatkan,” ujar Kiai Noor. Ia menambahkan, kekuatan zakat terletak pada potensi penghimpunannya yang sangat besar. Berdasarkan perhitungan yang pernah disampaikan di hadapan Presiden bersama Menteri Agama, potensi zakat nasional diperkirakan mencapai Rp1.273 triliun. “Apabila potensi tersebut dapat terkumpul setengahnya saja, maka persoalan umat sudah bisa diselesaikan dan Indonesia akan menjadi sangat kuat,” ungkapnya. Lebih lanjut, Kiai Noor menuturkan, selama 25 tahun perjalanan BAZNAS, kinerja BAZNAS terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Berbagai prestasi berhasil diraih secara berkelanjutan dan terus berkembang dari waktu ke waktu. “Hal ini menunjukkan bahwa BAZNAS merupakan lembaga yang diberkahi dan diridai. Seluruh insan di dalamnya bekerja dengan penuh keikhlasan dalam menjalankan amanah untuk umat,” katanya. "Seiring dengan itu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS juga terus meningkat. Meski terdapat perbedaan capaian di setiap periode kepemimpinan, seluruh prestasi tersebut saling berkesinambungan dan tidak terputus," lanjutnya. Meski demikian, Kiai Noor mengingatkan, kekuatan zakat belum sepenuhnya optimal. Dari sekitar 260 juta penduduk Muslim di Indonesia, jumlah muzaki yang terdata baru sekitar 6 juta orang. Kondisi ini menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperluas kontribusi zakat bagi penguatan Indonesia. Di peringatan HUT ke-25, Kiai Noor, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Zakat Menguatkan Indonesia sebagai gerakan bersama, bukan sekadar slogan. Ia menegaskan, dengan kebersamaan, kepercayaan publik, dan pengelolaan yang berkelanjutan, zakat dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya. Editor:_Humas BAZNAS RI_
21/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Rampungkan Pembangunan Rumah Layak Huni BAZNAS Bagi Syafaruddin di Pattallassang
BAZNAS Gowa Rampungkan Pembangunan Rumah Layak Huni BAZNAS Bagi Syafaruddin di Pattallassang
GOWA — Senyum haru terpancar dari wajah Syafaruddin, warga Dusun Sawagi, Desa Pattallassang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, saat menerima kunci rumah barunya, Senin (19/1/2026). Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah tidak layak huni dengan dinding seng dan papan yang rapuh serta atap bocor, kini ia dan keluarganya dapat menempati rumah batu yang aman dan nyaman melalui Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB). Penyerahan kunci sekaligus penandatanganan Berita Acara Serah Terima Bantuan dilakukan secara sederhana oleh Staf Amil BAZNAS Kabupaten Gowa, Syamsul Anwar dan Dzulkifli, sebagai bentuk nyata kepedulian Baznas terhadap warga kurang mampu. Syafaruddin merupakan buruh bangunan harian dengan penghasilan pas-pasan. Kondisi ekonominya membuat ia belum mampu memperbaiki rumah yang selama ini jauh dari kata layak. Kondisi tersebut terpantau oleh Tim Sahabat Lacak Desa Pattallassang, Hamzah, lalu dilaporkan ke LACAK Center Gowa (Layanan Cepat Atasi Kemiskinan), program Pemerintah Kabupaten Gowa dalam pengentasan kemiskinan. Data tersebut kemudian diteruskan ke Dinas Sosial Kabupaten Gowa dan direkomendasikan kepada Baznas Kabupaten Gowa untuk mendapatkan bantuan bedah rumah melalui Program RLHB. Pada 9 Desember 2025 lalu, Bupati Gowa Hj. Husniah Talenrang bersama Pimpinan BAZNAS Kabupaten Gowa, Wakil Ketua II Munawir dan Wakil Ketua III Muis Fadli, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Pattallassang, meninjau langsung kondisi rumah Syafaruddin. Tak lama setelah kunjungan tersebut, rumah lama dibongkar dan dibangun kembali oleh BAZNAS Kabupaten Gowa. Proses pembangunan rampung dalam waktu sekitar tiga pekan. Kini, rumah baru tersebut telah resmi diserahkan. Dengan mata berkaca-kaca, Syafaruddin menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya. “Alhamdulillah, saya bersyukur dan tidak menyangka bisa punya rumah batu seperti ini. Nyaman ditinggali. Tidak kena hujanmi. Terima kasih Baznas Gowa, Pemerintah Kabupaten Gowa, dan pihak yang sudah membantu. Semoga kebaikanta' ini dibalas Allah SWT,” ujar Syafaruddin dengan suara bergetar. Program Rumah Layak Huni BAZNAS menjadi salah satu upaya konkret dalam membantu masyarakat miskin keluar dari jerat kemiskinan ekstrem, sekaligus menghadirkan hunian yang aman, sehat, dan bermartabat bagi warga yang membutuhkan. Melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS ini pula, BAZNAS Kabupaten Gowa menegaskan komitmennya dalam menjaga amanah umat yang telah memercayakan zakat, infak, dan sedekah untuk dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Dana yang dihimpun dari para muzakki disalurkan kepada mereka yang benar-benar berhak mendapatkan uluran tangan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan dan menghadirkan harapan baru bagi kehidupan yang lebih layak dan bermartabat. Editor: _HG_
20/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa

Agenda Pimpinan

BAZNAS Gowa Resmi Buka Audit Tahun Buku 2025 oleh KAP Iksan
BAZNAS Gowa Resmi Buka Audit Tahun Buku 2025 oleh KAP Iksan
GOWA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa secara resmi membuka pelaksanaan Audit Tahun Buku 2025 yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Iksan. Kegiatan pembukaan audit tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Gowa dan dibuka langsung oleh Ketua BAZNAS Gowa, didampingi Wakil Ketua II Munawir dan Wakil Ketua III Muis Fadli. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Gowa menegaskan bahwa proses pengauditan keuangan BAZNAS memiliki dua aspek penting yang saling melengkapi. Pertama adalah aspek audit syariah yang biasanya dilakukan oleh auditor yang diutus Kementerian Agama. Kedua adalah aspek audit keuangan yang dilaksanakan oleh Kantor Akuntan Publik sebagai bentuk akuntabilitas pengelolaan dana umat. “Audit ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Gowa untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, baik dari sisi kepatuhan syariah maupun tata kelola keuangan,” ujar Ketua BAZNAS Gowa. Sementara itu, perwakilan dari KAP Iksan, Ibu Ayu, dalam pemaparannya menyampaikan rasa syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga kegiatan Audit Tahun Buku 2025 dapat terlaksana. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena pimpinan KAP Iksan tidak dapat hadir langsung dalam pembukaan audit lantaran adanya agenda audit lain di luar daerah. Pada audit kali ini, KAP Iksan menerapkan standar audit terbaru, yakni Standar Audit 700, dengan sistem berbasis aplikasi. Hal ini menjadi pembeda dibandingkan audit tahun-tahun sebelumnya yang masih dilakukan secara manual. “Proses audit kini sudah menggunakan aplikasi, sehingga membutuhkan kesiapan data yang lebih sistematis. Kami meminta seluruh tim BAZNAS, khususnya bagian penerimaan, pendistribusian, pelaporan, dan aset, untuk selalu standby selama proses audit lapangan,” jelas Ayu. Audit lapangan dijadwalkan berlangsung selama lima hari kerja, mulai Senin hingga Jumat. Selama proses tersebut, tim auditor akan menelusuri alur penerimaan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah, serta memastikan seluruh proses telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Terkait hasil audit, Ayu menjelaskan bahwa opini audit nantinya sangat bergantung pada kelengkapan dan kesesuaian data yang disajikan. “Apabila data lengkap dan sesuai prosedur, maka opini yang dihasilkan tentu akan baik,” tambahnya. Dengan dibukanya audit Tahun Buku 2025 ini, BAZNAS Gowa berharap dapat terus meningkatkan kepercayaan publik serta memastikan pengelolaan dana umat dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prinsip syariah. Editor: _HG_

02-02-2026 | Humas BAZNAS Gowa

BAZNAS Kabupaten Gowa Terima Kunjungan Audiensi dan Silaturahmi Pezawaf UIN Alauddin Makassar
BAZNAS Kabupaten Gowa Terima Kunjungan Audiensi dan Silaturahmi Pezawaf UIN Alauddin Makassar
GOWA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa menerima kunjungan audiensi dan silaturahmi dari Pusat Pengembangan dan Pelatihan Zakat dan Wakaf (Pezawaf) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Kegiatan ini berlangsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Gowa, Kamis, 29 Januari 2026. Kunjungan tersebut dihadiri oleh Ketua Pezawaf FEBI UIN Alauddin Makassar, Hamzah Khaeriyah, bersama Sekretaris Pezawaf, Trisno Wardy Putra. Rombongan disambut hangat oleh pimpinan BAZNAS Kabupaten Gowa, yakni Ketua BAZNAS H. Abbas Alauddin, Wakil Ketua II Munawir, Wakil Ketua III Muis Fadli, serta Wakil Ketua IV Rudi Salam. Suasana audiensi berlangsung akrab dan penuh semangat kebersamaan. Kedua belah pihak memanfaatkan pertemuan ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus ruang diskusi terbuka terkait penguatan peran zakat dan wakaf dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa, H. Abbas Alauddin, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Pezawaf FEBI UIN Alauddin Makassar. Ia menilai sinergi antara lembaga akademik dan lembaga pengelola zakat menjadi elemen penting dalam membangun tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berdampak luas. Sementara itu, Ketua Pezawaf Hamzah Khaeriyah menegaskan bahwa audiensi ini bertujuan untuk bertukar pandangan secara umum mengenai peran strategis zakat dan wakaf, khususnya dalam konteks penguatan kelembagaan zakat di tengah masyarakat. Menurutnya, kolaborasi dengan BAZNAS daerah menjadi bagian dari upaya mendorong literasi dan optimalisasi pengelolaan zakat berbasis keilmuan dan praktik lapangan. Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara BAZNAS Kabupaten Gowa dan Pezawaf FEBI UIN Alauddin Makassar, baik dalam pengembangan sumber daya manusia, edukasi zakat dan wakaf, maupun program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Editor: _HG_

29-01-2026 | Humas BAZNAS Gowa

Berita Pendistribusian

Baznas Gowa Salurkan Bantuan Z Mart, Menghidupkan Harapan di Usia Senja
Baznas Gowa Salurkan Bantuan Z Mart, Menghidupkan Harapan di Usia Senja
Gowa, 3 Maret 2026 – Langkah kecil penuh harap terlihat di Dusun Je’nemadinging, Desa Kampili, Kecamatan Pallangga, Selasa (03/03/2026). Di sebuah rumah sederhana yang juga difungsikan sebagai warung kecil, Baiya BT Karimong (66) menerima Bantuan Z Mart dari Baznas Kabupaten Gowa. ‎Bantuan tersebut diserahkan oleh staf amil yang diutus Baznas Gowa Rifyal Sabir dan Dzulkifli, didampingi Sekretaris Desa Kampili Ridwan, Sahabat LACAK Desa Kampili Nur Isna, serta mahasiswa magang dari UIN Alauddin Makassar yang tengah melaksanakan praktik di Baznas Gowa. ‎Di usia 66 tahun, Baiya menjalani hidup seorang diri. Rumah yang ditempatinya berdiri di atas lahan milik pemerintah yang ia tempati dengan izin, karena ia tidak memiliki lahan pribadi. Rumah itu pula yang menjadi tempatnya berjualan kebutuhan dapur rumah tangga, mie instan, kerupuk, dan aneka cemilan, serta lainnya. ‎Namun keterbatasan modal membuat stok dagangannya kerap menipis. Rak-rak kayu yang seharusnya penuh sering terlihat kosong. Penghasilan dari warung kecilnya hanya cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari, bahkan kadang tidak mencukupi. Perputaran modal berjalan lambat, membuat usahanya sulit berkembang. ‎Kondisi Baiya pertama kali didata oleh Sahabat LACAK Desa Kampili, Nur Isna, bersama pemerintah setempat. Data tersebut kemudian diteruskan ke LACAK Center Gowa dan disampaikan kepada Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Gowa. Setelah melalui proses verifikasi dan assessment kebutuhan, Dinas Sosial merekomendasikan kepada Baznas Gowa agar Baiya mendapatkan bantuan sesuai kebutuhannya. ‎‎Program Z Mart merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik yang digagas Baznas. Program ini tidak sekadar memberikan bantuan sesaat, tetapi dirancang untuk memperkuat usaha kecil milik mustahik agar mampu tumbuh dan berkelanjutan. ‎Bantuan yang diterima Baiya langsung dibelanjakan ke toko grosir untuk membeli barang campuran guna mengisi kembali stok warungnya. Terigu, gula, minyak goreng, mie instan, cemilan kerupuk, susu dan minuman ringan, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya kembali memenuhi rak-rak yang sebelumnya lengang. Dengan stok yang lebih lengkap, warung Baiya diharapkan mampu menarik lebih banyak pembeli dan meningkatkan perputaran usaha. ‎Z Mart hadir sebagai solusi pemberdayaan produktif, mendorong mustahik untuk bangkit secara ekonomi. Melalui penguatan modal usaha dan pendampingan, Baznas berharap penerima manfaat tidak terus bergantung pada bantuan, tetapi perlahan mampu mandiri, bahkan suatu hari bertransformasi menjadi muzaki. ‎Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, Baznas mengedepankan prinsip amanah, profesional, dan transparan dalam menghimpun serta menyalurkan dana umat. Setiap bantuan disalurkan melalui proses pendataan, verifikasi, dan assessment agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan mustahik. ‎Sinergi antara Pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Sosial, Sahabat LACAK, hingga unsur akademisi menjadi bagian dari sistem yang memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. ‎Kisah Baiya BT Karimong menjadi gambaran nyata bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi instrumen pemberdayaan sosial dan ekonomi. Dari warung kecil di sudut Desa Kampili, harapan kembali tumbuh. ‎Baznas Kabupaten Gowa mengajak seluruh masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih terarah, terukur, dan berdampak luas. Setiap kontribusi yang ditunaikan adalah investasi kebaikan, yang bukan hanya membantu hari ini, tetapi membuka jalan kemandirian bagi para mustahik di masa depan. ‎Di usia senjanya, Baiya kini menata kembali dagangannya dengan semangat baru. Bantuan itu bukan sekadar tambahan barang di rak kayu kecilnya, melainkan secercah harapan untuk bertahan dan bangkit dengan lebih bermartabat. Editor:-HG-
03/03/2026 | Humas BAZNAS Gowa
BAZNAS Gowa Salurkan 3.060 Paket “Ramadhan Bahagia”,Prioritaskan Keluarga Miskin
BAZNAS Gowa Salurkan 3.060 Paket “Ramadhan Bahagia”,Prioritaskan Keluarga Miskin
Gowa – Pemerintah Kabupaten Gowa bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa menyalurkan sebanyak 3.060 paket bantuan dalam program “Ramadhan Bahagia” kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Husniah Talenrang selaku Bupati Gowa, didampingi para pimpinan BAZNAS Kabupaten Gowa, dan dilaksanakan secara bertahap di seluruh kecamatan se-Kabupaten Gowa. Program ini secara khusus menyasar Keluarga Miskin Ekstrem (KME) serta para tenaga outsourcing di lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kelompok rentan. Penyaluran paket “Ramadhan Bahagia” mulai dilaksanakan pada minggu kedua bulan suci Ramadhan, dengan harapan dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok selama bulan ibadah. Dalam keterangannya, Bupati Gowa menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan kebahagiaan bagi masyarakat, khususnya bagi keluarga miskin ekstrem dan tenaga non-ASN yang membutuhkan perhatian lebih,” ujarnya. Sementara itu, pihak BAZNAS Kabupaten Gowa menegaskan bahwa penyaluran dilakukan secara merata dan tepat sasaran melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat. Program “Ramadhan Bahagia” ini menjadi salah satu agenda rutin yang diharapkan mampu memperkuat solidaritas sosial serta semangat berbagi di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadhan.
03/03/2026 | Humas BAZNAS Gowa
Baznas Gowa Salurkan Paket Ramadhan Bahagia dan Bantuan Dana Masjid
Baznas Gowa Salurkan Paket Ramadhan Bahagia dan Bantuan Dana Masjid
‎Gowa, 27 Februari 2026 – Suasana haru dan syukur menyelimuti dua kecamatan di Kabupaten Gowa saat Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Gowa (BAZNAS Gowa) bersama Pemerintah Kabupaten Gowa menyalurkan bantuan dalam rangkaian program “One Day One District” yang dirangkaikan dengan "Safari Ramadhan 1447 H/2026 M", pada Hari Jumat (27/02/2026). ‎Sebanyak 120 Paket Sembako Ramadhan Bahagia dibagikan kepada para mustahik di Kecamatan Tompobulu dan Kecamatan Biringbulu. Selain itu, lima masjid di dua kecamatan tersebut masing-masing menerima bantuan dana sebesar Rp5 juta. ‎Di Kecamatan Tompobulu, rombongan yang dipimpin langsung oleh Bupati Gowa, Hj. Sitti Husniah Talenrang, bersama jajaran Pemkab Gowa serta Ketua BAZNAS Gowa H. Abbas Alauddin dan Wakil Ketua II BAZNAS Gowa Munawir, menyerahkan 60 paket sembako dan bantuan dana untuk tiga masjid, dengan total bantuan masjid mencapai Rp15 juta. ‎Sementara itu, di Kecamatan Biringbulu, rombongan Wakil Bupati Gowa, H. Darmawangsyah Muin bersama jajaran pemerintah daerah dan Wakil Ketua III BAZNAS Gowa Muis Fadli menyalurkan 60 paket sembako serta bantuan dana untuk dua masjid, dengan total bantuan sebesar Rp10 juta. ‎Bagi warga penerima, bantuan tersebut bukan sekadar angka atau formalitas seremoni. Paket sembako yang berisi kebutuhan pokok menjadi penguat harapan menjelang bulan suci. Di tengah keterbatasan, kehadiran pemerintah dan Baznas menjadi bukti nyata bahwa perhatian itu benar-benar sampai, bahkan di wilayah yang jauh dari pusat kota. ‎Program Ramadhan Bahagia dirancang untuk memastikan para mustahik dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang dan bermartabat. Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga momentum mempererat kepedulian sosial. ‎Kehadiran langsung pimpinan daerah di tengah masyarakat menjadi pesan kuat bahwa pemerintah tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi turun langsung menyapa dan memastikan bantuan tepat sasaran. ‎Bantuan dana sebesar Rp5 juta untuk masing-masing masjid merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung aktivitas keagamaan. Masjid memiliki peran sentral, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat, pendidikan Al-Qur’an, serta ruang silaturahmi warga. ‎Kolaborasi antara BAZNAS Gowa dan Pemerintah Kabupaten Gowa menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya menyentuh aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga spiritual dan sosial kemasyarakatan. ‎Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Gowa mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan akuntabel. Dana yang dititipkan para muzakki disalurkan kepada mustahik secara luas dan tepat sasaran, termasuk dalam bentuk bantuan sosial serta dukungan bagi kegiatan keagamaan. ‎Melalui Safari Ramadhan ini, BAZNAS menjadi jembatan amanah antara para dermawan dan masyarakat yang membutuhkan. Setiap paket sembako yang dibagikan dan setiap bantuan dana masjid yang disalurkan membawa doa, harapan, dan semangat kebersamaan. ‎Di Tompobulu dan Biringbulu, Ramadhan tahun ini terasa lebih hangat. Bukan hanya karena datangnya bulan suci, tetapi karena hadirnya kepedulian yang nyata—bahwa pemerintah dan Baznas akan selalu berdiri bersama masyarakat, menguatkan yang lemah, dan menebar keberkahan hingga ke pelosok negeri. EDITOR:-HG-
27/02/2026 | Humas BAZNAS Gowa

Artikel Terbaru

Bulan Sya’ban : Momentum Meningkatkan Zakat, Infak, dan Sedekah
Bulan Sya’ban : Momentum Meningkatkan Zakat, Infak, dan Sedekah
Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang istimewa dalam kalender Hijriah. Bulan ini berada di antara Rajab dan Ramadan, sehingga sering disebut sebagai masa persiapan spiritual bagi umat Islam sebelum memasuki bulan suci penuh keberkahan. Dalam tradisi Islam, Sya’ban menjadi momentum untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Keutamaan Bulan Sya’ban dalam Islam Sya’ban memiliki kedudukan khusus karena pada bulan inilah amal perbuatan manusia diangkat dan dilaporkan kepada Allah SWT. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam hadis Rasulullah SAW bahwa Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan oleh manusia, padahal di dalamnya amal-amal diangkat. Oleh karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki niat, serta meningkatkan kepedulian sosial sebagai bekal menuju Ramadan. Menunaikan Zakat di Bulan Sya’ban Menunaikan zakat, baik zakat maal maupun zakat penghasilan, di bulan Sya’ban memiliki nilai strategis dan spiritual. Secara spiritual, zakat menjadi sarana pensucian harta dan jiwa sebelum memasuki Ramadan. Secara sosial, zakat yang disalurkan lebih awal dapat membantu mustahik memenuhi kebutuhan menjelang Ramadan, seperti kebutuhan pangan dan pendidikan keluarga. Banyak lembaga zakat juga mendorong masyarakat untuk menunaikan zakat di bulan Sya’ban agar distribusi manfaat dapat lebih optimal dan tepat sasaran. Infak dan Sedekah: Amalan Ringan, Pahala Berlipat Selain zakat, infak dan sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan di bulan Sya’ban. Infak dan sedekah tidak terikat oleh nisab dan waktu tertentu, sehingga dapat dilakukan kapan saja sesuai kemampuan. Di bulan Sya’ban, infak dan sedekah menjadi wujud nyata kepedulian sosial terhadap fakir miskin, anak yatim, dan kaum dhuafa. Amalan ini juga melatih kepekaan hati dan solidaritas umat, yang menjadi ruh utama dalam ibadah Ramadan. Persiapan Menuju Ramadan yang Lebih Bermakna Menjadikan Sya’ban sebagai bulan memperbanyak ZIS adalah langkah nyata untuk menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan jiwa yang lapang. Dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah sejak Sya’ban, umat Islam tidak hanya mempersiapkan diri secara spiritual, tetapi juga turut menghadirkan kebahagiaan bagi sesama. Momentum Sya’ban mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya bersifat personal, tetapi juga sosial. Semakin kuat kepedulian sosial yang dibangun, semakin besar pula dampak kebaikan yang dirasakan oleh masyarakat luas. Bulan Sya’ban adalah waktu yang tepat untuk memperkuat ibadah dan meningkatkan amal kebaikan. Menunaikan zakat, infak, dan sedekah di bulan ini menjadi investasi akhirat sekaligus solusi nyata bagi persoalan sosial umat. Dengan semangat berbagi di bulan Sya’ban, umat Islam diharapkan dapat menyambut Ramadan dengan kesiapan iman, mental, dan kepedulian sosial yang lebih baik. Editor: _HG_
28/01/2026 | Humas BAZNAS Gowa